Akhir-akhir ini sering diulas di televisi tentang kemasan plastik yang berbahaya. Coba kita perhatikan di sekitar kita, sudah dipenuhi dengan sampah plastik yang tentunya sangat sulit untuk didaur ulang. Kita juga sering menjumpai berbagai macam plastik mulai dari tas kresek dengan berbagai macam warna ( merah, putih, hitam dll), toples tempat makanan, botol air minum, botol susu, gantungan baju, compact disk (CD), pipa paralon dll yang semuanya itu mengandung plastik juga kan???
Tentunya kita sebagai manusia awam tidak tahu mana plastik yang aman dan yang tidak aman. Tetapi ternyata sudah diatur dan ditetapkan secara internasional sehingga di negara manapun di dunia ini menggunakan kode dan simbol yang sama. Namun sayang masih banyak yang belum mengetahui seperti apa kode dan simbol tersebut. Bagi manusia awam kode dan simbol tersebut sangat penting untuk diketahui karena berkaitan dengan jenis bahan serta cara dampak pemakaiannya.
Kode ini dikeluarkan oleh The Society of Plastic Industry pada tahun 1998 di Amerika Serikat dan diadopsi oleh lembaga-lembaga pengembangan sistem kode, seperti ISO (International Organization for Standardization).
Secara umum tanda pengenal plastik tersebut:
1. Berada atau terletak di bagian bawah
2. Berbentuk segitiga
3. Di dalam segitiga tersebut terdapat angka
4. Serta nama jenis plastik di bawah segitiga
Tanda pengenal plastik itu dibagi menjadi 7 buah kelompok. Serta 3 tambahan sehingga
totalnya ada 10 buah. Tanda-tanda plastik tersebut adalah:
JENIS KE 1:
Tanda ini biasanya tertera logo daur ulang dengan angka 1 di tengahnya
serta tulisan PETE atau PET (polyethylene terephthalate) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol plastik, berwarna jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. BOTOL JENIS PET/PETE ini direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI. Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker) dalam jangka panjang.
JENIS KE 2:
Umumnya, pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 2 di tengahnya, serta tulisan HDPE (high density polyethylene) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, kursi lipat, dan lain-lain. HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya. Sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.
JENIS KE 3:
Tertera logo daur ulang (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di tengahnya, serta tulisan V. V itu berarti PVC (polyvinyl chloride), yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan. Sebaiknya kita mencari alternatif pembungkus makanan lain (bukan bertanda 3 dan V) seperti plastik yang terbuat dari polietilena atau bahan alami (daun pisang misalnya).
JENIS KE 4:
Tertera logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya, serta tulisan LDPE. LDPE (low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic/dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek.
Sifat mekanis jenis plastik LDPE adalah
1. Kuat,
2. Agak tembus cahaya,
3. Fleksibel dan permukaan agak berlemak.
4. Pada suhu di bawah 60oC sangat resisten terhadap senyawa kimia,
5. Daya proteksi terhadap uap air tergolong baik,
6. Kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen. 7. Plastik ini dapat didaur ulang, baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat, dan memiliki resistensi yang baik terhadap reaksi kimia.
Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.
JENIS KE 5:
Tertera logo daur ulang dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan PP. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap. Jenis PP (polypropylene) ini adalah pilihan bahan plastik terbaik, terutama untuk tempat makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Carilah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman.
JENIS KE 6:
Tertera logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan PS. PS (polystyrene) ditemukan tahun 1839, oleh Eduard Simon, seorang apoteker dari Jerman, secara tidak sengaja. PS biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain. Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang. Pun bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama. Bahan ini dapat dikenali dengan kode angka 6, namun bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga, dan meninggalkan jelaga.
JENIS KE 7:
Tertera logo daur ulang dengan angka 7 di tengahnya, serta tulisan OTHER. Untuk jenis plastik 7 Other ini ada 4 jenis, yaitu :
1. SAN – styrene acrylonitrile,
2. ABS - acrylonitrile butadiene styrene,
3. PC - polycarbonate,
4. Nylon
Dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan. SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan. Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa.
Plastik dengan jenis 7 yaitu SAN dan ABS merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan dalam kemasan makanan ataupun minuman. Bagaimana jenis plastik dengan kode 7 serta tulisan PC? PC – atau nama Polycarbonate dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita (sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula.
Dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas. Dianjurkan tidak digunakan untuk tempat makanan ataupun minuman. Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan, entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air mendidih atau air panas.
Apakah yang Dapat Kita Peroleh dari Informasi SIMBOL PLASTIK Tersebut?
1. Harus bijak dalam menggunakan plastik, khususnya kode 1, 3, 6, dan 7 (PC), seluruhnya memiliki bahaya secara kimiawi. Gunakan hanya sekali pakai!
2. Akan aman bila menggunakan plastik dengan kode 2, 4, 5, dan 7 (SAN atau ABS)
Satu lagi yang perlu diwaspadai dari penggunaan plastik dalam industri makanan adalah kontaminasi zat warna plastik dalam makanan contohnya kita sering membeli gorengan di pinggir jalan, suka minta sama penjualnya yang panas lalu setelah digoreng dimasukkan ke kantong kresek hitam. Ternyata zat pewarna hitam ini kalau terkena panas, bisa terurai, terdegradasi menjadi bentuk zat radikal beracun yang berbahaya bagi kesehatan terutama dapat menyebabkan sel tubuh berkembang tidak terkontrol seperti pada penyakit kanker. Makanya mulai sekarang sebisa mungkin hindari membungkus makanan dengan tas kresek ya! Terutama makanan yang masih panas. Demi panjang umur…. hehehe…. dan tips buat kita semua bagi para orang tua yang masih memerlukan botol susu untuk putra-putrinya:
1. Pilih dan gunakan botol susu bayi berbahan kaca, atau plastik jenis 4 atau 5.
2. Gunakanlah cangkir bayi berbahan stainless steel, atau plastik jenis 4 atau 5.
3. Untuk dot, gunakanlah yang berbahan silikon, karena tidak akan mengeluarkan zat karsinogenik sebagaimana pada dot berbahan latex.
