Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts

20080519

Ada Tetesan Setelah Tetesan Terakhir...

-from Dapena mailinglist-
Pasar malam dibuka di sebuah kota. Penduduk menyambutnya dengan gembira. Berbagai macam permainan, stand makanan dan pertunjukan diadakan. Salah satu yang paling istimewa adalah atraksi manusia kuat. Begitu banyak orang setiap malam menyaksikan unjuk kekuatan otot manusia kuat ini.
Manusia kuat ini mampu melengkungkan baja tebal hanya dengan tangan telanjang. Tinjunya dapat menghancurkan batu bata tebal hingga berkeping-keping. Ia mengalahkan semua pria di kota itu dalam lomba panco. Namun setiap kali menutup pertunjukkannya ia hanya memeras sebuah jeruk dengan genggamannya. Ia memeras jeruk tersebut hingga ke tetes terakhir. ‘Hingga tetes terakhir', pikirnya.
Manusia kuat lalu menantang para penonton : "Hadiah yang besar kami sediakan kepada barang siapa yang bisa memeras hingga keluar satu tetes saja air jeruk dari buah jeruk ini!"
Kemudian naiklah seorang lelaki, seorang yang atletis, ke atas panggung. Tangannya kekar. Ia memeras dan memeras... dan menekan sisa jeruk... tapi tak setetespun air jeruk keluar. Sepertinya seluruh isi jeruk itu sudah terperas habis. Ia gagal. Beberapa pria kuat lainnya turut mencoba, tapi tak ada yang berhasil. Manusia kuat itu tersenyum-senyum sambil berkata : "Aku berikan satu kesempatan terakhir, siapa yang mau mencoba?"
Seorang wanita kurus setengah baya mengacungkan tangan dan meminta agar ia boleh mencoba. "Tentu saja boleh nyonya. Mari naik ke panggung." Walau dibayangi kegelian di hatinya, manusia kuat itu membimbing wanita itu naik ke atas pentas. Beberapa orang tergelak-gelak mengolok-olok wanita itu. Pria kuat lainnya saja gagal meneteskan setetes air dari potongan jeruk itu apalagi ibu kurus tua ini. Itulah yang ada di pikiran penonton.
Wanita itu lalu mengambil jeruk dan menggenggamnya. Semakin banyak penonton yang menertawakannya. Lalu wanita itu mencoba memegang sisa jeruk itu dengan penuh konsentrasi. Ia memegang sebelah pinggirnya, mengarahkan ampas jeruk ke arah tengah, demikian terus ia ulangi dengan sisi jeruk yang lain. Ia terus menekan serta memijit jeruk itu, hingga akhirnya memeras... dan "ting!" setetes air jeruk muncul terperas dan jatuh di atas meja panggung. Penonton terdiam terperangah. Lalu cemoohan segera berubah menjadi tepuk tangan riuh.
Manusia kuat lalu memeluk wanita kurus itu, katanya, "Nyonya, aku sudah melakukan pertunjukkan semacam ini ratusan kali. Dan, banyak orang pernah mencobanya agar bisa membawa pulang hadiah uang yang aku tawarkan, tapi mereka semua gagal. Hanya Anda satu-satunya yang berhasil memenangkan hadiah itu. Boleh aku tahu, bagaimana Anda bisa melakukan hal itu?"
"Begini," jawab wanita itu, "Aku adalah seorang janda yang ditinggal mati suamiku. Aku harus bekerja keras untuk mencari nafkah bagi hidup kelima anakku. Jika engkau memiliki tanggungan beban seperti itu, engkau akan mengetahui bahwa selalu ada tetesan air walau itu di padang gurun sekalipun. Engkau juga akan mengetahui jalan untuk menemukan tetesan itu. Jika hanya memeras setetes air jeruk dari ampas yang engkau buat, bukanlah hal yang sulit bagiku".
Selalu ada tetesan setelah tetesan terakhir. Aku telah ratusan kali mengalami jalan buntu untuk semua masalah serta kebutuhan yang keluargaku perlukan. Namun hingga saat ini aku selalu menerima tetes berkat untuk hidup keluargaku. Aku percaya Tuhanku hidup dan aku percaya tetesan berkat-Nya tidak pernah kering, walau mata jasmaniku melihat semuanya telah kering. Aku punya alasan untuk menerima jalan keluar dari masalahku. Saat aku mencari, aku menerimanya karena ada pribadi yang mengasihiku.
"Bila Anda memiliki alasan yang cukup kuat, Anda akan menemukan jalannya", demikian kata seorang bijak. Seringkali kita tak kuat melakukan sesuatu karena tak memiliki alasan yang cukup kuat untuk menerima hal tersebut.
(Bits & Pieces, The Economics Press)

