Showing posts with label Keluarga. Show all posts
Showing posts with label Keluarga. Show all posts

20080509

KUE CINTA

RESEP KUE CINTA

BAHAN:
1 pria sehat,
1 wanita sehat,
100% Komitmen,
2 pasang restu orang tua,
1 botol kasih sayang murni.

BUMBU:
1 balok besar humor,
25 gr rekreasi,
1 bungkus doa,
2 sendok teh telpon-telponan,
(Semuanya diaduk hingga merata dan mengembang)

Tips:
Pilih pria dan wanita yang benar-benar matang dan seimbang. Jangan yang satu terlalu tua dan yang lainnya terlalu muda karena dapat mempengaruhi kelezatan
Sebaiknya dibeli di toserba bernama TEMPAT IBADAH, walaupun agak jual mahal tapi mutunya terjamin.
Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena walaupun modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau kadang menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan.
Gunakan Kasih sayang cap "IMAN, HARAP & KASIH" yang telah memiliki sertifikat ISO dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian.
Cara Memasak:

Pria dan Wanita dicuci bersih, buang semua masa lalunya sehingga tersisa niat tulus ikhlas
Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua secara merata
Masukkan niat yang murni ke dalam loyang dan panggang dengan api cinta merata sekitar 30 menit di depan penghulu atau pendeta
Biarkan di dalam loyang tadi, sirami dengan semua bumbu di atas
Kue siap dinikmati
Catatan:


Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak dinikmati dalam keadaan kasih yang hangat!

Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa potong doa kemudian dihangatkan lagi di oven bermerek "Tempat Ibadah" diatas api cinta.

Setelah mulai hangat, jangan lupa telepon-teleponan bila berjauhan.

Selamat mencoba, dijamin halal... ! Selamat menikmati...

(made by 'love' bakery')

20080411

PERUMPAMAAN PRIA DAN WANITA

Artikel ini isinya ringkasan buku2 populer ttg perbedaan pria dan wanita =) Jgn cuma penasaran, baca aja.. Yang meringkas (jelas) bukan aku, tapi Dr Xavier Quentin.

1. Pria itu gua, wanita gramaphone
pria kalau sedang ada masalah, menyembunyikan diri seperti gua, sedangkan wanita banyak menggunakan kata-kata. Penelitian Brizendine di dalam bukunya The Female Brain membuktikan bahwa perempuan menggunakan sekitar 20.000 kata perhari, sedangkan pria hanya 7.000 saja.
2. Pria seperti wafer, wanita seperti bakmi
kalau berpikir, pria senang mengotak-ngotakkan masalah. Dia menangani satu kotak dulu. Setelah selesai baru kotak berikutnya. Cara berpikir wanita bisa saling membelit seperti bakmi.
3. Pria seperti kerang, wanita seperti linggis
Begitu ada masalah pria langsung menarik diri seperti kerang yang menutup, sedangkan wanita senang mencongkelnya dengan pertanyaan yang kadang membuat pria semakin jengkel. Pria jika mempunyai masalah merasa lebih aman dan nyaman jika mengurung diri di kamar dan mencoba menyelesaikannya sendiri. Kebanggaannya adalah jika bisa mengatasi hal itu sendirian. Pria cenderung merasa gengsi meminta pertolongan wanita, meskipun istrinya sendiri. Sebaliknya wanita senang menceritakan masalahnya walaupun tidak diminta.
4. Pria seperti karet gelang, wanita seperti gelombang
Ketika masalah datang, pria bisa maju mundur seperti karet gelang. Dia bisa membaca situasi kapan harus maju dan kapan mundur kembali. Wanita seperti gelombang. Kalau sedang senang, emosinya langsung naik dan melakukan tindakan spektakuler. Namun begitu tersinggung, dia bisa menarik diri ke laut terdalam.
5. Pria seperti timba, wanita seperti sumur
ketika bercakap-cakap dengan orang lain, pria mencoba menarik keuntungan sebanyak mungkin dari teman bicaranya. Sedangkan wanita senang memberikan pandangan tanpa diminta. Itu sebabnya pria mendominasi kelas-kelas formal, informal, dan non formal. Wanita, sebaliknya, senang menjadi sumur kebijaksanaan yang bersedia memberikan ‘air kehidupan’ kepada setiap orang yang haus dan dahaga.
6. Pria seperti pahlawan, wanita seperti penyanyi
Hidup pria merasa sangat berharga kalau dia merasa dibutuhkan orang lain. Itulah sebabnya pria yang menganggur lebih mudah putus asa dibandingkan wanita yang menganggur. Sedangkan wanita, merasa dihargai dan dihormati kalau suaranya didengar. Seorang pria bisa marah besar kalau harga dirinya dilecehkan. Wanita bisa merasa menjadi ‘orang termalang di dunia’ jika suaranya tidak didengar.
7. Pria seperti superhero, wanita seperti supermodel
pria sangat bangga jika dia bisa menolong banyak orang, sedangkan wanita merasa sangat berbahagia jika setiap mata memandangnya dengn penuh kekaguman.
Hehehe….mungkin perumpamaan2 di atas ndak mutlak buat semua tipe pria-wanita. Tapi lumyanan asik dan lucu bacanya, hahahaha….

Buku-buku sumber ringkasannya: Single Men Are Like Waffless, Single WOmen are Like Spaghetti karya Bill&Pam Farrel; Female Brain karya Lounann Brizendine; Why Men Don’t Listen and WOmen Can’t Read Maps dan Why Men Can Only Do 1 Thing at One Time and Women Can’t Stop karya Allan&Barbara Pease; Men Are Clams WOmen Are Crowbars karya David Clarke.

20080404

Rahasia Seorang Ayah

-Jawaban-
Para ayah mempunyai rahasia yang tersembunyi tentang peran mereka sebagai orang tua. Menjadi seorang ayah sering membingungkan dan tak jarang terasa menakutkan. Bill Cosby pernah menulis, "Jika Tuhan bermasalah dalam menangani anak-anakNya, apa yang membuat anda berpikir hal itu adalah hal yang mudah?"

Dalam hal ini Cosby merujuk kepada Adam dan Hawa, serta ketidaktaatan mereka di taman Eden. Seringkali juga, tantangan datang saat anak-anak berpikir bahwa ayah mereka tidak hidup di dunia nyata atau tidak bisa berpikir jernih.Kebanyakan pria ingin mencapai kesuksesan seperti ayah mereka. Mereka berpikir serius tentang peran tersebut.

Walaupun mungkin mereka tidak mengakuinya, mereka berminat pada hal-hal yang akan meningkatkan efektivitas mereka sebagai seorang ayah. Para ayah menjadi pahlawan bagi anak-anak mereka. Hal ini memang membutuhkan banyak usaha, kesabaran, dan cinta, tapi bukan mustahil. Berikut ini beberapa saran yang akan membantu anda "memerangi" persepsi yang salah dari para ayah dalam generasi anda dengan melakukan hal-hal yang benar terhadap anak-anak anda.KebersamaanBeberapa hal terlihat sama pentingnya dengan kehadiran anda di tengah anak-anak.

Para ayah sering membuat banyak alasan, ada pekerjaan, ada proyek penting, dan lain-lain. Dua puluh tahun dari sekarang anak anda tidak akan memperdulikan hal-hal tersebut dan juga anda. Anda akan heran dan bertanya-tanya apa yang terjadi dengan hubungan anda dan mereka. Anak-anak anda membutuhkan anda, hadirlah di tengah mereka.Belajar Memberi SemangatSecara alamiah, orang tua biasanya mengatakan hal-hal yang negatif. Kata-kata yang paling sering diucapkan adalah "tidak boleh" dan "tidak bisa". Itu memang membantu melindungi anak-anak dari bahaya dan terkadang membantu mereka mengerti tidak baik menghabiskan setoples selai coklat dalam sekali makan. Tapi anak-anak perlu mengetahui apa yang dapat mereka lakukan.

Teguhkan kemampuan mereka dengan memberitahu dan memuji mereka saat mereka melakukan sesuatu yang baik. Pujian dan semangat dari anda akan membuatnya semakin termotivasi untuk melakukan yang lebih baik lagi. Akui Kesalahan AndaJika anda tidak mau mengakui kesalahan anda, itu sama artinya anda mengabaikan mereka. Akui kesalahan anda dan jadilah pria sejati untuk meminta maaf. Tindakan ini akan membuat anda lebih peka tentang bagaimana anda menangani kesalahan anak-anak anda, juga akan mempermudah mereka untuk memaafkan anda saat anda memerlukannya.

Tunjukkan Anda Bisa DipercayaKepercayaan datang dalam 2 cara.

Pertama dengan dapat diandalkan dan konsistensi, atau dengan sebuah pemberian. Anak-anak perlu mempelajari keduanya. Tunjukkan pada anak-anak anda bahwa mereka bisa mempercayai anda, dapatkan kepercayaan mereka, dan ajarkan mereka juga untuk bisa dipercaya. Bagaimanapun juga, akan datang waktunya dimana anda menterjemahkan kepercayaan dalam bentuk suatu pemberian. Saat anda melakukannya, anda akan melihat peningkatan kedewasaan anak anda.

Tunjukkan KelembutanBanyak ayah tumbuh dengan ide figur "macho man", kuat, keras, dan sibuk. Itu baik jika anda adalah seorang aktor dalam film koboy Clint Eastwood, namun sama sekali tidak berhasil dalam berhubungan dengan anak-anak anda. Anak-anak perlu melihat ayah mereka yang bisa tersentuh oleh beberapa hal, mempunyai emosi, dan bukan hanya emosi kemarahan saja. Anak-anak membutuhkan pelukan dan ciuman dari ayah mereka. Banyak remaja yang tumbuh dengan kesedihan yang terselubung karena tidak pernah mendengar ayah mereka mengatakan, "Aku mencintaimu," atau merasakan pelukan yang penuh kasih dari lengan ayah mereka.