4. Cegah penggunaan botol susu bayi dan cangkir bayi (dengan lubang penghisapnya) berbahan jenis 7 PC (polycarbonate),
5. Jika penggunaan plastik berbahan polycarbonate tidak dapat dicegah, janganlah menyimpan air minum ataupun makanan dalam keadaan panas.
Hindari penggunaan botol plastik untuk menyimpan air minum (biasa digunakan untuk tempat air putih didalam kulkas). Jika penggunaan botol plastik berbahan PET (kode 1) dan HDPE (kode 2), tidak dapat dicegah, gunakanlah hanya sekali pakai dan segera dihabiskan. Gantilah dengan botol stainless steel atau gelas/kaca.
Cegahlah memanaskan makanan yang dikemas dalam plastik, khususnya pada microwave oven, bungkuslah terlebih dahulu makanan dengan daun pisang atau kertas sebelum dibungkus dengan plastik pembungkus ketika akan dipanaskan di mocrowave oven.
Cegah menggunakan kemasan plastik untuk mengemas makanan berminyak atau berlemak. Cobalah untuk mulai menggunakan kemasan berbahan kain untuk membawa sayuran, makanan, ataupun belanjaan. Cegah penggunaan piring dan alat makan plastik untuk masakan. Gunakanlah alat makan berbahan stainless steel, kaca, keramik, dan kayu.
Bahan Plastik yang Aman
Sebelum membeli makanan atau minuman, masyarakat seharusnya memilih kemasan plastik yang aman digunakan. Untuk mengetahui bahan plastik yang aman digunakan, lihatlah nomor-nomor yang tertera pada kemasan.
Nomor itu biasanya berada di dalam segitiga tanda panah melingkar dibagian bawah kemasan. Setiap nomor menunjukkan bahan yang digunakan.
Nomor 1: Polyethylene terephtalate (PTE atau PETE), biasa digunakan mengemas air minum, minuman ringan berkarbonasi, jus buah-buahan, minyak goreng, saus, jeli, selai.
Nomor 2: High density polyethylene (HDPE), biasa digunakan untuk mengemas susu, yogurt, & botol galon air minum
Nomor 4: Low density polyethylene (LDPE), biasa digunakan sebagai plastik kemasan rapat (cling wrap), pengemas roti, makanan beku dan botol plastik yang dapat ditekan.
Nomor 5: Polypropylene (PP), biasa digunakan untuk mengemas sup, saus tomat dan margarin.
Diantara jenis plastik tersebut yang relatif paling aman dan telah mengalami uji dan evaluasi badan pengawasan obat dan makanan Amerika Serikat (FDA) adalah PET (nomor 1).
Jadi, bila botol air minum kita bertanda nomor 1, berarti terbuat dari PET & plastik itu aman untuk kemasan makanan atau bersifat food grade.
Menurut Dosen Dept Ilmu & Tek Pangan IPB, Dr. Yadi Haryadi, Msc, sebenarnya penggunaan botol plastik, khususnya botol plastik PET, secara berulang-ulang tidak menjadi masalah. Syaratnya, setiap akan dipakai atau diisi ulang, botol-botol tersebut harus dicuci bersih memakai sabun dan dikeringkan dahulu.
Bahan Plastik Yang Tidak Aman…!!!
Berikut adalah jenis plastik yang penggunaannya tidak diperbolehkan untuk bahan pangan karena mengandung bhn berbahaya yg dpt berpindah ke makanan.
Nomor 3: Polyvinyl chloride (PVC atau disebut vinil). Plastik ini sering dibuat cling wrap. Sering juga dipakai untuk wadah kue kering atau cokelat. Ada juga botol plastik yang dapat ditekan (untuk pengeluaran
bahan) terbuat dari PVC.
Nomor 6: Polystyrene (PS), sangat dikenal konsumen dlm bentuk kemasan stereofom seperti yang digunakan untuk mengemas buah & sayuran di toko-toko swalayan.
Nomor 7: Jenis plastik lainnya, terutama polycarbonate. Plastik ini mengandung bisphenol-A yang berbahaya dan dapat bermigrasi. Plastik ini tahan suhu tinggi. Ada yang menggunakan sebagai botol susu bayi dan alat-alat makan (sendok, garpu, pisau) plastik.
Hindari Panas & Minyak
Penggunaan plastik untuk membungkus makanan juga perlu diwaspadai. Hindari memanaskan makanan dengan wadah atau bungkus yang terbuat dari plastik dalam microwave.
Hindari menggunakan tempat dari bahan plastik untuk menaruh makanan panas, apalagi berminyak, dalam microwave. Menurut Yadi, beberapa studi menunjukan migrasi komponen plastik ke dalam bahan pangan selama pemanasan atau pada suhu tinggi semakin besar.
Kita juga sering melihat pedagang makanan menggunakan plastik untuk membungkus makanan tersebut dalam keadaan panas. Menurut Yadi, cara ini sangat beresiko karena kantong plastik yang digunakan tidak jelas asal usulnya. Migrasi bahan berbahaya dapat saja terjadi jika plastik tersebut bukan plastik berlabel food grade.