20080513

Commuters + ICT = Citizen Marketers

From vlisa.com
Setiap pagi jutaan orang menyerbu Ibu Kota Jakarta. Mereka dari pinggiran (atau istilahnya: Jakarta coret), seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi. Mungkin saja sejak subuh mereka sudah mulai menggerakkan langkahnya menuju tempat mereka bekerja, menghabiskan waktu antara 1- 3 jam, di tengah macet dan padatnya jalanan.

Mereka kita sebut sebagai kaum penglaju (commuters), orang-orang yang pulang pergi setiap hari untuk bekerja. Yang menarik dicemati adalah apa yang mereka lakukan selama dalam perjalanan, yaitu mencari dan berbagi informasi dan berkomunikasi.

Di KA eksekutif, misalnya, penumpang umumnya menghabiskan waktu dengan mengobrol dengan sesama penumpang, membaca koran, menelpon, berkirim SMS, chatting, dan tak jarang traksaksi bisnis pun terjadi.

Di kendaraan pribadi, perilakunya juga mirip, hanya mereka memiliki keleluasan lebih. Selain membaca koran, sembari mendengar radio atau memonitor berita pagi melalui TV mobilnya, mereka juga bisa browsing email via gadget-nya.

Kalangan penglaju yang sangat melek TI ini tampaknya merupakan pasar yang belum tergarap secara serius oleh produsen. Padahal, saat mereka berada dalam perjalanan, adalah moment of truth yang ideal untuk bisa memasukkan pesan ke benak mereka.

Para commuters ini telah aktif bekerja bahkan sebelum mereka sampai di kantor. Ini semua tentu bisa terjadi karena teknologi informasi dan komputer (TIK) yang telah menjadi perangkat vital bagi masyarakat golongan ini. Mereka melakukan social networking setiap saat.

Budaya melakukan social networking, sebenarnya sudah ada sejak dahulu kala,. Bahkan di masa silam, RA Kartini termasuk orang yang getol melakukan social networking dengan surat-menyurat. Ketika zaman berganti, teknologi telah menjadi urat nadi kehidupan masyarakat, dan memberi kemudahan bagi kita untuk melakukan networking.

Saat ini, teknologi informasi dan komunikasi memberi ruang yang sangat luas untuk mengekpresikan diri. Tak mengherankan jika angka blogger terus melejit. Jumlah blogger Indonesia yang memiliki akun di Blogspot sekitar 247.000, di Wordpress 125.000, dan ribuan lain di blog service lainnya. Begitu juga merebaknya situs-situs yang memberi ruang untuk ekspresi diri seperti Friendster, Youtube, Facebook, MySpace dan masih banyak lagi.

Di Asia, Friendster menjadi situs jaringan sosial terbesar yang dikunjungi rata-rata 32 juta pengguna Internet setiap bulannya. Di Indonesia, Friendster memiliki lebih dari 8 juta pengguna terdaftar dan 4 juta pengunjung unik setiap bulan pada Februari 2008. Sementara 40 persen dari 25 juta pengguna internet yang ada di Indonesia memiliki akun Friendster.

Adanya fitur bahasa Indonesia di Wordpress dan Blogspot menunjukkan bahwa potensi blog sangat besar dan tumbuh terus. Data dari APJII menyebut sampai akhir 2007 pengguna internet di Indonesia mencapai 25 juta dengan tingkat pertumbuhan diperkirakan sekitar 39 persen.

