Showing posts with label Bapa. Show all posts
Showing posts with label Bapa. Show all posts

20080313

Doa Seorang Ayah

Senin, 10-Maret-2008; 08:36:24WIB
Oleh : Andrie Wongso

Pada masa perang dunia kedua, tepatnya bulan Mei Tahun 1952, seorang jenderal kenamaan, Douglas Mac Arthur, menullis sebuah puisi untuk putra tercintanya yang saat itu baru berusia 14 tahun. Puisi tersebut mencerminkan harapan seorang ayah kepada anaknya. Ia memberi sang anak puisi indah yang berjudul

"Doa untuk Putraku" Inilah isi puisi tersebut:

Doa untuk Putraku
Tuhanku...Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat
untuk mengetahui kelemahannya.
Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan.
Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan.
Tetap Jujur dan rendah hati dalam kemenangan.
Bentuklah puteraku menjadi manusia yang berhasrat
mewujudkan cita-citanya dan tidak hanya
tenggelam dalam angan-angannya saja.
Seorang Putera yang sadar bahwa
mengenal Engkau dan dirinya sendiri
adalah landasan segala ilmu pengetahuan.
Tuhanku...Aku mohon,
janganlah pimpin puteraku di jalan
yang mudah dan lunak.
Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan,
kesulitan dan tantangan.
Biarkan puteraku belajar
untuk tetap berdiri di tengah badai
dan senantiasa belajar untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya.
Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi,
sanggup memimpin dirinya sendiri,
sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain.
Berikanlah hamba seorang putra yang mengerti makna tawa ceria
tanpa melupakan makna tangis duka.
Putera yang berhasrat untuk menggapai masa depan yang cerah
namun tak pernah melupakan masa lampau.
Dan, setelah semua menjadi miliknya...
Berikan dia cukup rasa humor
sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh
namun tetap mampu menikmati hidupnya.
Tuhanku...Berilah ia kerendahan hati...
Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki...
Pada sumber kearifan, kelemahlembutan,
dan kekuatan yang sempurna...
Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud,
hamba, ayahnya, dengan berani berkata
"hidupku tidaklah sia-sia"
Pembaca yang budiman, Puisi yang ditulis oleh Jenderal Douglas MacArthur tersebut merupakan sebuah puisi yang luar biasa. Puisi itu adalah sebuah cermin seorang ayah yang mengharapkan anaknya kelak mampu menjadi manusia yang ber-Tuhan sekaligus mampu menjadi manusia yang tegar, tidak cengeng, tidak manja, dan bertanggung jawab atas kehidupannya sendiri.Seperti contoh sepenggal puisi di atas yg berbunyi: "Janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan." Puisi ini menunjukkan bahwa sang jenderal sadar tidak ada jalan yang rata untuk kehidupan sukses yang berkualitas.
Seperti kata mutiara yang tidak bosan saya ucapkan:
"Kalau Anda lunak pada diri sendiri,
kehidupan akan keras terhadap Anda.
Namun, kalau Anda keras pada diri sendiri,
maka kehidupan akan lunak terhadap Anda.
"Untuk itu, jangan kompromi atau lunak pada sikap kita
yang destruktif, merusak, dan cenderung melemahkan.
Maka, senantiasalah belajar bersikap tegas dan keras
dalam membangun karakter yang konstruktif, membangun, demi menciptakan
kehidupan sukses yang gemilang,, hidup penuh kebahagiaan !!!

20080312

RICK HOYT


Ketika Rick Hoyt dilahirkan pada tahun 1962, orang tuanya mempunyai harapan-harapan seperti pada umumnya orang tua yang mendapatkan bayi pertama. Tetapi kemudian mereka temukan bahwa selama proses kelahirannya, tali pusar Rick melilit di lehernya, menghalangi aliran oksigen ke otaknya. Belakangan Rick didiagnosa penyakit Cerbral Palsy (kelumpuhan Otak). ?Ketika usianya delapan bulan,? kenang Ayahnya, Dick, ?para dokter menyarankan kami membuangnya?ia akan payah seumur hidupnya.? Tetapi orang tua Rick tidak mau. Mereka bertekad membesarkan Rick seperti anak pada umumnya. PERJUANGAN BERAT Terkadang itu berat rasanya.


Rick lumpuh keempat anggota tubuhnya dan tidak dapat berbicara sebab tidak dapat mengendalikan lidahnya. Tetapi orang tua Rick bekerja bersamanya, mengajarinya segalanya sebisa mereka dan mengikutsertakannya dalam kegiatan-kegiatan keluarga. Ketika Rick berusia sepuluh tahun, kehidupannya berubah ketika para insinyur dari Tufs University menciptakan sebuah alat yang memungkinkannya berkomunikasi lewat komputer.