Karena kurangnya pengetahuan, kita tidak dapat menyalahkan pedagang kecil. Yadi menyarankan, jika akan membeli makanan panas, berminyak, atau berkuah, sebaiknya membawa sendiri wadah yang aman dari rumah.
Kesimpulan :
Plastik sangat berbahaya jika terkena air / makanan yang panas.
Jangan masak atau ngambil nasi di magic jar memakai centong yang terbuat dari plastik.
Pakai peralatan plastik yang ada tanda food grade-nya
20090901
HATI-HATI DENGAN BOTOL BAYI ANDA
Diposting oleh Editor
20080404
Jinakkan Monster di Rumah
-Jawaban-
Hari-hari ini, televisi telah berubah menjadi monster yang mengerikan bagi anak-anak di rumah anda. Monster ini tidak perlu dibunuh, tapi hanya perlu dijinakkan supaya berubah menjadi sesuatu yang membawa keuntungan bagi orang tua maupun anak.
Siapa yang bertugas menjinakkannya? Anda!
1. Cara pertama untuk menjinakkan televisi terhadap anak ialah tidak menjadikannya sebagai baby sitter di rumah. Banyak orang tua yang meninggalkan anak-anak di rumah hanya dengan pembantu, sehingga televisi menjadi "orang tua" bagi mereka. Tak heran jika dalam waktu singkat, anak mengucapkan atau melakukan sesuatu yang mengejutkan atau bahkan mengerikan. Karena itu, selalu sediakan waktu untuk anak di rumah.
2. Jika anda tipe orang tua yang selalu punya waktu untuk anak, ketahuilah acara apa saja yang jadi favorit anak anda dan apa isi acara tersebut. Sebisa mungkin tonton acara tersebut bersama dengan mereka.
3. Jangan pernah letakkan televisi di kamar anak anda karena anda tidak akan pernah bisa memonitor tontonan anak dan anak akan cenderung menghabiskan waktu lebih banyak di dalam kamar ketimbang di ruangan lain karena pengaruh televisi tersebut.
4. Tetapkan peraturan standar menonton televisi di rumah anda. Contohnya, jam berapa anak boleh menonton televisi? Bolehkan menonton jika PR belum dikerjakan? Berapa jam anda boleh menonton?. Walaupun peraturan seperti ini terdengar kaku, tapi hasilnya bagi perkembangan mental dan disiplin anak sangatlah baik.
5. Sering-sering bicarakan dengan anak tentang program televisi yang mereka saksikan. Selesai menyaksikan program tertentu bersama dengan anak, segera bahas isi dan jalur ceritanya serta ajarkan mereka nilai-nilai yang positif serta negatif dari tayangan itu.
6. Sekali-kali, selingkan tayangan televisi dengan tayangan VCD/DVD yang berisi film anak atau keluarga yang bernilai baik, atau dengan tayangan pendidikan lainnya. Selain tidak membosankan, tontonan yang sudah pernah anda saksikan sebelumnya akan memudahkan anda untuk mengajarkan sesuatu kepada anak.
Jika orang tua peduli terhadap konsumsi tontonan anaknya, resiko monster untuk bisa beraksi lebih dapat diminimalis.
Diposting oleh Editor
Bahaya Ekspos Media Seks Pada Remaja
-Jawaban-
Remaja yang melihat dan mendengar banyak hal berbau seks melalui media bisa jadi lebih banyak hampir dua kali lipat untuk mengalami hubungan seksual di luar pernikahan dibanding mereka yang jarang terekspos pada tayangan media berbau seks. Demikian berdasarkan studi terbaru yang dipublikasi jurnal kesehatan Pediatrics.
Studi menunjukkan bahwa anak usia 12-14 tahun yang terekspos pada hal-hal berbau seksual melalui film, musik, majalah dan televisi ternyata 2,2 kali lipat lebih banyak menjalani hubungan seksual ketika diwawancarai ulang dua tahun setelahnya dibanding rekannya yang lebih sedikit melihat tayangan media atau memiliki diet terhadap media berbau seks.
Bagaimanapun, hubungan antara muatan seksual di media dengan seks remaja tidaklah begitu nyata untuk remaja berkulit hitam, yang aktivitas seksual mereka kelihatannya lebih dipengaruhi oleh pengharapan orang tua mereka dan perilaku seksual teman-teman mereka.
Tayangan TV yang Seksi, Remaja yang Seksi?
Dalam studi yang dipublikasi Pediatrics, peneliti mensurvei lebih dari 1000 pelajar sekolah Negeri di North Carolina ketika mereka berusia 12-14 tahun dan kembali mengulangi interview ini dua tahun kemudian ketika mereka berusia 14-16 tahun.
Peneliti mengukur kandungan diet media seks setiap remaja ini dengan mengukur berat frekuensi ekspos mereka terhadap tayangan berbau seks dalam empat tipe utama media : TV, film, musik, majalah. Remaja-remaja ini dibagi dalam lima kelompok yang setara mulai dari ekspos paling rendah hingga ekspos terberat.
Hasilnya menunjukkan bahwa ekspos pada muatan seks pada usia 12-14 tahun meningkatkan resiko seks remaja muda di antara remaja kulit putih meski setelah diambil ukuran faktor lainnya untuk mengurangi kemungkinan seks remaja, seperti ketidaksetujuan orang tua akan seks pada remaja mereka dan untuk mendapatkan nilai sekolah yang baik. Pada kenyataannya, setiap peningkatan dalam kelompok muatan ekpos seksual meningkatkan resiko seks remaja sekitar 30%.