Pada 2012, jumlah pengguna Internet di Indonesia akan sama besarnya dengan jumlah pengguna Internet di Asia Tenggara. Itu menggambarkan bahwa pengguna Internet Indonesia bertambah dengan sangat cepat.

Jika tarif Internet maupun telekomunikasi makin murah, maka potensi pertumbuhannya akan makin tinggi, termasuk potensi pengguna mobile blogging, yang jumlahnya sebangun dengan penetrasi pengguna telepon seluler yang sudah mencapai lebih dari 100 juta. Dan inilah juga akan menjadi stimulan melejitnya citizen journalism dan citizen marketers.

Citizen Journalism dan Citizen Marketers, sebuah fenomena
Kelompok commuters, pertumbuhan teknologi informasi dan komunikasi, kebutuhan melakukan social networking dan mengekspresikan diri, antara lain yang memicu lahirnya citizen journalism dan citizen marketers.

Kedua “profesi” di atas pada dasarnya memiliki kesamaan karakter, keduanya melibatkan publik sebagai pelaku pribadi. Dalam konteks citizen journalism, publik bisa melakukan kegiatan jurnalistik: mengumpulkan bahan, menulis dan mempublikasikannya dalam blog pribadinya.

Dalam buku berjudul Citizen Marketers karya Ben McConnel/Jackie Huba disebutkan, “Everyone is publisher; everyone is a broadcaster.”

Semua orang bisa menjadi penerbit, dengan blogging yang tujuannya ekspresi diri, berbagi ilmu dan pengalaman, curhat sampai kemudian terbentuklah komunitas (bisa amatir maupun prefesional). Ini bisa menjadi platform baru dalam menjajakan produk, brand, dan mengubah pola promosi tradisional yang selama ini ada. Karena mereka adalah pembeli sekaligus penjual.

Sudah banyak komunitas maya yang berkembang dan memiliki posisi tawar yang cukup kuat bagi produsen. Sejumlah komunitas di dunia maya yang menjadi rujukan orang untuk bertanya tentang pelbagai produk: dari asuransi mobil yang bagus, merek oli yang bagus, sampai mencari referensi dari anggota lain tentang produk-produk gadget.

Dunia pemasaran dan komunikasi memang sudah mulai bergerak di area viral/virtual. Namun, ini tampaknya belum banyak disadari atau menjadi perhatian para pelaku bisnis di Indonesia.

Pemanfaatan kanal viral sebagai kanal penjualan, misalnya masih sangat terbatas sebagai displai produk. Padahal fenomena citizen marketers sangat memungkinkan untuk penetrasi produk dan bisa lebih fokus sesuai target yang dibidik.

Hanya, memang dengan menjamurnya komunitas ini menuntut seorang pemasar yang juga paham bagaimana menjual produk di dunia itu, bukan sekadar copy paste konsep tradisional yang ditransfer di viral, seperti yang kerap terjadi saat ini.

Begitu pula sebagai kanal komunikasi. Saat ini kerap muncul isu buruk tentang sebuah produk/layanan di dunia maya (yang paling sering di milis-milis). Namun, agak disayangkan jika perusahaan di Indonesia masih mengganggap enteng mengeluh melalui milis atau blog. Padahal, complain di dunia maya, bisa menuai kerugian yang lebih besar jika tak ditangani dengan benar. Jika keluhan pelanggan tidak ditangani secara serius, ibarat menyimpan bara, tak nampak tapi juga tak padam dan sewaktu-waktu bisa membakar.

Nukman Luthfie mengatakan bahwa di dunia maya ada pencatat amal merek bernama Google, Yahoo, MSN dan lainnya. Apa pun yang perusahaan lakukan di dunia web, entah baik entah buruk, akan dicatat Google dan kawan-kawan.