Cintai Istri AndaSumber terbaik untuk memberikan gambaran tentang sebuah pernikahan adalah dari orang tua. Hargai ibu dari anak-anak anda, bersikap lembutlah terhadapnya. Mintalah anak-anak anda untuk menghormati dia sebagaimana anda menghormatinya. Respon dan sikap anda kepada istri anda mengembangkan rasa aman dalam diri anak-anak anda.

Berilah contoh kepada mereka tentang hubungan yang penuh kasih dalam pernikahan.Hormati Otoritas Di Atas AndaKebanyakan ayah selalu ingin mengisi peran sebagai otoritas tertinggi. Bagaimanapun juga, jika anda ingin anak-anak anda menghormati otoritas di atas mereka, mereka harus melihatnya terlebih dahulu dalam diri anda. Tunjukkan rasa hormat anda kepada Tuhan, gereja, pemerintah, dan atasan anda. Tunjukkan rasa hormat juga kepada orang tua anda, jika mereka masih hidup, atau ceritakan tentang mereka dengan cara yang menunjukkan rasa hormat anda walaupun mereka tidak bersama anda.

Teladan dari anda akan membentuk dan mempertahankan satu karakter yang sama dalam pikiran anak anda.Jadilah Seorang Kristen SejatiPimpinlah anak-anak anda untuk bertumbuh secara spiritual, tanamkan nilai-nilai spiritual dalam hati mereka. Ajarkan mereka untuk mengenalNya dan gereja. Tunjukkan pada mereka bahwa hal ini penting. Anda dapat membicarakan tentang kematian dan hal-hal yang abadi, namun ilustrasikan seberapa pentingnya area ini dengan hidup anda sendiri.

Tuhan akan menjadi penting bagi anak-anak saat Tuhan juga penting bagi ayah mereka.Ajarkan Alkitab Pada Anak AndaBiasanya para ayah menghabiskan banyak uang pendidikan agar anak mereka mendapat pekerjaan yang bagus, tapi mereka sering menghabiskan sedikit sekali waktu untuk mengajarkan kepada anak-anak mereka tentang hidup. Alkitab akan membantu anak-anak anda mengetahui bagaimana gaya hidup yang benar, dan anda seharusnya menjadi pelatih utamanya.

Satu hal yang mudah dilakukan misalnya dengan membeli alkitab untuk anak-anak dan membacakannya kepada anak anda setiap sebelum tidur saat mereka masih kecil. Seiring pertumbuhan mereka, anda dapat menyesuaikan dengan cerita-cerita Alkitab yang lebih dewasa juga, sampai anda benar-benar bisa membaca Alkitab bersama mereka, atau mendiskusikan apa yang telah mereka baca dari Alkitab mereka sendiri.

TertawalahTerlalu banyak waktu untuk menjadi serius. Anak-anak anda perlu mengetahui bahwa anda juga bisa tertawa dan bersenang-senang. Tertawakan lelucon, kesalahan-kesalahan, dan diri anda sendiri. Biarkan sesuatu terjadi karena tawa anda dibandingkan karena wajah masam anda. Anak-anak anda akan berpikir anda adalah orang yang menyenangkan untuk diajak dalam kebersamaan mereka, dan pasti anda menyukainya bukan?

Pesan terakhir untuk anda, para ayah. Jangan membuat anak anda marah dan memberontak dengan cara anda yang otoriter dalam memperlakukan mereka. Lebih baik mendidik mereka dengan disiplin dan instruksi yang sesuai dengan FirmanNya (Efesus 6:4).

Lima Kebutuhan Anak Dari Ibunya

-Jawaban-
Drs. Henry Cloud dan John Townsend mengatakan ada lima hal mendasar yang setiap anak butuhkan dari ibunya.

1. Keamanan - Sewaktu masih kecil, kita mengalami dunia ini sepertinya begitu berbahaya. Kita merasa sendirian. Kita tidak memiliki kasih di dalam hati - kita dikuasai kebutuhan dan berbagai perasaan. Ini amat menyakitkan. Anda dapat melihat rasa sakit ini pada wajah bayi yang butuh untuk digendong atau pada anak-anak yang ketakutan terhadap sesuatu yang ada di imajinasinya atau pada siapa saja yang membutuhkan pengasuhan ibunya. Keamanan ada pada seorang pribadi yang hidupnya bisa diramalkan, seorang yang stabil, dan bebas dari bahaya. Ini jenis ibu yang menciptakan dasar untuk semua tugas lain dari pengasuhan. Tanpa seorang yang seperti ini, seorang anak bisa berakhir menjadi seorang yang mudah panik atau penuh kecemasan, tidak dapat mengasihi atau punya kemampuan belajar. Konsistensi seorang ibu, kepedulian, kelembutan dan pemahaman akan kepedulian akan memberikan anak tempat yang aman untuk berpaling; sedang ibunya sendiri menjadi pribadi yang mampu mengubah dunia yang penuh bahaya ini menjadi tempat yang aman.

2. Pengasuhan - Kamus Webster memberi pengertian tentang pemeliharaan atau pengasuhan sebagai "memelihara atau memberi makan". Pemeliharaan seorang ibu adalah bahan bakar bagi jiwa anak. Ibu yang baik mencurahkan perhatian pada jiwa anak-anaknya dengan cukup banyak akan seperti cahaya matahari dan air yang penuh mineral bagi suatu tanaman. Jiwa kita akan diwarnai ketika kita diasuh dan diberi perhatian. Kita bertumbuh, berkembang dan berubah berdasar jalan yang kita desain. Tanpa pengasuhan kita akan menjadi ‘layu'. Sindrom "kegagalan untuk berkembang" dan masalah pada anak-anak secara langsung berhubungan pada kurangnya pengasuhan. Dalam beberapa kasus, bayi yang diasuh panti asuhan bahkan meninggal akibat terjadinya pencabutan hubungan dari ibunya dan kurangnya pengasuhan. Kita diciptakan dengan kebutuhan yang semakin dalam bahkan melebihi kebutuhan tubuh kita terhadap makanan. Kita perlu kebutuhan non fisik dan spiritual dari suatu hubungan untuk bisa hidup di dunia ini.

3. Kepercayaan Mendasar - Kepercayaan mendasar adalah kemampuan untuk menginvestasikan diri sendiri dalam suatu hubungan. Kita mulanya harus mengalami banyak kejadian dimana kita dipercaya sebelum kita benar-benar dapat mempercayai orang lain. Kita tidak lahir dengan kepercayaan, kepercayaan itu dipelajari. Kepercayaan memampukan kita untuk bisa menjangkau, untuk bisa mengandalkan, dan untuk melihat orang lain sebagai sumber dari hal yang baik. Kita dapat mengandalkan pada penjaga kita - ketika kita menjangkau keluar. Seorang ibu akan ada disana dan dia akan berespon pada kebutuhan kita. Ketika kita mempercayai seseorang, kita mengivestasikan sesuatu dalam diri kita dan berharap mendapatkan imbalan. Jika kita menginvestasikan uang kita, kita ingin sesuatu yang aman dan menerima keuntungan. Dengan seorang ibu yang baik, kita menginvestasikan hati kita dan diri kita dan menemukan hasil yang baik, yang bisa membuat kita kembali dan kembali menginvestasikan dalam bentuk hubungan. Kepercayaan akan memelihara kemampuan kita untuk diperlukan dan untuk diandalkan, dimana mengijinkan kita bertumbuh dan mengembangkan hubungan. Kita butuh untuk diperlukan, dan kita butuh untuk merasakan nyaman dengan apa yang disebut saling ketergantungan. Seorang ibu yang layak dipercaya membangun kepercayaan itu dalam diri kita. Seorang yang sehat membiarkan dirinya membutuhkan dan tergantung pada orang lain tanpa merasa takut.

4. Memiliki dan Menerima - Kita semua punya kebutuhan untuk memiliki dan untuk sesuatu yang lebih besar dari kita. Memiliki dan mencintai adalah akar dari sifat manusia. Dasar keberadaan kita adalah suatu hubungan, dan kita tidak dapat menyediakannya untuk diri kita sendiri. Alkitab mengatakan pada kita untuk menjadi seorang "berakar dan berdasarkan diri pada kasih". Jika kita berakar pada Tuhan dan sesama, kita akan dimiliki; kita merasa dipelihara, aman dan bebas dari pengalaman yang ada di dunia ini yaitu adanya isolasi. Dan itu tanggung jawab ibu kita untuk menyelamatkan kita dari keterasingan dan isolasi dan untuk memakai kita masuk kedalam dunia yang penuh hubungan.

Seorang ibu, melalui kasih dan kepedulian mereka membuat kita merasa dibutuhkan, dimana ini selanjutnya akan transfer ke perasaan layak dan keyakinan dalam suatu hubungan. Kita telah bekerja dengan sejumlah besar orang yang merasa "tidak dikasihi" atau "tidak diingini", ketika dalam kenyataan sejumlah besar orang lainnya ternyata mengasihi dan memelihara kehidupan mereka. Itu menjadi bukti nyata bahwa orang-orang ini telah gagal untuk menerima pengasuhan yang baik dari ibu mereka.

Perasaan untuk diperlukan dan dikasihi bukanlah masalah latihan intelektual yang bisa kita lakukan untuk diri kita sendiri. Itu semua datang melalui pengalaman diterima dalam hubungan dengan orang lainnya. Anda mungkin tahu secara intelektual bahwa anda dikasihi, namun jika anda tidak pernah merasa dikasihi oleh ibu, perasaan anda tidak akan cocok dengan apa yang anda ketahui secara intelektual. Ketika kita mengalami dibutuhkan dalam hidup secara konsisten, kita bergerak secara mudah kedalam bentuk hubungan lainnya, tanpa pernah kuatir jika kita dimiliki seseorang atau tidak.