Peneliti menemukan bahwa orang kulit putih dengan tingkatan ekspos seksual tertinggi punya 120% atau 2.2 kali lipat lebih tinggi untuk mengalami hubungan seksual pertama dibanding mereka yang punya tingkat ekspos terhadap tayangan media berbau seks terendah.
Di antara mereka yang berkulit hitam, hubungan antara diet tayangan media dan perilaku seks remaja tidak sejelas setelah disesuaikan untuk faktor resiko lainnya. Aktivitas seksual remaja kulit hitam lebih nyata dipengaruhi oleh perilaku orang tua tentang seks dan perilaku teman-teman mereka dibandingkan oleh apa yang mereka saksikan dan dengarkan melalui media.
Ukuran Perilaku Orang Tua
Meskipun studi ini menunjukkan bahwa satu dari faktor resiko paling besar untuk perilaku seksual remaja muda adalah persepsi bahwa teman mereka telah melakukan hubungan seksual, peneliti mengatakan satu faktor proteksi terkuat adalah pembinaan dari orang tua tentang masalah seks.
Baik remaja kulit putih atau hitam akan lebih sedikit untuk melakukan hubungan seksual di usia sekitar 16 tahun bila mereka diberitahu orang tua mereka untuk tidak mengijinkan mereka melakukan hubungan seksual di usia muda.
Peneliti mengatakan bahwa hasil ini menunjukkan bahwa sementara gambaran seksual di media bisa mempengaruhi seks remaja, komunikasi yang jernih tentang seks antara orang tua dan anak-anak mereka juga memiliki dampak utama pada seks remaja.
Diposting oleh Editor
20070522
Da Vinci Code (220507)
Hari ini tanggal 19 Mei film Da Vinci Code ditayangin secara serentak di seluruh dunia, buat yang mau nonton filmnya, sepertinya perlu membaca tulisan dibawah biar lebih berhikmat pas nonton...Selamat membaca & selamat menonton************************************************************************************THE Da Vinci Code adalah salah satu novel terlaris dekade ini, sejak diterbitkan pada 2003, di seluruh dunia buku ini telah terjual lebih dari 40 juta copy! Bila jumlah tersebut didistribusikan di seluruh Indonesia, sama dengan setiap rumah tangga memiliki sebuah buku tersebut.Buku ini tentu dapat berdampak pada pola pikir masyarakat. Dampak yang diharapkan secara jelas dituliskan pada sampul depan edisi bahasa Indonesianya, yaitu "memukau nalar, mengguncang iman!" Dampak yang dalam edisi bahasa Inggris tidak dicantumkan ini, dapat semakin besar dengan tayangan versi layar lebarnya, melalui film yang dibintangi Tom Hanks,Aktor Hollywood yang sangat terkenal, Dan diluncurkan serempak di seluruh dunia pada 19 Mei 2006 ini.Hujatan terhadap Iman KristianiBuku ini memang diharapkan untuk mengguncang iman karena novel ini, edisi bahasa Indonesianya setebal 624 halaman, terang-terangan menghujat pokok-pokok iman Kristiani. Berikut adalah hujatan tersebut yang merupakan pandangan isi penulis:1. Yesus bukanlah Tuhan, melainkan manusia biasa. Kaisar Konstantin dari kerajaan Romawilah yang menjadikan Yesus sebagai Tuhan, melalui konsili Nicea pada tahun 325 demi kepentingan politiknya.2. Kitab Perjanjian Baru yang digunakan oleh orang Kristen saat ini aalah himpunan dari kitab-kitab yang disusun oleh Kaisar Konstantin elalui konsili Nicea. Sedangkan kitab-kitab suci yang benar, yaitu yang digunakan oleh para pengikut Yesus yang asli, justru dibakar berdasarkan putusan konsili tersebut sebab berisikan "kebenaran" yang sesungguhnya, Yaitu bahwa Yesus adalah seorang manusia biasa dan bukan Tuhan. 3. Yesus menikah dengan Maria Magdalena Dan memiliki seorang putri. Maria terpaksa harus mengungsi ke Prancis, berlindung di antara masyarakat Yahudi Dan melahirkan anaknya di sana. Hal ini antara lain dikarenakan rasul Petrus merasa cemburu sebab Maria Magdalena, sebagai seorang perempuan, telah dipilih oleh Yesus untuk menjadi kepala gereja.Untuk mengemukakan hujatannya tersebut sang penulis dengan sangat licin telah memadukan: 1. Cerita-cerita khayalan, fiksi2. Fakta-fakta sejarah 3. Data yang tidak akurat Dan tafsiran yang melenceng terhadap beberapa fakta sejarah4. Keyakinan teologisnya yang bersifat anti KristenKarena keempat hal tersebut dijalin rapi di dalam sebuah tulisan yang rancak dan dengan setting cerita thriller yang menarik, menegangkan serta penuh kejutan, maka dengan mudah orang terhanyut dalam alur cerita tanpa dapat membedakan fakta Dan fiksi. Akibatnya bagi yang tidak paham sejarah gereja dengan mudah akan terperangkap kedalam jerat keyakinan teologis sang penulis. Bahkan, orang dapat terbawa kepada ajaran sang penulis yang merupakan ajaran kafir, seperti memandang hubungan seks bebas sebagai sarana untuk berhubungan dengan Tuhan.Ringkasan Plot