Jika puas, seorang pelanggan, misalnya, dapat menulis di blog betapa bagusnya produk yang ia pakai. Sebaliknya, mereka yang tak puas bisa melakukan hal yang serupa, menulis kejelekan sebuah merek.

Nah, di dunia maya, tulisan negatif gampang menyebar seperti virus, semudah dan secepat menekan kursor. Dan lebih berbahaya, semua yang termuat di Internet dicatat oleh Google dkk. selama-lamanya.

Sekadar contoh, ada keluhan dan juga yang “tutorial” dibuat dalam format citizen journalism, “Jangan beli laptop XXXX” yang diposting seorang blogger bernama Adiwirasta.

Atau dalam kasus yang berbeda, citizen journalist bisa juga menjadi tutor bagi sebuah produk, meskipun dia tidak memiliki ikatan bisnis dengan produsennya.

Ketika verkativitas, citizen marketers dan citizen journalism, biasanya transparan dalam hal motivasi dan keinginan. Bagi mereka adalah sangat penting untuk membangun dan memelihara kredibilitas karena mereka tidak mewakili sebuah lembaga media tertentu, namun pribadi.

Ketika sebuah blog dipersepsi punya kredibilitas, maka blog tersebut kemudian menjadi referensi bagi banyak pihak, termasuk media tradisional pun kerap merujuk ke sana.

Di awal abad 21, blog sudah menjadi kekuatan yang signifikan dalam demokrasi gagasan/ide dan ekspresi individu. Mengutip nasehat Jeff Jarvis, seorang wartawan Amerika yang juga redaktur New York Daily News, “We’re in the new era of seller beware. Now when you screw your customers, your customers can fight back and publish and organize”.

Inilah tantangan sekaligus peluang bagi produsen dalam menggarap pasar yang tanpa batas di era yang juga tanpa batas ini.

20080502

Sik Sien Ke Taipei

Sekarang Pak Sik Sien ada di IFGF atau GISI Taipei.
Dikenal dengan Pdm. Stephen Tjoeng

Data IFGF GISI Taipei (Updated 2008-04-02)
Pdm. Stephen Tjoeng

106, Hsin Hai Road Section I no. 30,
Floor 12-1 Taipei, Taiwan
Email: ifgftpe@yahoo.com
Telp: (886) 0931067782
Cell: (886) 02-23898554 / (886) 02-23659824
Sunday Service at 10 AM & 3 PM
Pei Ping West Road No.6; 8 Floor- Room 6.
Taipei City - Taiwan

20080430

Lambang @ Pada E-mail

Rabu, 02-Januari-2008; 10:28:37 WIB
Oleh : Team Andriewongso.com

Kita tentu sudah sangat familiar dengan penggunaan internet, terutama email. Memang, teknologi ini sangat membantu dalam banyak hal. Betapa tidak, dokumen-dokumen penting yang dulu jika dikirimkan dengan cara konvensional bisa memakan waktu berhari-hari, dengan email hanya butuh beberapa menit, bahkan detik!

Teknologi email kini juga tak hanya bisa mengirimkan data berupa dokumen dan foto. Bahkan, file-file berukuran besar berisi hal penting, mulai dari film hingga berbagai catatan penting lain juga bisa dikirim via email. Tak heran, email kini menjadi salah satu teknologi andalan untuk berbagai kepentingan. Tentu, kita juga tak bisa menafikan beberapa hal negatif karena email, seperti spam dan junk mail alias email sampah yang tak kita butuhkan.

Lepas dari semua sensasi dan kemudahan dari penggunaan email, tahukah Anda jika ada satu huruf penentu dalam email yang sangat penting? Yah, pasti Anda mengenal tanda huruf @ atau sering dilafalkan dengan kata "at". Tanpa menggunakan huruf @, alamat email yang kita tuju bisa jadi tak kan sampai pada sasaran.