Seseorang Untuk Mencintai - Perkembangan emosional datang tidak hanya dari investasi seorang ibu dalam diri anaknya namun juga dari investasi si anak pada ibunya. Seorang ibu menyediakan seseorang untuk dikasihi anaknya - seorang ibu adalah obyek cinta yang baik. Dalam tujuan membangun secara emosional, fisik, intelektual dan sosial. Kita tidak hanya perlu untuk dikasihi namun juga mengasihi. Kasih mengisi diri kita, dan mewarnai penampilan luar kita terhadap orang lain dan pada dunia dimana kita tinggal. Jadi kita melihat kehidupan ini dengan sudut pandang kehidupan dan optimisme. Kita punya kebutuhan dasar untuk mengasihi orang lain, dan itu perlu orang untuk dikasihi. Jika ibu kita orang yang terasa aman untuk kita maka kita akan mengasihi ibu kita.

Jika ibu kita bukan orang yang tepat untuk itu maka kita akan dikuasai oleh suatu perasaan keterasingan atau kita akan dipenuhi dengan rasa benci. Kebutuhan ini bersifat universal dan telah terdokumentasi melalui riset, pengalaman secara klinis, pengalaman orang-orang dan juga secara Alkitabiah. Jika seorang ibu atau atau ibu pengganti menyediakan keamanan, pengasuhan, posisi untuk dipercaya, kepemilikan dan kemampuan untuk mencintai, maka anak akan ada dalam pertumbuhan yang sehat.

Memilih Untuk Jadi Ibu

-Jawaban-
Sebagai seorang wanita yang mulai menjalani 3 peran, yaitu sebagai karyawan di kantor, istri, dan ibu di rumah, sangatlah berat waktu yang dijalani ketika hati dan pikiranpun terbagi-bagi.

Akibatnya, lelah! Itulah sebabnya, mereka mulai berpikir, bagaimana jika 3 peran itu dikurangi saja menjadi 2, alias menjadi ibu rumah tangga saja. Istri dan ibu. Tinggalkan semua karir dan kesibukan, lalu menjadi full timer di rumah sendiri.

Mereka yang memilih untuk melakukannya biasanya didorong oleh satu pertanyaan: "apakah saya mau anak yang saya lahirkan itu dibesarkan oleh orang lain?". Dan ini benar! Sebuah sekolah pre-school anak melaporkan bagaimana perbedaan tingkah polah anak yang dibesarkan oleh ibu sendiri dan anak yang dibesarkan oleh pembantu.

Mereka yang selalu puas oleh kasih dan perhatian orang tua biasanya tidak banyak menuntut perhatian dari guru dan anak lain. Sebaliknya, anak yang kurang kasih sayang akan selalu mencari perhatian orang lain dan melakukan yang ‘tidak-tidak'.Jika sang suami ikut bekerja, maka pilihan menjadi ibu rumah tangga akan semakin baik. Karena uang masih terus mengalir, dan hidup anak andapun makin baik berkualitas.

Coba pikir dari segi ini: jika si ibu pergi ke kantor, maka sebenarnya pengeluarannya juga banyak. Transportasi, makan siang di luar, beli baju dan make up kerja, biaya pergaulan dengan teman-teman, dll. Justru kalau ini dikalkulasikan, gaji si ibu bisa-bisa hanya tersisa sangat sedikit. Namun memang tidak bisa disangkal bahwa jika penghasilan dua orang kini hanya menjadi satu karena sang ibu berhenti, yang pertama dilakukan ialah menyesuaikan semua pengeluaran.

Dengan hanya gaji sang suami dan bunga bank, mulailah menghitung. Dari biaya listrik, pembantu, sampai makanan, semua bisa kok disesuaikan.Selain kendala finansial, ada juga kendala emosi. Studi menunjukkan bahwa ibu yang tinggal di rumah jauh lebih bisa depresi ketimbang mereka yang sering beraktivitas diluar. Percaya dirinya sering jatuh dan hancur apalagi jika si anak di rumah tipe yang sangat ribut dan susah diatur.

Kadang depresi juga bisa berasal dari seringnya kesepian dirumah sementara biasanya banyak teman dikantor. Hal-hal merepotkan yang tidak berkesudahan seperti mengganti popok dan membereskan rumah juga bisa menjadi penyebab.Tapi jangan kuatir. Ini semua adalah bagian dari seni dan berkah menjadi orang tua. Semua ini harus benar-benar dinikmati setiap detiknya karena sangat berharga. Menjaga titipan Tuhan yang berasal dari rahim sendiri adalah pengalaman terindah yang setelah dijalani akan membuat kita bersyukur, merasa sangat beruntung, dan bahagia yang tak tergantikan sama sekali. Semua kepuasan batin itu akan otomatis menggeser kendala emosi.Banyak juga cara mengatasinya. Menjalin pertemanan baru dengan ibu-ibu di puskesmas yang memiliki masalah yang sama misalnya, adalah cara untuk menggantikan kebiasaan bersosialisasi dikantor.

Cari aktifitas untuk ibu dan bayi di gereja misalnya, juga pilihan yang baik. Membaca lebih banyak buku, dan hal-hal berguna lainnya juga bisa diselipkan ditengah kegiatan.Dan ingat, berkorban pekerjaan demi anak dirumah adalah hal mulia yang bisa membawa kedekatan tak ternilai antara ibu dan anak. Tahukah anak adalah penerus bangsa? Jika ia dididik dengan salah, maka satu orang yang salah itu cukup untuk membawa pengaruh yang salah bagi dunia ini. Tapi jika ia dididik dengan baik karena sang ibu pernah melakukan pengorbanan itu, maka hal baik siap ditabur tahunan kedepan. Jadilah ibu rumah tangga yang selalu dekat dengan Tuhan sehingga berakibat sukacita dan damai sejahtera.

Jadilah ibu yang juga selalu punya waktu untuk sang suami dengan tetap memberi yang terbaik, menjaga komunikasi, dan menjaga penampilan sehingga keutuhan dan keharmonisan keluarga tetap terpelihara. Dan tentunya dengan memilih untuk tinggal di rumah untuk anak, tentulah sudah memenuhi kategori pertama untuk seorang ibu ideal.

Keluarga 24/7

-Jawaban-
Ketika anda mendengar "waktu keluarga", anda mungkin berpikir sesuatu yang besar seperti kumpul natal atau tahun baru, atau ulang tahun pernikahan.
Tapi tahukah anda bahwa hal-hal "nggak penting" menurut anda, juga sebenarnya hal-hal yang ampuh untuk melekatkan anggota keluarga?Berikut ada lagi beberapa saran untuk menciptakan "waktu keluarga":

1. Keluar makanJika terlalu sibuk, beruntung sekali jika memiliki 3 kali saja dalam satu minggu untuk keluar makan bersama. Daripada repot, lebih baik pilih satu hari saja dalam satu minggu seperti jumat malam atau minggu siang, dimana semua anggota keluarga hadir dan menikmati makan malam bersama siluar rumah tentunya. Saya mengenal satu keluarga besar yang rutin melakukannya, dan mereka tidak pernah merasa bosan. Selalu ada tempat baru yang bisa dikunjungi makan, selalu ada teman baru yang bisa diajak makan, dan selalu ada topik baru yang bisa dibahas.

2. Jam tanpa televisiBiasakan ada waktu dimana rumah anda bebas dari suara televisi, radio, atau kesibukan sendiri lainnya dan fokus untuk berkomunikasi bersama keluarga. Biasanya ini mungkin terjadi pada waktu makan malam. Seberapa yang ada dirumah kumpul di ruang makan, dan berbincang sambil makan. Tidak ada yang sambil menonton atau mendengar radio.

3. BebersihPaling menyenangkan bila keluarga terbiasa untuk merasa "memiliki" rumah. Jika begitu, maka mereka bisa punya rasa tanggung jawab untuk membantu membersihkan rumah bersama-sama pula. Siapkan waktu 3 minggu atau satu bulan satu kali untuk membersihkan setiap sudut rumah bersama-sama. Dari menyortir, mengecat, mencabut rumput, dll. Sehat, kinclong, dan kompak!

4. Rapat keluargaSaya mengenal sebuah keluarga yang suka mengungkapkan perasaan terhadap satu sama lain selain lewat kata-kata. Mereka mengungkapkannya lewat tulisan. Mereka suka mengkritik, memuji, memberi kata membangun, atau apa saja lewat tempelan tulisan di pintu kamar atau kulkas. Dari situ, mereka kemudian menyediakan satu hari khusus untuk membahasnya. Satu hari khusus itu mereka sebut dengan rapat keluarga. Biasanya, semua anggota keluarga jadi tertarik untuk hadir di rapat sambil membawa kumpulan tulisan yang ditujukan kepada mereka. Sangat unik!

5. Berdoa bersamaSaya dibesarkan ditengah keluarga yang melakukan ini selama bertahun-tahun dan tidak berhenti hingga kini. Ketika matahari belum terbit, orang tua kami sudah bangun, membangunkan anak-anak, dan kamipun berdoa bersama. Rasanya? Luar biasa. Selain anak-anak dibiasakan untuk mengenal Tuhan sejak kecil, waktu keluarga yang satu ini benar-benar mendekatkan kami. Karena biasanya kami lanjutkan waktu beroda ini dengan berbagi masalah untuk bisa didoakan. Kami anak-anak yang tengah bertengkar pun biasanya berdamai ketika doa pagi dimulai.