CeritaBuku ini diawali dengan pembunuhan terhadap Jacques Sauniere, kurator Museum Louvre, di Paris, oleh Silas seorang biarawan berkulit albino, demi mendapat rahasia batu kunci Priory of Sion, karena di situ termuat informasi tentang letak Cawan Kudus (Holy Grail), yaitu cawan yangdigunakan oleh Yesus dalam perjamuan kudus terakhir bersama para murid-Nya. Sebelum meninggal Jacques Sauniere sempat memberi petunjuk sandi yang mengakibatkan Robert Landon, ahli ilmu simbol dari Universitas Harvard, ikut terlibat dalam kasus ini.Robert Landon lalu bekerjasama dengan Sophie Neveu, ahli ilmu sandi pemerintah Prancis, yang juga cucu perempuan Jacques Sauniere. Dalam upaya ini, keduanya terus diburu oleh Kapten Bezu Fache, anggota reserse kriminal Prancis, Dan Silas. Kapten Bezu ingin mengungkap kasuspembunuhan, sedangkan Silas ditugasi pemimpin Opus Dei, sebuah organisasi rahasia Gereja Katolik, demi menyelamatkan Gereja Katolik.Di tengah cerita, Robert Landon Dan Sophie Neveu berjumpa Sir Leigh Teabing, ilmuwan yang mendalami rahasia Cawan Kudus. Teabing memaparkan berbagai "rahasia gereja", di antaranya: Yesus hanyalah manusia biasa yang menikah dengan Maria Magdalena. Sehingga demi kepentingan politiknya Kaisar Romawi Konstantin menetapkan Yesus sebagai Tuhan melalui sebuah konsili (sidang gereja) di kota Nicea pada tahun 325. Dalam konsili tersebut diputuskan semua "kitab suci yang benar", yang menyatakan Yesus manusia biasa, dilarang Dan dibakar. Sedangkan para "pengikut Yesus yang asli", yaitu mereka yang tak mempercayai ketuhanan Yesus ditetapkan sebagai kaum bidat, Dan harus dimusnahkan.Lebih jauh Teabing menjelaskan Leonardo DA Vinci, yang adalah anggota serikat rahasia Priory of Sion, mengetahui rahasia pernikahan Yesus dengan Maria Magdalena, sehingga tugas serikat ini menjaga rahasia itu. Namun Leonardo DA Vinci membocorkannya melalui lukisannya yang sangat terkenal, The Last Supper (Perjamuan Malam yang Terakhir) yang melukiskan suasana perjamuan Paskah sebelum Yesus ditangkap. Lukisan tersebut menyembunyikan beberapa kode yang menunjukkan Maria Magdalena adalah istri Yesus.Kode-kode tersebut diantaranya: tidak adanya gambar Cawan Suci pada lukisan tersebut. Orang yang duduk di sebelah kanan Yesus, sesungguhnya adalah gambar Maria Magdalena, bukan rasul Yohanes. Posisi tubuh Yesus dengan Maria Magdalena di dalam lukisan tersebut membentuk huruf V, supaya orang yang mencari-cari gambar Cawan Suci akan menangkap kode huruf V ini, mendapati sesungguhnya Maria Magdalenalah Sang Cawan Suci yang mereka cari.Huruf V merupakan simbol dari cawan yang juga simbol seorang perempuan, dan Leonardo memakai Cawan Suci sebagai kode untuk memberitahukan Yesus menikah dengan orang yang duduk di sebelah kanan-Nya, yaitu Maria Magdalena. Lukisan itu juga ingin memberitahukan betapa bencinya rasul Petrus kepada Maria Magdalena, sebab Maria telah dipercaya Yesus untuk memimpin gereja. Di situ dilukiskan wajah Petrus penuh amarah dengan jari telunjuknya >>diarahkan ke leher Maria Magdalena.>>>>Teabing juga menjelaskan Gereja Katolik telah berkonspirasi >>menutupi fakta Yesus hanya manusia biasa, dan Vatikan mengetahui >>kebohongan ajaran kalau Yesus adalah Tuhan. Rahasia ini dijaga demi >>mempertahankan kekuasaan gereja.>>>>Kejutan di akhir cerita, terungkap bahwa ternyata Teabing-lah tokoh >>kunci dalang pencarian batu kunci Priory of Sion, dan bahwa Sophie >>Neveu adalah keturunan Maria Magdalena dari perkawinannya dengan >>Yesus.>>>>Fakta dan Fiksi>>Seperti yang saya kemukakan di atas, Dan Brown, menulis novelnya >>dengan sangat licin. Dia menjalin beberapa fakta dan fiksi, atau >>kisah khayal, sehingga orang awam yang tak paham sejarah gereja >>sulit membedakannya. Akibatnya pembaca buku tersebut dapat >>menganggap bagian-bagian fiksi sebagai fakta.>>>>Pelbagai fakta yang disisipkan oleh Dan Brown dalam novel fiksi ini >>antara lain:>>1. Detil ruangan Museum Louvre, tempat kisah ini dimulai, dan detil >>dari kapel Rosslyn di Skotlandia, yang dikisahkan sebagai tempat >>disimpannya cawan suci.>>>>2. Penyelenggaraan Konsili Nicea atas permintaan Kaisar Konstantin, >>yang juga menetapkan bahwa para pengikut Arius yang tak mempercayai >>keilahian Yesus sebagai bidat.>>>>3. Kedangkalan kekristenan Kaisar Konstantin, sehingga misalkan ia >>hanya mau dibaptis menjelang saat ajalnya, dan diserapnya beberapa >>praktik agama kafir ke dalam kehidupan gereja khususnya sejak >>Kaisar Konstantin mengeluarkan edik toleransi pada tahun 313. Edik >>toleransi ini memang pada satu sisi bersifat positif bagi orang >>Kristen karena penganiayaan terhadap mereka dihentikan, namun di >>sisi lain bersisi negatif sebab telah mengakibatkan gereja >>mengalami kemerosotan spiritual sehingga terjerumus ke dalam >>abad-abad kegelapan.