Tapi, tahukah Anda jika sang penemu lambang itu, justru tidak membayangkan jika huruf @ itu akan menjadi ikon penting dalam dunia teknologi internet secara keseluruhan. Adalah Ray Tomlison, seorang insinyur pendiam yang menemukan lambang tersebut. Ia bekerja pada sebuah organisasi bernama BBN. Di perusahaan itulah, pada tahun 1972, Ray berhasil menjadi orang pertama yang sukses mengirimkan email pertama antara dua mesin. Tentu, pada masa itu, Ray belum berpikir bahwa email yang diciptakannya akan menjadi salah satu penemuan penting di dunia.

Karena itu, ia pun tak perlu bersusah-susah saat memilih pungtuasi alias tanda yang dibutuhkan sebagai kode untuk pengiriman email tersebut. Maka, Ray mengaku dirinya tak berpikir panjang untuk memilih lambang @ saat itu. ""Karena saya yang pertama [menemukan], jadi saya bisa leluasa memilih pungtuasi yang saya inginkan. Saya memilih lambang @ karena lambang ini, lumayan membantu, sebab mirip huruf a untuk address atau alamat lembaga pemilik e-mail yang dituju," sebut Ray dalam sebuah catatan yang ditulis Katie Hafner dan Matthew Lyon dalam bukunya: Where Wizards Stay Up Late: The Origins of the Internet.

Apapun alasan yang disebut Ray, yang jelas, lambang @ saat ini telah menjadi lambang yang sangat penting dalam dunia internet. Dan, lebih jauh dari itu, lambang itu kini bisa jadi adalah lambang yang telah mengubah peta teknologi dunia secara umumnya. Jadi, jangan anggap remeh penemuan yang Anda lakukan, bisa jadi, suatu saat kelak, apapun bentuk penemuan itu, asal berguna bagi orang lain, akan berguna juga bagi dunia.

20080429

Einstein: Newton forgive me….

Itu kata-kata Einstein saat teori yang dihasilkannya ternyata berhasil menggulingkan teori Isaac Newton, seorang fisikawan legendaris, yang teorinya dipercaya oleh dunia sebelum munculnya teori Einstein yang mengobrak-abrik semuanya.

Albert Einstein membuat heboh dengan Teori Relativitas Khusus (The Special Theory of Relativity) yang ditelorkannya pada tahun 1905.

Sebentar lagi, teori yang pernah mengagetkan dunia ini akan merayakan ulang tahunnya yang ke-100! Perayaan seabadnya (Centenary) teori si jenius Albert Einstein ini bisa dilihat dari ramainya majalah-majalah ilmiah yang mulai membahas kembali teori yang sudah mengguncang dunia selama seratus tahun ini. Tahun 2005 bahkan dicanangkan sebagai The World Year of Physics untuk mengenang kebesaran Einstein. Apa sih istimewanya teori ini?

Koq seluruh dunia begitu heboh merayakan kelahirannya ini? Yuk, kita ikut dalam gosip seru tentang apa yang menjadi dasar lahirnya teori ini...
Seorang ahli matematika dari Perancis, Jules Henri Poincaré, pernah mengajukan perumpamaan berikut. Di suatu malam, kita sedang asyik tidur dengan lelap di tempat tidur kita yang nyaman. Tiba-tiba seluruh jagad raya mengembang sehingga ukurannya menjadi seribu kali lebih besar dari ukuran semula. Seluruh jagad raya ini maksudnya semua benda di bumi dan di luar bumi, mulai dari benda-benda mati sampai semua jenis makhluk hidup, termasuk kita sendiri yang sedang lelap tertidur. Karena kita sedang asyik bermimpi, kita tidak menyadari kejadian ini.

Sewaktu kita terbangun di pagi harinya, apa kita bisa merasakan bahwa semuanya sudah menjadi lebih besar? Apa kita bisa merasakan perbedaannya? Kalaupun kita diberi tahu bahwa ada kejadian menghebohkan tersebut saat kita tertidur, apakah ada yang bisa membuktikannya? Pasti kita tidak merasakan perbedaan apa pun walaupun seluruh jagad raya kini sudah berubah ukurannya. Ini karena semuanya ikut berubah sehingga tidak ada satu pun yang bisa dijadikan patokan untuk mengukur terjadinya perubahan tersebut. Karena itu, kita juga tidak mungkin bisa membuktikan bahwa seluruh jagad raya ini kini telah menjadi seribu kali lebih besar.