Ide diatas hanya sebagian saja untuk menciptakan waktu keluarga. Anda yang paling mengenal keluarga anda dan bagaimana menyatukan mereka untuk membagi waktu tak terlupakan bersama-sama. Jadi mulailah berkreasi untuk keluarga anda sendiri. Sounds like a good idea?

Ayahku Pahlawanku

-Jawaban-
Setiap anak selalu mempunyai seorang superhero yang diidolakannya. Tapi pernahkah anda, para ayah, berpikir bahwa andalah pribadi terdekat yang sangat bisa menjadi pahlawan idola anak-anak anda?

Berikut ini beberapa tips bagi para ayah yang ingin membesarkan anak-anaknya dengan teladan yang benar dan cara yang tepat:

1. Jadilah "Role Model""Role model" adalah orang-orang yang memberi dampak yang sangat kuat terhadap tingkah laku dan nilai-nilai yang dimiliki anak-anak. Jadilah role model yang positif bagi anak-anak anda. Anak-anak melihat nilai yang anda miliki dalam kehidupan sehari-hari.

Sesuatu yang penting bagi anda menjadi sesuatu yang penting bagi mereka.Apabila anda mengutamakan pekerjaan di atas keluarga, maka secara tidak langsung anak-anak belajar bahwa keluarga bukanlah prioritas. Apabila anda memilih hobi daripada beribadah ke gereja pada hari Minggu, anak-anak akan belajar bahwa Tuhan bukanlah yang terutama.

Anda dapat mengajarkan anak-anak untuk sharing (berbagi), tetapi mereka tidak akan melakukannya apabila mereka tidak pernah melihat anda melakukannya. "Children learn what they live, because it is more caught than taught", anak-anak belajar dari apa yang mereka hidupi, karena itu lebih mudah ditangkap daripada apa yang sekedar diajarkan.

2. Pilih Alternatif Dari MaterialismeMaterialisme yang terlalu berlebihan tidak sehat bagi anak-anak, akan tetapi sebaliknya apabila orang tua selalu menekankan apa saja yang tidak boleh mereka miliki, mereka akan memberontak bahkan mungkin akan berkata, "menjadi orang Kristen sangat tidak fun."Alternatif yang paling penting atas materialisme adalah bahwa anda dapat memberi diri anda sendiri kepada anak-anak. Anak-anak sangat menghargai dan membutuhkan orang tua mereka jauh melebihi mainan yang paling indah yang ada di toko.

3. Berdoalah dan Bacalah FirmanNyaAnda tidak dapat menjadi ayah yang baik tanpa pertolongan dari luar. Tuhan akan menolong anda menjadi seorang ayah yang baik, karena itu berdoa dan membaca Firman Tuhan adalah syarat yang mutlak bagi seorang ayah. Berdoa bersama anak-anak dan mintalah dua hal ini:
Hikmat bagi anda agar dapat menjadi ayah yang baik
Agar Roh Kudus menolong dan menuntun kehidupan anak-anak


Membaca Firman Tuhan bersama anak-anak akan menanamkan batasan-batasan yang akan menolong kehidupan mereka di kemudian hari. "Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu." (Amsal 22:6)

4. Berikan Kenangan yang IndahSalah satu hadiah terindah yang bisa anda berikan adalah memenuhi benak anak-anak dengan kenangan yang menyenangkan mengenai anda dalam berbagai aspek, sebagai seorang Kristen, sebagai pemimpin rohani di rumah, sebagai suami bagi ibu mereka, sebagai teman yang menyenangkan, sebagai seorang yang selalu memenuhi kebutuhan mereka, sebagai seseorang yang mengutamakan keluarganya.Sehingga apabila kelak mereka mengingat ayah mereka, akan ada banyak cerita yang luar biasa mengenai seorang role model yang mereka kagumi dan mereka kasihi, yang mereka panggil dengan sebutan "Ayah".

5. Jadilah Pahlawan dalam Keluarga AndaKita hidup di tengah-tengah masyarakat yang memuja pahlawan. Setiap anak, terutama anak laki-laki memiliki superhero favorit mereka. Bahkan mereka seringkali membayangkan diri mereka sebagai sang superhero.

Tidakkah anda berambisi untuk menyaingi para superhero itu? Tidakkah anda bangga apabila anak anda berkata, "My father is my superhero. He is the greatest. When I grow up, I want to become like him."Bagaimana caranya? Jadikan diri anda pribadi yang paling diandalkan di rumah.

Jangan biarkan pembantu rumah tangga mengganti bola lampu yang rusak, jangan biarkan istri anda yang memompa ban sepeda anak. Lakukan hal-hal yang paling berarti bagi anak-anak, sehingga andalah orang pertama yang terlintas di benak mereka pada saat mereka memerlukan suatu pertolongan.

6. Luangkan Waktu Bersama Anak-anak AndaTantangan yang terbesar adalah memberikan waktu bagi anak-anak di tengah-tengah kesibukan anda. Banyak buku yang menawarkan solusi dengan konsep "Quality Time" (dengan memaksimalkan kebersamaan dalam waktu yang sedikit). Tetapi "Ouantity" sama pentingnya dengan "Quality" jika kita berbicara tentang memberikan waktu bagi sebuah hubungan.

Menyediakan waktu bagi anak-anak penting agar mereka mengenal anda dan begitu pula sebaliknya.

Berikut adalah area yang penting agar anda mengenal anak-anak lebih dekat:
Bagaimana perasaan anak anda tentang dirinya sendiri
Bagaimana perasaan anak anda tentang anda
Bagaimana anak anda berhubungan dengan dunia luar dan bagaimana dia melihat posisinya dalam berbagai hal
Bagaimana kebutuhan khusus atau masalah khusus mempengaruhi mereka
Apa yang anak anda pikirkan tentang Tuhan? Apakah mereka melihat diri mereka sebagi seseorang yang istimewa di mataNya?

Pada saat yang bersamaan, anda dapat menyampaikan hal-hal berikut ini secara verbal maupun non verbal (melalui perbuatan):
Ayah mencintaimu lebih dari yang bisa kamu bayangkan
Ayah tertarik pada apa yang kamu rasakan dan apa yang kamu lakukan
Ayah mau terlibat dalam hidupmu untuk menolongmu, bukan untuk ikut campur.
Ayah ada jika kamu membutuhkan nasehat, bukan karena ayah lebih pandai atau karena ayah tidak mempercayaimu, namun karena ayah telah hidup lebih lama darimu dan mempunyai pengalaman lebih lama

Yang paling ayah inginkan adalah kamu belajar untuk mengasihi Tuhan
Terakhir namun tidak kalah penting, salah satu hadiah terbesar yang dapat anda berikan kepada istri anda adalah keterlibatan anda dalam kehidupan anak-anak anda.

Ayah Adalah Standar Anak

-Jawaban-
Suatu hari anak seorang hamba Tuhan yang baru berumur sekitar 8 tahun bertanya kepada ayahnya : "Ayah, apakah suatu hari aku harus menjadi seperti ayah?". Maksudnya ialah apakah suatu hari nanti harus menjadi seorang hamba Tuhan seperti ayahnya. Hal yang menarik dari pertanyaannya adalah kita dapat mengetahui bahwa anak hamba Tuhan tersebut merasa kalau ayahnya adalah seorang hamba Tuhan maka anaknya "mestinya" menjadi hamba Tuhan juga.

Pertanyaan yang diajukan oleh anak hamba Tuhan tersebut adalah pertanyaan yang wajar, yang juga sering diajukan oleh anak-anak kecil lainnya. Bukankah kita juga sering mendengar sekelompok anak-anak kecil berbicara satu dengan yang lain, mereka saling berkata : "Aku akan menjadi insinyur seperti ayahku", termasuk juga ada anak yang berkata : "Aku akan menjadi supir bis seperti ayahku".

Figur ayah bagi anak-anak tersebut adalah figur idola, figur sumber kekaguman, figur yang ingin ditiru. Seperti ayah mereka, seperti itulah juga mereka ingin menjadi apa kelak. Dengan kata lain figur ayah mereka adalah figur standar bagi mereka. Figur ayah mereka adalah patokan bagi mereka. Seorang anak membutuhkan seorang figur sebagai patokan bagi arah hidup mereka. Baik patokan untuk hidup jasmani sehari-hari, maupun juga standar bagi kehidupan rohani mereka.

Tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa anak adalah cermin dari orang tuanya. Bila kita sering jengkel kepada anak kita karena sering bangun kesiangan sehingga sering terlambat masuk sekolah, coba kita periksa diri kita, jangan heran kalau apabila kita akan menemui hal yang sama. Apabila kita sering jengkel kepada anak kita karena kamarnya yang berantakan, cobalah kita periksa kamar kita, jangan heran apabila kita menemukan hal yang sama.

Jadi bagaimana cara memperbaiki anak kita?, agar dari sering terlambat menjadi tepat waktu, dari sering berantakan menjadi rapi?.

Jawabannya kita sudah tahu : bahwa kita sebagai ayah, kitalah yang harus berubah lebih dahulu, sehingga kalau patokannya tepat waktu dan rapi, maka wajar kalau turunanya akan berkualitas sama.

Itulah sebabnya Allah juga menyatakan diriNya sebagai Bapa kita. Karena Allah ingin agar kita semua menjadikan Dia sebagai figur standar bagi kehidupan kita. Apa yang Allah inginkan? adalah agar kita menjadi keturunan ilahi (Maleakhi 2:15). Allah mempunyai standar yang tinggi bagi anak-anakNya : mencapai kesempurnaan.