>>>>4. Sebagian dari detil lukisan The Last Supper, karya Leonardo Da >>Vinci yang terdapat pada dinding gereja Santa Maria delle Grazie di >>kota Milan, Italia.>>>>5. Serikat Piory of Sion dan Opus Dei yang memang ada dalam lingkup >>Gereja Katolik. Hanya saja lembaga-lembaga tersebut didirikan bukan >>untuk melakukan kegiatan rahasia seperti yang ditulis Dan Brown.>>>>Di luar fakta tersebut bagian yang lain dari buku tersebut hanyalah >>fiksi, khayalan Dan Brown. Data yang dikemukakannya tidak akurat, >>tafsirannya melenceng dari fakta sesungguhnya. Namun karena gaya >>penyajiannya sangat meyakinkan, maka pembaca yang tidak menggunakan >>nalarnya secara kritis akan menganggap itu semua fakta yang benar. >>Pembaca seperti ini akan mudah terperangkap dalam alur pikir >>Sophie, tokoh dalam novel ini, saat ia terpengaruh oleh ceramah >>Leigh Teabing, yang sesungguhnya adalah indoktrinasi dari Dan >>Brown.>>>>Sebaliknya apabila ketidakakuratan dan tafsir yang melenceng >>tersebut diungkap, dan pada saat yang sama ditunnjukkan bagian >>fiksi novel tersebut, maka dengan mudah pembaca yang berpikiran >>jernih dan obyektif dapat menangkap kelicinan dan kesalahan >>pandangan Dan Brown, dan sekaligus akan melihat kebenaran pokok >>iman Kristiani.>>>>Kebenaran Konsili Nicea?>>Jauh sebelum Konsili Nicea, yang digelar pada tahun 325, gereja >>pada zaman para rasul atau gereja mula-mula telah mengajarkan bahwa >>Yesus adalah Tuhan, dan ini selaras dengan ajaran Yesus Kristus >>tentang diri-Nya kepada para murid-Nya (lihat Injil Matius >>16:13-20).>>>>Beberapa bukti keyakinan gereja mula-mula ini dapat dilihat antara >>lain di dalam kitab Didache (ditulis sebelum tahun 100), yang pada >>intinya mengajarkan tentang praktika ibadah Kristiani dan dengan >>jelas menuliskan pokok iman Kristiani: Yesus adalah Tuhan. Contoh >>yang lain adalah tulisan-tulisan Yustinus Martir, bapa gereja dan >>apologet terkemuka pada awal abad kedua, yang dua abad sebelum >>Konsili Nicea telah menegaskan keilahian Yesus Kristus.>>>>Bukti lain adalah ajaran Uskup Irenaeus, dari Lungdunum, tokoh yang >>sangat terpandang pada awal abad kedua, yang mengacu kepada tulisan >>dalam 1Korintus 8:6, yang berbunyi: "Namun bagi kita hanya ada satu >>Allah saja, yaitu Bapa, yang daripada-Nya berasal segala sesuatu >>dan>>yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus >>Kristus.">>>>Dengan kata lain, ajaran Yesus adalah Tuhan sama sekali bukanlah >>ide Kaisar Konstantin yang dalam agenda politiknya bermaksud >>menyatukan kaum kafir dengan pemeluk agama Kristen di negara >>Romawi, dengan mencampurkan ajaran kafir dan Kristen melalui >>Konsili Nicea.>>>>Diakui dalam Konsili Nicea dirumuskan syahadat atau pengakuan iman >>Kristiani, namun isi pengakuan iman tersebut bukanlah pemasukan >>ajaran baru yang bersumber dari ajaran kafir ke dalam ajaran >>Kristiani. Kredo yang dirumuskan itu merupakan penegasan inti jaran >>Kristiani yang sudah ada tiga abad sebelumnya. Penegasan ini >>dinilai perlu karena pada masa itu muncul ajaran baru yang >>dikembangkan oleh Arius, seorang teolog dari Aleksandria, Mesir, >>yang menyangkali keilahian Yesus.>>>>Dan Brown melalui mulut tokoh yang ia ciptakan, Teabing, berkata >>bahwa di dalam Konsili Nicea telah diadakan pemungutan suara, untuk >>menentukan apakah Yesus adalah Tuhan atau manusia. Ia mengatakan >>bahwa voting tersebut menghasilkan suara yang hampir seimbang di >>antara pendukung dan penentang ajaran Yesus sebagai Tuhan. Dalam >>realita sejarah, saat dilakukan pemungutan suara, dari tiga ratus >>uskup yang hadir pada konsili tersebut hanya dua orang saja yang >>menentang rumusan Pengakuan Iman Nicea. Jadi sungguh jauh dari yang >>disebut oleh Dan Brown sebagai suara hampir seimbang! Padahal >>sebagian besar dari para uskup yang hadir berasal dari wilayah >>Timur, tempat Arius menyebarkan ajarannya.>>>>Konstantin Penyusun Perjanjian Baru?>>Dan Brown sangat benar saat ia menulis bahwa "Alkitab tidak datang >>dengan cara difaks dari surga." Sebab kekristenan tidak mengajarkan >>bahwa setiap kata dan kalimat di dalam Alkitab didikte dari surga >>kepada para penulisnya. Tetapi Dan Brown sangat keliru saat >>mengatakan Konstantin-lah penyusun dan yang memilih kitab Injil >>mana yang boleh dimasukkan ke dalam Perjanjian Baru melalui Konsili >>Nicea. Menurut Brown, Konstantin telah memilih kitab-kitab yang >>membuat Yesus seakan adalah Tuhan, sedangkan semua kitab Injil yang >>berbicara tentang segala perilaku manusiawi Yesus dikumpulkan lalu >>dibakar.