Semua terlihat sama. Lain halnya jika hanya tubuh kita yang tiba-tiba menciut menjadi sangat kecil (ingat film fiksi Honey, I Shrunk the Kids!), sedangkan seluruh jagad raya tetap pada ukurannya semula. Tidak ada satu pun yang berubah ukuran kecuali tubuh kita sendiri. Wah, sudah pasti kita langsung panik karena kita bisa langsung merasakan perbedaan itu. Kita langsung tahu apa yang terjadi karena kita bisa melihat bahwa sekeliling kita tiba-tiba tampak seperti raksasa.

Baju yang kita pakai tiba-tiba kedodoran, dan cincin yang biasa melingkar manis di jari kita tiba-tiba tampak seperti lingkaran raksasa yang berat dan menyeramkan karena hampir jatuh menimpa tubuh kerdil kita itu. Tetapi, apakah itu berarti bahwa tubuh kita yang mengecil, atau sekeliling kita yang tiba-tiba membesar? Hmm... bingung juga ya!

Bagaimana cara kita menentukan mana yang besar dan mana yang kecil? Apakah planet bumi yang kita tempati ini bisa disebut berukuran besar? Kalau dibandingkan dengan ukuran bola basket yang biasa kita mainkan di sekolah, tentu saja planet bumi ini tampak seperti bola raksasa yang sangat besar! Tetapi kalau kita bandingkan dengan matahari, planet bumi ini termasuk kecil! Jadi, yang mana yang benar? Besar atau kecil? Tidak ada yang benar, dan tidak ada yang salah! Itulah letak permasalahannya. Ukuran tidak bisa dinyatakan secara absolut. Untuk mengukur sesuatu kita perlu sesuatu yang lain sebagai perbandingannya. Ini berarti bahwa ukuran (orang fisika lebih senang menyebutnya sebagai: Length) selalu bersifat relatif, tidak ada yang mutlak berukuran besar ataupun kecil.

Sekarang kita coba lihat kasus lain. Masih ingat cerita si Kancil yang gesit dan lincah? Kancil bisa berlari sangat cepat. Tunggu dulu! Apa benar kancil itu cepat? Kalau dibandingkan dengan siput, sudah pasti si kancil terlihat sangat cepat. Kalau dibandingkan dengan juara olimpiade pun kancil masih terlihat sangat cepat. Tetapi kalau kita bandingkan dengan pesawat terbang, tentu saja si kancil jadi terlihat begitu lambat. Apa ini berarti pesawat terbang itulah yang cepat? Tidak juga! Kalau kita lihat roket yang meluncur ke luar angkasa, kita bisa langsung tahu bahwa roket itu jauh lebih cepat dari pesawat terbang biasa. Ini berarti, kecepatan pun merupakan sesuatu yang relatif. Kita juga bisa membuktikan ini saat kita sedang mengantar saudara kita yang akan pergi ke luar kota naik kereta api cepat.

Sewaktu kereta mulai meluncur, kita melihat saudara kita itu melesat dengan cepat. Tetapi di dalam kereta itu sendiri, orang yang duduk di sebelah saudara kita itu melihat bahwa saudara kita itu duduk diam dan tenang di sebelahnya. Jadi, bagi kita yang sedang berada di luar kereta yang sedang meluncur itu, saudara kita memang terlihat bergerak dengan cepat. Tetapi bagi semuanya yang ada di dalam kereta, ia terlihat sedang diam. Jadi, waktu (Time) tidak mempunyai nilai absolut, sama seperti ruang (Space). Semuanya harus selalu dibandingkan dengan sesuatu yang bisa dijadikan patokan. Misteri inilah yang diutak-atik oleh otak jenius Einstein sehingga melahirkan teori relativitasnya yang terkenal itu. Semua hal yang tampak sebagai sesuatu yang absolut ternyata merupakan sesuatu yang relatif.