Ada kebenaran yang menarik diceritakan di Alkitab Ketika Abram (namanya belum Abraham) berada di Mesir dan Firaun menanyakan tetang istrinya Sarai, Abram menjawab bahwa Sarai itu saudaranya, sehingga hampir saja istrinya diambil oleh Firaun seandainya Tuhan tidak menolongnya (Kejadian 12). Herannya Abraham (namanya sudah Abraham) masih mengulanginya lagi ketika Abimelekh raja Gerar menanyakan tentang istrinya. Sehingga sekali lagi Tuhan campur tangan langsung menolong keluarga Abraham (Kejadian 20). Karena ayahnya seperti ini, tidak heran kalau anaknya Ishak, melakukan hal yang sama (Kejadian 26). Bahkan perlu di jelaskan bahwa ketika Abraham melakukan kedua perbuatannya tersebut, Ishak belum lahir.

Kesimpulan apa yang dapat kita tarik? adalah bahwa kualitas seorang ayah akan terimpartasikan kepada anaknya. Jadi kualitas seorang ayah akan diturunkan kepada anaknya pertama melalui keteladanan yang ditunjukkannya kepada anaknya, dan yang kedua melalui impartasi rohani kepada anaknya. Pasti setiap orang tua menginginkan anaknya menjadi orang yang baik. Untuk ini cara terbaik ialah bahwa kita sebagai orang tua harus terlebih dahulu menjadi baik. Para bapak, bagi anak-anak kitalah figur dan standar mereka.

Apa Yang Paling Anak Anda Butuhkan?

-Jawaban-
Salah satu ketakutan anak-anak saat ini dari orangtua mereka adalah menjadikan urusan anak sebagi pekerjaan temporer atau sekunder. Saat ini semakin jarang orangtua yang mau menghabiskan waktunya bersama-sama keluarga sebagai akibat kesibukan pekerjaan, akibatnya kita seringkali terfokus pada perilaku anak-anak dan tidak pada perilaku yang kita miliki. Mengapa tidak melihat perilaku Anda dari persfektif anak-anak?

Dalam sebuah survei yang dilakukan terhadap 100.000 anak-anak di ibukota, apa yang mereka paling inginkan dari orangtua mereka?

Berikut 10 jawaban yang dapat dijadikan evaluasi bagi para orangtua:

1. Anak-anak ingin orangtua mereka tidak bertengkar di depan mereka. Anak-anak cenderung melakukan apa yang orangtuanya lakukan, tidak pada apa yang mereka katakan. Bagaimana Anda mengatasi perbedaan ini? Apakah Anda tidak setuju melihat pertengkaran anak Anda? menyerang orang lain atau mempertahankan diri sendiri? Hati-hati apabila orangtua melakukannya, kemudian anak-anak akan belajar bagaimana mengatur marah dan menyelesaikan konflik dengan cara yang orangtua contohkan.

2. Anak-anak ingin orangtua memperlakukan setiap anggota keluarga sama. Memperlakukan anak sama bukan berarti memperlakukan mereka sama rata. Setiap anak memiliki keunikan dan masing-masing membutuhkan kasih sayang dan pengertian yang sama. Evaluasi hubungan orangtua dengan setiap anak.

3. Orang tua yang jujur. Pernah Anda para orangtua mengatakan sesuatu yang tidak jujur pada anak-anak? Orangtua mungkin tidak menyadari apa yang ia tengah contohkan pada anak-anaknya. Apakah orangtua mengatakan apa yang ia maksud adalah apa yang ia katakan?

4. Orangtua yang toleran pada orang lain. Ketika orangtua toleran pada orang lain, anak-anak akan belajar sabar dengan siapa aja yang berbeda dengan mereka. Dalam cara apa orang memberi contoh toleransi pada anak?

5. Orangtua yang ramah pada teman-teman mereka ketika berkunjung ke rumah. Jika pengelompokan terjadi di rumah, kemudian orangtua akan tahu dimana anak-anak berada. Pererat kebijakan pintu terbuka dan mengenal teman-teman mereka.

6. Orangtua yang membangun semangat bersama dengan anak-anak. Ketika anak-anak masuk dalam usia remaja, orang tua yang memperat semangat bersama akan memiliki pengaruh lebih besar pada anak mereka.

7. Orangtua yang mau menjawab pertanyaan anak. Pernahkah orangtua merasa bersalah ketika mengatakan, "sekarang papa/mama sibuk, kita bicaranya nanti saja." Kemudian nanti juga tidak pernah. Sisihkan waktu untuk menjawab pertanyaan anak dan ketika orangtua tidak mengetahui jawaban, akui dan menawarkan untuk mencari jawabannya.

8. Orangtua yang menanamkan disiplin ketika dibutuhkan tetapi tidak dihadapan orang lain. Jangan menanamkan disiplin dihadapan orang lain terutama teman-temannya. Anak-anak menginginkan batasan tetapi jarang orangtua yang mau mengerti. Orangtua sebenarnya harus tahu kapan dan dimana menanamkan disiplin yang tepat.

9. Orangtua yang konsentrasi pada hal yang baik alih-alih sesuatu yang lemah. Lihat anak-anak sebagai puzzle potongan gambar yang tidak komplit dan konsentrasi pada membangun menjadi gambar yang indah alih-alih menghilangakn potongan gambar tersebut. Buat daftar kelebihan-kelebihan anak Anda dan cari waktu yang tepat untuk menunjukkanya pada mereka.

10. Orangtua yang konsisten. Orangtua seringkali tidak konsisten tetapi berusahalah untuk konsisten. Keadaan tidak konsisten dapat merusak anak-anak. Anak-anak harus tahu cinta dan batasan Anda konsisten sehingga akan muncul rasa percaya pada orang tua.

Apa Yang Mereka Tulis di Blog?

-Jawaban-
Blog, atau jurnal online, merupakan perpaduan yang unik antara kehidupan pribadi seseorang dengan masyarakat luas.
Weblog, yang lebih dikenal dengan "blog", juga tidak pernah sepopuler dan menjadi pusat perhatian begitu banyak kalangan muda seperti saat ini.

Dengan blog, seseorang dapat mem-posting tulisan mereka layaknya buku harian online yang terbuka bagi teman-teman mereka dan juga masyarakat umum untuk dibaca dan diberi tanggapan. Bagaimanapun juga, banyak orang tua yang sama sekali tidak mengetahui tentang hal ini dan apa yang anak-anak mereka tuliskan di blog.Kebebasan untuk mengekspresikan diri mereka secara online, tentu menjadi daya tarik yang besar bagi generasi muda. Saat orang tua menemukan apa yang ditulis anak-anak mereka, mereka mungkin saja terkejut. Blog dapat menjadi sebuah jendela ke sisi rahasia kehidupan remaja, beberapa pergumulan seperti penyimpangan seksual, depresi, dan kelainan pola makan sering ditemukan dan bahkan sering didiskusikan secara terang-terangan.

Dalam blognya, seorang remaja menulis, "Aku menderita anoreksia tapi aku menyembunyikannya dari keluarga dan teman-temanku. Aku takut, depresi, dan merasa sendirian. Aku hanya ingin pertolongan tapi mereka yang sudah mengetahui tentang diriku tidak bisa menolongku. Aku mencari bantuan online. Kalau kamu bisa membantuku, berilah komentar dan tolong aku."Hal-hal apa saja yang ditulis remaja selain itu? Beberapa di antara mereka memasang gambar-gambar yang provokatif atau membuat foto diri mereka terlihat lebih dewasa dari yang seharusnya.

Marry Ellen Handy, seorang sukarelawan dari wiredsafety dan koordinator teknologi di sekolah menengah New Jersey, menemukan bahwa sebagian besar orang tua sama sekali tidak menyadari hal ini. "Banyak gadis yang memasang foto mereka yang terlihat menggoda... sedangkan orang tua sama sekali tidak tahu kalau hal ini terjadi. Anda berpikir anak-anak anda aman karena mereka berada di rumah, di dalam kamar mereka. Siapa yang dapat menyakiti mereka selagi anda menjaga pintu depan? Tapi internet adalah pintu yang lebih lebar dan lebih bebas dibandingkan dengan pintu depan."

Marry juga menemukan bahwa sepertiga dari murid-murid di sekolah menengah mempunyai blog, dan hanya 5% dari orang tua mereka yang mengetahuinya. Terkadang blog juga menjadi media untuk mem-posting tulisan-tulisan yang bernada kebencian, gosip, umpatan-umpatan, dan fitnah. Sebagaimana pernah diungkapkan oleh orang tua seorang anak, "Salah satu aspek yang paling mengganggu dari banyak blog remaja adalah banyaknya kata-kata tidak senonoh dan sumpah serapah yang tidak hanya ditujukan pada teman-teman sebaya mereka tapi juga kepada orang tua. Saya pikir banyak orang tua lain yang akan melihat kenyataan yang sesungguhnya jika mereka membaca sebagian dari "perkataan online" anak-anak mereka. Selain itu, bagian yang paling menakutkan adalah jika kita memikirkan kemungkinan siapa lagi para pembaca blog.

Kita tahu bahwa orang-orang pedofilia dan hiperseks menggunakan internet untuk memikat kalangan remaja. Melalui blog, mereka mendapat jalur lain untuk mendapatkan mangsa mereka. Namun, blog juga bisa menjadi salah satu media kreatif yang produktif. Blog juga merupakan jalan bagi orang-orang untuk tetap menjaga hubungan satu sama lain. Blog menawarkan pengetahuan tentang hati, jiwa, pikiran, dan kehidupan dari seseorang, namun dengan fasilitas-fasilitas yang sama, ada juga sisi gelapnya. Banyak orang tua yang mungkin tidak tahu banyak tentang teknologi seperti anak-anak mereka, namun seharusnya hal ini tidak mencegah mereka untuk mengetahui apa yang anak-anak mereka lakukan secara online. Jika anda tidak tahu bagaimana menggunakan komputer dan internet, sediakanlah waktu untuk belajar. Jangan segan untuk meminta bantuan, bahkan kepada anak-anak anda.