Kata-kata pertama yang dengan perlahan dan susah payah ditik Rick adalah, ?Go Bruins?. Ketika itulah keluarganya, yang telah mengikuti pertandingan tim Boston Bruins NHL, menyadari bahwa Rick itu penggemar olahraga. Pada tahun 1975, setelah perjuangan panjang keluarganya akhirnya dapat memasukkan Rick ke sekolah publik, di mana prestasinya sangat baik terlepas dari keterbatasan-keterbatasan fisiknya. Dunia Rick berubah. Bahkan lebih berubah lagi dua tahun kemudian.


Ketika Rick mendengar bahwa akan diadakan lomba lari lima kilometer untuk mengumpulkan dana guna membantu seorang atlit muda yang lumpuh dalam kecelakaan, ia beritahu Ayahnya bahwa ia ingin ikut lomba. Dick, yang ketika itu letnan kolonel dalam Air National Guard, berusia akhir tiga puluhan dan kurang bugar. Tetapi, ia setuju untuk lari dan mendorong puteranya dengan kursi roda yang dimodifikasi.


Ketika mereka lewati garis akhir?kedua terakhir?Dick mengenang, Rick memperlihatkan ?senyum terbesar yang pernah Anda lihat seumur hidup Anda?. Setelah perlombaan itu, Rick menuliskan pesan sederhana, ?Ayah, saya merasa seperti bukan orang cacat?. Setelah hari itu, kehidupan mereka sama sekali berubah.


BEKERJA BERSAMA-SAMA Apakah yang diperbuat seorang Ayah, ketika puteranya, yang tidak pernah turun dari kursi rodanya, mengatakan bahwa ia senang ikut lomba? Ia menjadi tangan dan kaki puteranya itu. Ketika itulah lahir ?Tim Hoyt?. Dick membelikan Rick kursi roda untuk balap yang lebih canggih. Lalu remaja yang lumpuh dengan Ayahnya yang tidak bugar ini mulai lari bersama?dan bukan asal-asalan. Tidak lama kemudian, latihan mereka menjadi semakin serius dan pada tahun 1981, mereka ikut Boston Marathon untuk pertama kalinya. Semenjak itu mereka tidak pernah melewatkan Boston Marathon selama dua puluh tahun. Setelah empat tahun lari marathon, keduanya memutuskan bahwa mereka siap menghadapi tantangan lainnya:triatlon, yang menggabungkan renang, sepeda, dan lari. Itu bukanlah tantangan sembarangan, terutama karena Dick harus belajar berenang!


Tetapi ia melakukannya. Dick menjelaskan, ?Dialah yang memotivasi saya sebab kalau bukan berkat dia, saya tidak mungkin ikut lomba. Yang saya perbuat adalah meminjamkan tangan dan kaki saya kepada Rick agar ia bisa ikut loma seperti orang lainnya?. Dari segala lomba di dunia, ada satu yang dianggap paling berat yakni Ironman Triatlon di Hawaii.


Lomba ini terdiri dari tiga bagian:renang sejauh 2.4 mil ( 4.4 km), balap sepeda sejauh 112 mil (180.2 km), dan lari marathon sejauh 26.2 mil (42.2 km). Sungguh menguji stamina bagi siapapun. Pada tahun 1989, Dick dan Rick ikut lomba ini. Untuk bagian renangnya, Dick menarik sebuah perahu kecil di mana Rick duduk. Lalu ia naik sepeda sejauh 112 mil (km) dengan Rick duduk di stangnya. Ketika sampai di bagian lari, Dick sudah kelelahan.


Tetapi yang perlu dilakukan Dick hanyalah mengingat kata-kata puteranya: ?Ketika saya sedang lari, tampaknya cacat saya hilang. Itulah satu-satunya tempat di mana saya merasa sama dengan yang lain. Berkat semua masukan yang positif, saya tidak merasa cacat sama sekali. Saya malah merasa intelijen tanpa batas.? Dan tentu, mereka akhiri lomba tersebut?dalam waktu yang relatif sangat baik, yaitu tiga belas jam dan empat puluh tiga menit.


Semenjak itu, Rick telah meraih gelar perguruan tinggi, dan bekerja di Boston University, membantu merancang sistem komputer untuk orang-orang cacat. Dan tentu, ia masih ikut lomba bersama Ayahnya, yang sekarang sudah berusia 60 tahun lebih dan pensiun. Per Maret 2001, Tim Hoyt telah menyelesaikan 731 lomba. Mereka telah ikut 53 marathon dan 135 triatlon, termasuk empat kategori Ironman. Dan mereka akan terus lari. ?


Tidak ada sesuatupun di dunia ini yang tidak dapat kami taklukkan bersama-sama?, kata Dick. Mereka buktikan bahwa suatu impian?dan tim?bisa mengantarkan Anda kemanapun.

Ket: 1 Mil = 1609 m, 1 Mil laut = 1852 m Salam