Ada dua postulat dalam teori relativitas khusus ini. Yang pertama menyatakan bahwa semua hukum fisika yang berlaku di bumi, berlaku juga di seluruh jagad raya. Yang kedua menyatakan bahwa kecepatan cahaya di ruang hampa selalu konstan (sekitar tiga ratus juta meter per detik, atau sering ditulis dalam bentuk kerennya: 3.108 meter per detik). Postulat yang kedua ini menunjukkan bahwa bagaimanapun cara kita mengukurnya, kecepatan cahaya tidak pernah berubah. Apa pun patokan yang kita gunakan untuk mengukur kecepatan cahaya, di mana pun posisi kita saat mengukur, dan berapa pun kecepatan kita (apakah kita sedang bergerak atau sedang duduk diam) saat mengukur, kecepatan cahaya selalu konstan. Ini menunjukkan bahwa kecepatan cahaya merupakan satu-satunya yang bersifat absolut. Postulat yang pertama pun menyatakan bahwa kondisi ini selalu berlaku di mana pun juga. Ini berarti, jika kita mengukur kecepatan cahaya di galaksi lain, kita tetap mendapatkan hasil yang sama, yaitu tiga ratus juta meter per detik!

Postulat-postulat Einstein ini ternyata memberi dampak besar bagi dunia. Ia pernah mencoba menjelaskan efek yang dihasilkan dari teorinya ini dalam perumpamaan berikut. Misalnya ada sebuah kereta yang sedang meluncur cepat. Si A sedang duduk dengan tenang dalam salah satu gerbong kereta itu. Si B sedang berdiri diam di luar kereta dan mengamati kereta yang meluncur di depannya itu. Sewaktu gerbong kereta yang dinaiki si A meluncur tepat di depannya, tiba-tiba ada kilat menyambar di dua tempat yang berbeda. Kilat pertama menyambar 100 meter di sebelah kanan B, sedangkan kilat yang satunya lagi menyambar 100 meter di sebelah kiri B. Saat kedua kilat menyambar, posisi A tepat di depan B. Karena si B sedang berdiri diam di luar kereta yang sedang meluncur, si B melihat kedua kilat itu menyambar pada saat yang bersamaan.

Tetapi lain halnya dengan si A. Si A yang sedang berada di dalam kereta yang meluncur cepat (ke arah kanan si B) melihat kedua kilat menyambar satu per satu. Kilat yang pertama terlihat lebih dulu, beberapa saat kemudian baru kilat yang kedua terlihat oleh A. Padahal jarak A terhadap kilat pertama dan kedua sama dengan jarak B terhadap kedua kilat itu. Perbedaan ini disebabkan bedanya kerangka acuan A dan B (frame of reference). Si A sedang ‘meluncur’, sedangkan si B sedang berdiri ‘diam’. Karena si A sedang bergerak menuju kilat yang pertama, tentu saja kilat yang pertama itu terlihat lebih dulu. A bergerak menjauhi kilat yang kedua, sehingga kilat yang kedua tampak menyambar sesudah kilat yang pertama. Bagi si B yang sedang diam dan tidak mendekati maupun menjauhi kedua kilat itu, keduanya tampak menyambar pada waktu yang bersamaan. Yang mana yang benar? Keduanya benar! Tidak ada yang salah. Karena itulah ini dinamakan relativitas. Semua bergantung pada kerangka acuan yang digunakan. Dan apa pun kerangka acuannya, hukum-hukum fisika yang sama selalu berlaku (postulat 1). Sekarang jika si A dan si B sama-sama diminta untuk menghitung kecepatan cahaya, apa hasilnya akan berbeda? Tidak! Walaupun si A sedang bergerak dan si B sedang diam, keduanya akan mendapati bahwa kecepatan cahaya tetap tiga ratus juta meter per detik.