Salah satu guru di bidang teknologi menyarankan para orang tua untuk membimbing dan memantau penggunaan komputer anak-anak mereka. Trend online cepat sekali berubah, dan kecuali orang tua serta pemimpin lain tetap berusaha up to date dengan hal-hal yang terbaru, mereka tidak akan tahu bagaimana caranya menjagai anak-anak mereka. Jika anda melihat atau membaca sesuatu dalam blog anak remaja anda yang membuat anda prihatin, cobalah untuk membicarakannya dengan mereka. Mungkin saja itu merupakan sebagian kecil atau petunjuk dari suatu masalah yang lebih besar. Dengarkan sudut pandang mereka dari cerita itu dan jangan terburu-buru menghakimi saat anda mendekati mereka untuk membicarakan topik yang sensitif.

Ingatlah Yakobus 1:19, "Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;". Selagi anda mencoba untuk mengerti apa yang sedang terjadi dalam hidup mereka, anda akan menemukan kesempatan untuk berbagi semangat, dorongan, dan pandangan-pandangan yang mereka butuhkan untuk bertumbuh dewasa dalam pola pikir yang benar dan dalam hubungan mereka dengan Tuhan.

20080313

Doa Seorang Ayah

Senin, 10-Maret-2008; 08:36:24WIB
Oleh : Andrie Wongso

Pada masa perang dunia kedua, tepatnya bulan Mei Tahun 1952, seorang jenderal kenamaan, Douglas Mac Arthur, menullis sebuah puisi untuk putra tercintanya yang saat itu baru berusia 14 tahun. Puisi tersebut mencerminkan harapan seorang ayah kepada anaknya. Ia memberi sang anak puisi indah yang berjudul

"Doa untuk Putraku" Inilah isi puisi tersebut:

Doa untuk Putraku
Tuhanku...Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat
untuk mengetahui kelemahannya.
Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan.
Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan.
Tetap Jujur dan rendah hati dalam kemenangan.
Bentuklah puteraku menjadi manusia yang berhasrat
mewujudkan cita-citanya dan tidak hanya
tenggelam dalam angan-angannya saja.
Seorang Putera yang sadar bahwa
mengenal Engkau dan dirinya sendiri
adalah landasan segala ilmu pengetahuan.
Tuhanku...Aku mohon,
janganlah pimpin puteraku di jalan
yang mudah dan lunak.
Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan,
kesulitan dan tantangan.
Biarkan puteraku belajar
untuk tetap berdiri di tengah badai
dan senantiasa belajar untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya.
Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi,
sanggup memimpin dirinya sendiri,
sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain.
Berikanlah hamba seorang putra yang mengerti makna tawa ceria
tanpa melupakan makna tangis duka.
Putera yang berhasrat untuk menggapai masa depan yang cerah
namun tak pernah melupakan masa lampau.
Dan, setelah semua menjadi miliknya...
Berikan dia cukup rasa humor
sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh
namun tetap mampu menikmati hidupnya.
Tuhanku...Berilah ia kerendahan hati...
Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki...
Pada sumber kearifan, kelemahlembutan,
dan kekuatan yang sempurna...
Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud,
hamba, ayahnya, dengan berani berkata
"hidupku tidaklah sia-sia"
Pembaca yang budiman, Puisi yang ditulis oleh Jenderal Douglas MacArthur tersebut merupakan sebuah puisi yang luar biasa. Puisi itu adalah sebuah cermin seorang ayah yang mengharapkan anaknya kelak mampu menjadi manusia yang ber-Tuhan sekaligus mampu menjadi manusia yang tegar, tidak cengeng, tidak manja, dan bertanggung jawab atas kehidupannya sendiri.Seperti contoh sepenggal puisi di atas yg berbunyi: "Janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan." Puisi ini menunjukkan bahwa sang jenderal sadar tidak ada jalan yang rata untuk kehidupan sukses yang berkualitas.
Seperti kata mutiara yang tidak bosan saya ucapkan:
"Kalau Anda lunak pada diri sendiri,
kehidupan akan keras terhadap Anda.
Namun, kalau Anda keras pada diri sendiri,
maka kehidupan akan lunak terhadap Anda.
"Untuk itu, jangan kompromi atau lunak pada sikap kita
yang destruktif, merusak, dan cenderung melemahkan.
Maka, senantiasalah belajar bersikap tegas dan keras
dalam membangun karakter yang konstruktif, membangun, demi menciptakan
kehidupan sukses yang gemilang,, hidup penuh kebahagiaan !!!

20080306

Sepotong Tangan

Cerpen Ratih Kumala Dimuat di Republika 08/05/2007

Pagi saat istrinya tak lagi bangun dari tidur, ia menunggu cukup lama di samping perempuan tua itu. Biasanya, istrinya selalu bangun lebih dulu. Menyiapkan sarapan, sedikit berdandan, lalu jika perempuan tersebut sedang ingin memanjakan suaminya, ia akan membawa sarapan ke atas kasur. Membiarkan aroma harum kopi susu menguar ke hidung lelaki terkasihnya dan membuatnya terjaga.

Ranjang adalah tempat favorit keduanya. Tak hanya tempat mereka tidur, tetapi juga tempat panas saat terbakar asmara, hingga saat tubuh keduanya tak lagi perkasa dan ranjang menjadi dingin dan keduanya memindahkan televisi ke dalam kamar sebagai hiburan juga tumpukan buku sebagai bacaan. Ada satu yang tak pernah berubah, mereka tak pernah bosan berpegangan tangan.Tiga puluh tujuh tahun, dan tak satu anak pun yang lahir dari rahim sang istri. Mereka sudah melewati tahun-tahun saat perempuan tua itu mengutuki dirinya sendiri. Ada saat sang istri tak hendak melepas genggaman suaminya, mengikuti ke mana pun lelaki itu pergi. Kekhawatirannya akan kemungkinan lelaki itu berpaling ke perempuan yang lebih muda -dan lebih subur- sempat membuncah.

Toh lelaki itu tetap membiarkan istrinya menggenggam tangannya, membuat cincin kawin keduanya beradu, menjadikan tangan mereka basah keringat, dan lelaki itu justru lebih erat lagi menggenggam tangan istrinya.Tahun-tahun berlalu, mereka sedikit demi sedikit mengubur impian purba mereka. Tak ada anak. Selanjutnya, entah dari mana atau kapan atau bagaimana tepatnya, rumah mungil mereka telah penuh dengan kucing. Padahal dulu, mereka selalu berpikir bahwa bulu kucing tak baik bagi pernapasan anak. Kini kucing-kucing betah berkumpul di rumah itu. Tak satu pun kucing yang datang diusir, semua bebas datang."Aku akan berlangganan susu lebih banyak untuk kucing-kucing itu," ujar sang istri pada suatu hari.

Dan, hingga pagi saat perempuan itu tak lagi bangun dari tidurnya, tukang susu masih mengantar dua krat susu segar dalam botol yang ia letakkan di depan pintu. Kucing-kucing juga masih mengeong seakan menuntut minuman pagi mereka. Sang suami juga masih menunggu istrinya bangun. Matahari menyelipkan sinarnya, menjatuhkan terangnya ke wajah perempuan tua itu.Lelaki itu merasa damai melihat wajah istrinya. Ada rasa syukur yang menyelip di hatinya karena memiliki perempuan itu dalam hidupnya dan ia tak ingin berpisah. Tapi lama ia menunggu, perempuan itu tak kunjung membuka mata, sedang kucing-kucing mengeong semakin santer menuntut susu mereka. Maka digenggamnya tangan perempuan itu. Dingin menjalar di antara tangannya yang keriput.Lelaki itu tersentak. Ia mulai curiga, ada yang salah pada perempuan terkasihnya. Kemudian dia mengguncangkan tubuh tak bernyawa itu dengan lembut. Tetapi ia tak kunjung bangun, ia mengguncang tubuh perempuan itu lebih keras.

Tetapi mata tuanya tetap tak terbuka. Lalu disentuhnya wajah istrinya, dingin kembali menjalar di antara kulitnya yang tak kenyal. Ia tak merasakan napas dari hidung istrinya. Saat itulah dia tahu, bahwa di rumah itu kini tinggal dirinya dan kucing-kucingnya. Tangisnya pecah.Pagi saat lelaki tua itu tahu bahwa istrinya telah meninggal dalam tidurnya dan tak hendak bangun lagi, ia memeluk erat-erat tubuh perempuan itu. Dia menangis hebat sambil tak henti memanggil-manggil nama istrinya. Kucing-kucing terus mengeong-ngeong, seperti mencoba membangunkan tuannya.

Menjelang siang, lelaki itu keluar dari kamarnya. Mengamati ruangan yang kini terasa kosong. Kucing-kucing bersebaran di sekitar ruangan. Tak ada kopi susu hangat, tak ada telur orak-arik, tak ada istrinya. Sejenak, dua jenak, beberapa jenak, lelaki itu bingung akan apa yang musti dilakukannya kini. Ia baru menyadari, bahwa selama ini istrinyalah yang mengurus dirinya. Membuatkan makanan, mengingatkannya untuk segera mandi.Kini dia betul-betul tak tahu apa yang akan dilakukannya. Dilihatnya istrinya, yang masih dengan gaun tidur dan tergeletak dengan mata terpejam di ranjang. Ia berpikir keras, ia belum pernah menangani orang mati. Lalu menghampiri istrinya dan menggenggam tangan dingin perempuan itu, menyiumnya berkali-kali, menangis lagi.Lelaki itu akhirnya memutuskan akan meminta tolong seseorang. Ia ganti baju, keluar rumah. Dilihatnya kucing-kucing berkumpul di depan pintu masuk. Salah satu kucing sudah menjatuhkan botol susu hingga pecah dan mereka mengerumuminya, menjilatinya.Lelaki itu akan keluar dan minta tolong seseorang, tetapi pertama-tama ada yang harus dia lakukan terlebih dulu karena tak mungkin dia sanggup bepergian sendirian.