>>>>Dan Brown keliru, karena ia menyembunyikan fakta sejarah bahwa >>sesungguhnya daftar yang baku, atau kanon, dari kitab-kitab >>Perjanjian Baru sudah tersusun dua abad sebelum Konsili Nicea. >>Salah satu kanon yang paling terkenal adalah kanon Muratorian yang >>disusun pada tahun>>190. Disitu dicantumkan dua puluh sembilan kitab dan surat >>Perjanjian Baru, dua puluh tujuh kitab di antaranya sama persis >>dengan kanon Kitab Perjanjian Baru yang ada saat ini, dengan dua >>tambahan yaitu kitab Wahyu kepada Petrus dan kitab Hikmat Salomo. >>Pada masa berikutnya para bapa gereja mengeluarkan kedua kitab >>tersebut dari kanon Perjanjian Baru karena dipandang isinya tak >>setara dengan kitab-kitab kanonik. Kanon lain adalah tulisan >>Irenaeus pada awal abad kedua, yang mendaftarkan keempat Injil >>dalam Perjanjian Baru yang ada sekarang sebagai kitab suci.>>>>Jadi, dalam Konsili Nicea tidak disusun kanon Perjanjian Baru, >>tetapi diperdebatkan keabsahan dari beberapa kitab yang ada di >>dalam kanon Perjanjian Baru, khususnya kitab Ibrani dan Wahyu. >>Alasan perdebatan tersebut karena pada kedua kitab tersebut tidak >>dicantumkan nama sang penulis secara eksplisit seperti pada >>kitab-kitab Perjanjian Baru lainnya. Bagi para pemimpin gereja di >>abad mula-mula kejelasan nama penulis kitab atau surat sangat >>menentukan demi memastikan kekokohan dari kanon.>>>>Lebih lanjut Dan Brown mengatakan kumpulan kitab-kitab Injil yang >>sejati yang dicoba dimusnahkan oleh Kaisar Konstantin ada yang >>berhasil diselamatkan. Kumpulan tersebut ditemukan kembali di Gua >>Qumran dekat Laut Mati pada tahun 1950-an, yaitu Dead Sea Scrolls, >>dan gulungan kitab di Nag Hammadi pada tahun 1945. Memang benar di >>kedua tempat itu ditemukan gulungan-gulungan kitab tersebut, namun >>gulungan-gulungan tersebut bukan kitab Injil yang sejati!>>>>Dead Sea Scrolls sama sekali tidak berisi sepotong pun kitab yang >>disebut sebagai Injil, sebaliknya berisi fragmen-fragmen dari >>kitab-kitab Perjanjian Lama yang isinya sangat persis dengan kitab >>Perjanjian Lama saat ini. Sehingga ia justru membuktikan keakuratan >>isi kitab Perjanjian Lama dalam Alkitab. Dalam Dead Sea Scrolls >>juga ditemukan catatan tentang aturan kehidupan kaum petapa >>Essenes, suatu kelompok agama Yahudi sebelum masa agama Kristen.>>>>Sedangkan isi kitab-kitab di dalam gulungan Nag Hammadi sangat jauh >>untuk dapat dikatakan sebagai Injil yang sejati. Kitab-kitab >>tersebut disebut sebagai kitab Gnostik, yakni aliran kebatinan yang >>mulai muncul di gereja sejak awal abad kedua. Kitab-kitab dalam >>gulungan Nag Hammadi>>tersebut ditulis oleh pengikut aliran ini pada akhir abad kedua >>sampai dengan abad kelima, bukan pada zaman para rasul! Kitab-kitab >>tersebut berisi dongeng dan mitos khas kaum Gnostik, mutu etikanya >>kelewat rendah dan sangat bertentangan dengan doktrin Perjanjian >>Lama tentang pribadi Allah sebagai Pencipta Langit dan Bumi, >>sehingga oleh gereja mula-mula pun sama sekali tidak dipandang >>sebagai kitab yang suci.>>>>Yesus Menikah?>>Kesimpulan Dan Brown ini tanpa bukti ilmiah, sebab tak satu pun >>naskah pada zaman para rasul dan bapa-bapa gereja yang mencatat >>bahwa Yesus menikah. Namun, untuk mendukung pernyataannya Dan Brown >>menggunakan tiga "bukti." Namun bila diteliti tiga "bukti" itu >>dengan mudah terlihat sebagai kesimpulan yang gegabah.>>>>"Bukti" pertamanya adalah lukisan The Last Supper karya Leonardo Da >>Vinci. Tanpa dasar jelas ia mengatakan gambar orang berwajah halus, >>yang mirip wanita, duduk di sebelah kanan Yesus di dalam lukisan >>tersebut adalah Maria Magdalena! Untuk membuktikan pendapatnya >>bahwa Yesus menikahi "Maria Magdalena" tersebut, Dan Brown >>menggunakan metode otak-atik gathuk, istilah bahasa Jawa yang >>berarti "diotak-atik supaya jadi cocok." Dia mengotak-atik detil di >>dalam lukisan tersebut sedemikian rupa supaya mendukung >>pernyataannya. Hanya saja ia tidak>>menyebutkan suatu fakta dalam dunia seni bahwa para pelukis abad >>pertengahan, yaitu zamannya Leonardo Da Vinci, seorang pria belia >>sering dilukis dengan wajah feminim. Hal yang sama dilakukan >>Leonardo Da Vinci saat melukiskan wajah Yohanes, murid Yesus >>Kristus yang termuda, dalam lukisan The Last Supper di atas.