Selama ini dia selalu bepergian dengan istrinya, saling berpegangan tangan. Dia menuju gudang. Mengambil gergaji mesin lalu kembali ke kamar."Sayang, kita harus keluar dan cari pertolongan," katanya. Ruangan gemuruh suara gergaji mesin saat lelaki itu menekan tombol 'on'. Diraihnya lengan kanan istrinya, jari manisnya masih berhias cincin perkawinan. Lelaki tersebut mulai menggergaji tangan istrinya tepat di siku.

Ia -dan lengan istrinya- kini siap pergi keluar mencari pertolongan untuk menangani orang mati.Ia meninggalkan kucing-kucing dan rumah yang pintunya tak dikunci. Bahkan jendela-jendela pun belum dibuka tirainya. Jujur saja, lelaki itu tak benar-benar tahu ke mana ia akan pergi. Ia hanya tahu, bahwa ia harus pergi dan minta tolong orang lain untuk mengurus kematian."Sayang, kita akan ke mana?" tanyanya pada lengan istrinya."Aku tahu, kita ke rumah adikmu saja, ya?"Saat dia tiba, anak-anak adik iparnya yang tadinya hendak menyambut kedatangannya dengan ceria, tiba-tiba berteriak keras dan masuk ke rumah menemui ibunya, mengadu bahwa paman mereka datang membawa sepotong tangan.

Lelaki itu terpaksa memencet bel berkali-kali agar dibukakan pintu. Mendengar anak-anaknya mengadu demikian, adik ipar membawa pentungan sambil membuka pintu. Ia mengintip sejenak dari jendela. Memang betul apa yang dikatakan anak-anaknya: paman mereka datang dengan membawa sepotong tangan.Pintu dibuka, adik ipar gemetar, "A... ada apa?"Ia menyembunyikan pentungan di balik punggungnya. Anak-anaknya mengintip dari ruang sebelah. "Tolong, istriku meninggal. Bisakah kau bantu menguburnya?" ia memohon sambil menangis. Tangannya tak lepas menggenggam lengan istrinya.

Demi melihat pemandangan itu, perempuan itu berteriak keras-keras seraya memukul-mukulkan pentungannya ke arah yang tak menentu. Lelaki itu kebingungan. Keributan terjadi. Orang-orang berkumpul, semua tersentak melihat pemandangan: laki-laki tua pingsan dengan sepotong tangan tergeletak di sebelahnya.Saat tersadar, lelaki itu sudah berada di kantor polisi. Para wartawan mengerumuninya. Mereka memberitahunya bahwa mayat istrinya.

Mereka telah memeriksa rumahnya dan menemukan mayat istrinya tergeletak tanpa tangan kanan. Wartawan bahkan sudah menyiapkan berita: 'Seorang Kakek Memotong Tangan Kanan Istrinya Hingga Tewas.' Sebuah berita pembunuhan."Tidak!" sanggahnya, "aku memotong lengan istriku saat ia sudah meninggal karena aku harus cari pertolongan."

Air matanya menetes."Lalu kenapa kamu tak pergi sendiri? Kenapa harus memotong tangan istrimu segala?"Introgasi itu berlangsung melelahkan. Polisi mengetik setiap pengakuannya."Aku selalu ke mana-mana dengan istriku. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan tanpa dia. Karena membawa mayat sangat berat, dan aku tak ingin menakut-nakuti orang, maka aku membawa tangannya saja," jelasnya.

Keluarga besar mendiang istrinya tak percaya pada penjelasannya yang terdengar aneh. Mereka menangis keras-keras atas kematian anggota keluarga mereka yang tragis, dan merasa kasihan atas kemalangan perempuan itu, sebab telah menikah 37 tahun dengan laki-laki gila."Aku tidak gila!" lelaki itu menyanggah. "Aku hanya ingin memakamkan istriku dengan layak tapi tak tahu harus berbuat apa. Aku bingung tanpa istriku," wajahnya sangat sedih, air matanya mengalir. Orang-orang tetap tak percaya.Seorang petugas polisi memasuki ruangan, membawa hasil otopsi, untuk dibacakan di depan semua.

Tiba-tiba, seorang gadis kecil, keponakan lelaki itu, maju ke kerumunan dan bertanya, "Paman, kenapa paman memotong tangan bibi? Sekarang bibi jadi meninggal."Semua wartawan memerhatikannya. Mengarahkan kamera dan mikrofon ke gadis kecil itu. Gadis itu adalah anak terkecil adik iparnya yang paling muda."Aku tidak memotong tangannya sebelum dia meninggal, Nak. Tak mungkin aku tega berbuat begitu. Aku sangat menyintai bibimu.

Aku memotongnya setelah dia meninggal.""Kenapa dipotong?" tanyanya lugu."Karena aku tak bisa hidup tanpa dia, Nak. Aku tak tahu apa yang harus kuperbuat tanpa dia. Aku tak mungkin pergi cari bantuan dengan membawa mayatnya, terlalu berat untukku. Maka aku memutuskan untuk membawa tangannya saja. Sebab, aku butuh kekuatan dari perempuan yang sangat kucintai. Aku ingin menggenggam tangannya agar aku kuat."Ruangan henyap.

Tak ada yang berbicara, tak terdengar mesin ketik berbunyi, tak terdengar suara kamera memotret. Keponakan kecil itu memandangi pamannya, dan berkata, "jika aku punya suami kelak, aku ingin yang seperti paman."Lalu, terdengar bisik-bisik suara hati di ruangan itu: Ya, aku ingin laki-lakiku memotong tanganku.***

20070723

Pasangan Hidup.. Mitos & Fakta (23-07-2007)

Banyaknya masyarakat yang mempelajari manajemen keuangan keluarga dari sumber-sumber yang kurang kredibilitasnya. Maka, kami merasa perlu untuk berbagi pengalaman dan ilmu berkenaan dengan fakta dan mitos dalam hal pasangan hidup dan uang.
Mitos 1: Bila kita saling mencinta, kita tidak akan bertengkar karena uang.
Fakta 1: Uang hanya sedikit atau tidak ada kaitannya dengan cinta ... dan banyak berkaitan dengan berapa banyak Anda bertengkar.
Cinta tidak ada sangkut pautnya dengan pandangan seseoarang terhadap uang. Tidak perduli bila Anda mencintai pasangan Anda sepenuh hati dan melebihi siapa pun. Bila Anda gagal dalam meyepakati berbagai nilai-nilai yang berkaitan dengan kebiasaan keuangan pasangan Anda, maka Anda akan dihadapi dengan berbagai masalah di kemudian hari berkaitan dengan keuangan keluarga.
Cinta bisa menjadi dasar yang kokoh dari hubungan suami istri tapi bukan merupakan hal yang absolut. Akan tetapi untuk mempertahankan pernikahan diperlukan lebih dari hanya cinta, dibutuhkan banyak pengertian. Menurut hemat kami Ada beberapa fakta yang sebaiknya Anda ketahui berkenaan dengan cara pandang Anda dan pasangan Anda terhadap uang:
1. Bagaimana Anda menggunakan atau membelanjakan uang Anda tidak ada hubungannya dengan berapa dalam cinta antara Anda berdua.2. Possibility bahwa Anda dibesarkan dalam lingkungan yang berbeda berkaitan dengan uang lebih besar.3. Anda melihat dan memiliki nilai-nilai yang berbeda berkaitan dengan uang.4. Anda berdua relatif memiliki kebiasaan membelanjakan uang yang berbeda.
Itulah beberapa perbedaan mendasar berkaitan dengan cara pandang atau nilai-nilai yang yang Anda miliki berkaitan dengan uang. Bila Anda berdua sekarang ini dihadapi dengan pertengkaran akan hal keuangan keluarga, itu merupakan hal yang normal. Dalam hal ini maka yang Anda butuhkan bukannya tingginya tingkat pendidikan Anda atau kecerdasan Anda dalam hal keuangan akan tetapi yang Anda butuhkan hanyalah aksi positif dari Anda berdua. Dan membicarakan nilai-nilai yang Anda miliki berkaitan dengan keuangan keluarga menjadi sangat penting dan merupakan awal dari suatu proses perjalanan panjang keluarga.
Mitos 2: Untuk memperoleh uang dibutuhkan dana (uang).
Fakta 2: Dibutuhkan hanya sedikit uang untuk memperoleh uang ... yang dibutuhkan hanyalah kesabaran dan disiplin.
Berpikir investasi, masyarakat kita pada umumnya selalu saja merasa kekurangan. Maksudnya, mereka selalau saja mencari alasan untuk tidak menyisihkan uang bulanan yang didapatnya dengan berbagai alasan dari keterbatasan pemasukan sampai besarnya pengeluaran bulanan. Ini sudah menjadi hal yang umum, di mana masyarakat kita sangat rendah tingkat menabungnya. Pada umumnya masyarakat berpikir bahwa, untuk menghasilkan uang dibutuhkan uang yang besar.
Dengan pola dollar cost averaging, individu melakukan investasi secara berkala dan berkesinambungan dengan dana yang terbatas. Membangun atau mengembangkan kekayaan hanyalah permainan angka dan aturan mainnya tidak banyak berubah selama ini. Dengan modal investasi hanya Rp100.000 per bulan, bila diinvestasikan pada investasi yang menghasilkan tingkat pengembalian cukup tinggi dan dalam waktu yang cukup panjang dapat menghasilkan angka atau jumlah yang besar. Di sini pelajarannya adalah disiplin dan kesabaran.
Sebagai illustrasi kami mencoba untuk memberikan gambaran mengenai investasi secara berkala dan berkesinambungan dengan modal investasi terbatas. Kata kuncinya di sini adalah “berkala dan berkesinambungan”.
Berapa sih dana yang dibutuhkan serta jangka waktu investasi yang memadai untuk menghasilkan dana Rp1 miliar? Asumsi tingkat pengembalian adalah 15 persen, maka dibutuhkan dana sekitar Rp32.000 per bulan selama 40 tahun untuk dapat menghasilkan dana Rp1 miliar. Wah terlalu panjang. Bagaimana bila hanya dalam waktu 30 tahun, maka investasi bulanan yang harus Anda sisihkana berkisar Rp143.000. Bagaimana bila waktu yang Anda inginkan lebih pendek lagi misalnya 20 tahun? Dengan asumsi tingkat bunga sama 15 persen maka Anda membutuhkan dana sekitar Rp660.000 per bulan. Bagaimana pula bila Anda menginvestasikannya di instrumen investasi yang memberikan tingkat pengembalian yang lebih tinggi lagi? Misalnya 20 persen, maka investasi yang Anda butuhkan juga menurun perbulannya dengan jangka waktu yang sama.
Kemudian Anda berpikir, bagaimana kita dapat menyisihkan sekitar Rp700.000 per bulan, sedangkan penghasilan kita terbatas atau minim? Sekarang coba kita telusuri. Kebutuhan investasi sekitar Rp700.000 per bulan, berapa besar yang harus disisihkan tiap harinya? Sekitar Rp28.000 dengan asumsi sebulan 25 hari kerja. Jadi kita mencoba menghitungnya berdasarkan jam waktu kerja yang Anda gunakan karena setiap harinya Anda relatif makan siang di kantor bersama rekan-rekan Anda dan pengeluarannya tidak kurang dari Rp20.000 per hari. Bagaimana Anda mencoba untuk membawa makanan dari rumah sehingga dana alokasi untuk makan siang di kantor dapat dialokasikan untuk investasi jangka panjang. Bila Anda memperhatikan kafe-kafe sekarang ini, masyarakat kita sudah sangat terbiasa. Mungkin Anda melakukannya dua kali seminggu dan setiap kali Anda masuk tidak kurang biaya yang harus dikeluarkan berkisar Rp50.000. Jadi dengan 2 x Rp50.000 seminggu maka sebulan Anda mengeluarkan dana sekitar Rp400.000. Bila Anda gabungkan di mana Anda membawa bekal untuk makan siang di kantor secara berkala (tidak setiap hari) dan mencoba untuk mengurangi ke kafe, misalnya menjadi satu kali dalam satu minggu, maka kami berkeyakinan dengan penghasilan Anda sekarang Anda tidak harus mengikatkan pinggang untuk dapat menyisihkan dana Rp700.000 per bulan.
Dua minggu yang lalu kita sudah memaparkan dua mitos keuangan, pertama hubungan cinta dan keuangan dan kedua adalah membangun kekayaan bisa dimulai dengan nilai investasi yang minimal. Berikut mitos-mitos keuangan lainnya:
Mitos 3: Penghasilan kita yang terbatas, mengakibatkan kita tidak dapat berinvestasi
Fakta 3: Setiap orang berpenghasilan cukup untuk dapat berinvestasi.
Banyak individu merasa selalu saja kekurangan. Dan selalu berharap bila saja saya dapat menghasilkan lebih besar lagi setiap bulannya, saya dapat mengatur keuangan dan menginvestasikannya untuk masa depan. Tapi begitu penghasilan Anda dinaikan berdasarkan performa kerja Anda yang baik, maka Anda akan mengeluhkan hal sama, di mana merasa tetap kekurangan karena besarnya pengeluaran. Ini merupakan masalah klise setiap keluarga (orangtua). Bila Anda coba tanyakan kepada pasangan suami istri mengapa mereka tidak menyisihkan dana setiap bulannya dan diinvestasikan untuk masa depan, mereka akan selalu menjawab karena penghasilan kami terbatas (tidak cukup penghasilan kami sekarang). Kebenarannya adalah, masalah yang timbul dalam keuangan pasangan suami istri bukannya berapa besar penghasilan mereka, akan tetapi permasalahannya adalah kebiasaan pengeluaran mereka.
Bila Anda mencoba untuk menghitung penghasilan Anda berdua dari bekerja, misalkan Andi berpenghasilan Rp5.000.000 per bulan. Dan Susi, istrinya berpenghasilan Rp2.000.000 per bulan. Maka setiap bulannya Anda sekeluarga menghasilkan dana sebesar Rp7.000.000. Bila dihitung selama 20 tahun masa kerja Anda berdua maka total pengahasilan Anda berdua tidak kurang dari Rp1,6 miliar. Jadi sekarang yang harus Anda masukkan dalam pikiran Anda bahwa penghasilan yang Anda hasilkan dari jerih payah setiap bulan bukannya merupakan penghasilan untuk dibelanjakan akan tetapi merupakan penghasilan untuk dialokasikan guna kebutuhan sekarang dan masa datang.
Mitos 4: Bila kita membicarakan masalah keuangan, semuannya akan berjalan baik seperti adanya.
Fakta 4: Bila Anda berdua tidak memulai untuk membicarakan masalah keuangan keluarga, maka kemungkinan Anda hidup kekurangan di hari tua menjadi mungkin.
Komunikasi keluarga antara suami dan istri terkadang sangat kurang, di mana suami hanya sibuk bekerja mencari uang dan istri dengan kesibukannya sendiri mengurus rumah tangga. Apalagi bila membicarakan masalah keuangan keluarga jarang sekali kami temui di mana pasangan suami istri memiliki pandangan mengenai keuangan yang saling mengisi satu dengan yang lain. Membicarakan uang, tidak merupakan hal biasa bagi keluarga Indonesia pada umumnya. Perasaan takut dan tabu sering kali timbul bila kita ingin membicarakan keuangan keluarga. Padahal keuangan keluarga tidak ada bedanya dengan sebuah perusahaan. Di mana ada pemasukan dan pengeluaran. Sehingga alokasi yang tepat dan sesuai dengan tujuan masa datang menjadi prioritas utama. Sehingga menurut hemat kami semua keluarga atau pasangan suami istri sebaiknya berkomunikasi satu dengan yang lainnya untuk membicarakan berbagai alternatif prioritas yang akan dicapai di masa datang.
Jadi, kita harus memulai dari mana sekarang? Itu pertanyaan mudah, seperti halnya berbagai aspek kehidupan, tempat untuk memulai menata keuangan keluarga anda adalah dari rumah. Lebih spesifik lagi, Anda dan pasangan anda harus belajar untuk membicarakan segala hal berkaitan dengan keuangan keluarga. Mengapa kami mengatakan demikian? Karena sebagian besar masyarakat kita sangat “tabu” untuk membicarakan masalah keuangan. Sedikit dari kita yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang secara bebas menceritakan permasalahan keuangannya. Sehingga, secara umum masyarakat kita tumbuh dengan sedikit atau tanpa pengetahuan tentang keuangan termasuk di dalamnya bagaimana membicarakan permasalahan keuangan dalam keluarga.
Fakta bahwa masyarakat kita masih sangat “tabu” membicarakan keuangan dalam keluarga adalah sebuah tragedi. Bila Anda bekerja bersama dalam keuangan keluarga, Anda akan mendapatkan hasil yang berlipat. Demikian juga sebaliknya. Secara umum, dua kepala lebih baik dari hanya satu kepala. Apa pun tujuan spesifik keuangan Anda dan keluarga di masa datang, adanya seorang partner, bekerja bersama Anda, memberikan dukungan dan ide-ide, membuat proses pencapain semua tujuan keuangan menjadi sangat menyenangkan.
Banyak masyarakat begitu menikah, merasa bahwa mereka mengetahui berbagai pandangan atau perasaan pasangan satu sama lain. Membicarakan pandangan pasangan Anda mengenai uang menjadi sangat diperlukan. Semua ini sangat tergantung dengan di mana mereka dibesarkan. Bila Anda dibesarkan di keluarga dengan sistim keterbuakaan berkenaan dengan uang, maka dengan sangat mudah ia juga dapat membicarakan berbagai hal berkaitan dengan uang. Tapi bila Anda dibesarkan dalam lingkungan yang tidak atau jarang sekali membicarakan keuangan atau uang dalam pembicaraan keluarga, maka dengan begitu, ia akan sangat tertutup dan “tabu” membicarakan masalah yang satu ini. Jadi menurut hemat kami, sudah sebaiknya Anda belajar kembali untuk memahami atau mencoba memngerti perasaan atau pandangan pasangan Anda masing-masing berkenaan dengan uang. Dengan mengenal perasaan dan pandangan pasangan Anda maka akan memudahkan Anda untuk merencanakan keuangan masa depan. Dan selama proses perencanaan itu dilaksanakan Anda juga merasakan kegembiraan, tanpa ada rasa terpaksa.
Semoga berbagai mitos dan realita yang kami jabarkan diatas dapat membantu Anda melihat dan mempertimbangkan, apakah perspektif Anda berkenaan dengan keuangan sudah tepat. Dengan mengetahui dan mempelajari segala hal berkenaan dengan keuangan keluarga akan banyak membantu Anda melihat dan merencanakan keuangan keluarga untuk masa yang datang.