>>>>"Bukti" kedua yang ia gunakan adalah pendapatnya bahwa dalam >>kepantasan sosial pada zaman Yesus Kristus, bahwa seorang lelaki >>Yahudi terlarang untuk tidak menikah. Menurut Brown, dalam adat >>Yahudi tidak menikah adalah hal terkutuk. Jelas pernyataan ini >>tidak berdasar, sebab merupakan fakta sejarah ada banyak pria >>Yahudi pada zaman itu yang menjadi nazir, yang karena alasan >>keyakinan keagamaan ada di antara mereka yang tidak menikah. >>Sebagai contoh adalah kaum Essenes yang menyimpan gulungan kitab >>Dead Sea Scrolls di atas. Di samping itu merupakan suatu fakta pula >>bahwa orang Yahudi sangat menghormati tokoh-tokoh di dalam >>Perjanjian Lama yang tidak menikah, seperti nabi Daniel, yang >>adalah seorang sida-sida Yahudi di negara Babilonia.>>>>>> "Bukti" ketiga yang ia gunakan adalah Injil Philip yang >>menyebutkan bahwa Yesus mencintai Maria Magdalena lebih dari pada >>seluruh murid-Nya dan Yesus sering mencium Maria. Patut diketahui >>bahwa yang disebut sebagai Injil Philip sesungguhnya sama sekali >>bukan kitab Injil,>>melainkan sebuah kitab Gnostik yang ditulis sekitar pada abad >>ketiga. Kitab ini disebut sebagai Injil Philip bukan karena ia >>ditulis oleh Rasul Filipus, tetapi karena di dalam kitab Gnostik >>tersebut tidak disinggung nama rasul-rasul Tuhan Yesus yang lain, >>kecuali hanya nama Rasul Filipus. Dan Brown juga tidak menyebutkan >>bahwa Injil Philip yang ditemukan dalam gulungan Nag Hammadi >>tersebut tidak ditulis di dalam bahasa Yunani ataupun berlatar >>belakang bahasa Yunani sebagaimanalayaknya kitab-kitab Perjanjian >>Baru, namun di dalam bahasa Koptik, yaitu bahasa Mesir dan dengan >>latar belakang bahasa Siria!>>>>Kesimpulan>>>>Sejak gereja berdiri dua ribu tahun yang lampau serangan terhadap >>pokok-pokok iman Kristiani tidak pernah berhenti. Serangan tersebut >>berasal dari kelompok bidat di dalam gereja sendiri, maupun dari >>orang-orang yang tidak mempercayai Yesus Kristus adalah Tuhan dan >>Juru Selamat manusia.Jadi, hujatan dalam buku The Da Vinci Code >>bukan hal baru. Hanya saja kali ini hujatan ini menjadi meluas >>karena ditunjang dengan sistem promosi dan pemasaran yang sangat >>canggih, yang mendatangkan keuntungan finansial luar biasa bagi >>pihak penulis dan penerbit buku ini. Di samping itu juga karena di >>wilayah-wilayah tertentu di dunia buku ini dipopulerkan oleh >>pribadi-pribadi yang tidak menginginkan terbangunnya kerukunan umat >>beragama di tengah masyarakat.>>>>Mengapa orang Kristen tidak menanggapi hujatan di dalam buku The Da >>Vinci Code dengan amarah yang membabi-buta dan berbuat keonaran? >>Hal ini bukan karena mayoritas orang Kristen yang terdidik >>mengetahui bahwa Yesus memang seorang manusia yang karena manuver >>politik Konstantin telah dijadikan Tuhan, sehingga tidak mampu >>menjawab hujatan tersebut>>(seperti dikatakan Dan Brown di dalam bukunya). Justru sebaliknya, >>orang Kristen yang berpikir obyektif, kritis dan memahami metoda >>ilmiah yang masuk nalar serta mengetahui sejarah iman mereka, akan >>dapat melihat hujatan di dalam novel The Da Vinci Code tersebut >>bersifat fitnah>>murahan.>>>>>> Di samping itu orang Kristen menghayati firman Tuhan bahwa >>"Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang >>baik bagi semua orang! Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung >>padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!" (Roma >>12:17-18). Perilaku kasih ini bukanlah tanda kelemahan, justru >>sebaliknya kemampuan untuk mengendalikan emosi secara dewasa >>merupakan bukti dari buah Roh (Galatia 5:22) di dalam kehidupan >>orang yang hidup di dalam anugerah Tuhan.>>>>Di sisi yang lain, buku-buku seperti The Da Vinci Code harus >>membuat orang Kristen lebih giat lagi membaca dan mempelajari >>Alkitab, memahami pokok-pokok ajaran iman yang sehat, dan sejarah >>gereja dengan baik. Dengan demikian mereka akan dapat "menjadi >>seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal >>pokok iman dan dalam ajaran sehat yang telah mereka ikuti selama >>ini." (1Timotius 4:6), serta mampu menjawab setiap hujatan tersebut >>sesuai dengan nasihat firman Tuhan: "Dan siap sedialah pada segala >>waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang >>meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada >>padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, dan dengan >>hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena >>hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan >>mereka itu." (1Petrus 3:15-16).>>>>Mz 119:9 Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya >>bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.>
Diposting oleh Editor