Ada konsekuensi dari teori relativitas ini. Yang paling terkenal adalah mulurnya waktu dan kontraksi panjang. Mulurnya waktu, atau bahasa kerennya Time Dilation, ini maksudnya bahwa jika suatu jam bergerak dengan kecepatan tertentu, waktunya akan memuai (mulur). Misalnya ada seorang astronot yang membawa jam tangannya saat menjalankan misi ke luar angkasa. Pesawat luar angkasa yang membawanya meluncur sangat cepat. Jika kita, yang berada di bumi, punya teropong yang sangat sensitif dan bisa melihat ke dalam pesawat yang sedang meluncur cepat itu, kita bisa menggunakan teropong itu untuk mengintip jam tangan si astronot. Sebelum si astronot berangkat kita sudah menyesuaikan jam tangan itu dengan jam tangan yang kita gunakan di bumi. Aneh, di jam tangan si astronot yang sedang meluncur di luar angkasa itu koq lebih lambat dibanding jam tangan kita di bumi?

Padahal sebelum ia berangkat kedua jam sudah dicocokkan dan si astronot tidak mengubahnya sama sekali sejak keberangkatannya itu. Jarum detiknya tampak bergerak lebih lambat dibanding jarum detik di jam tangan kita. Inilah yang disebut dengan waktu yang mulur saat bergerak pada kecepatan tinggi. Semakin besar kecepatan gerak suatu benda atau partikel, waktu akan berjalan semakin lambat bagi benda atau partikel tersebut! Tentu saja hal ini tidak dirasakan oleh si astronot. Menurut si astronot, jam tangannya tidak berubah kecepatannya, yang berubah justru kecepatan jam tangan kita di bumi yang tampak bergerak lebih cepat. Hal ini disebabkan segala sesuatu di dalam pesawat astronot bergerak lambat termasuk proses metabolisma tubuh, getaran atom dan sebagainya.

Kontraksi panjang juga berkaitan dengan perbedaan kecepatan. Misalnya si astronot agak lelah, lalu mulai berbaring di tempat tidur yang sudah disediakan di pesawat luar angkasanya. Dengan teropong yang sama, kita bisa mengintip si astronot yang tidur berbaring itu. Aneh, sewaktu berbaring koq si astronot tampak lebih pendek? Sewaktu ia masih di bumi dan pesawatnya belum berangkat, ia tampak tinggi. Lebih aneh lagi, sewaktu ia sudah terbangun lagi dari tidurnya dan kembali berdiri, tiba-tiba ia kelihatan tinggi seperti biasa. Tetapi ia juga kelihatan lebih kurus saat berdiri! Ada apa ini? Apa ia menyusut sewaktu sedang tidur? Tentu tidak! Karena ia sedang berada dalam pesawat yang meluncur cepat, saat ia tidur kita melihat panjang tubuhnya menciut (terjadi kontraksi panjang). Saat ia berdiri, kita melihat lebar tubuhnya menciut (juga merupakan kontraksi panjang). Ia sendiri tidak merasakan perubahan apa-apa di dalam pesawat. Nah, inilah serunya teori relativitas!

Tunggu dulu! Ada yang lebih seru lagi dari ini. The Twin Paradox. Apa itu? Misalnya kita pergi ke ruang angkasa menggunakan pesawat yang meluncur sangat cepat menjauhi bumi, dan kemudian kembali lagi ke bumi sepuluh tahun setelah pesawat lepas landas. Bagi kita yang berada di pesawat itu, kita hanya pergi selama satu tahun saja (karena adanya time dilation)! Jika kita punya saudara kembar yang menunggu kita di bumi, kita bisa melihat sendiri bahwa saat kita mendarat, kembaran kita (yang lahirnya bersamaan dengan kita) sudah 9 tahun lebih tua dari kita! Ini adalah salah satu akibat dari dilatasi waktu. Aneh tapi nyata!

Teori relativitas khusus ini telah banyak digunakan oleh para fisikawan dalam menelorkan karya-karya hebatnya. Sudah banyak bukti-bukti yang menunjukkan kebenarannya. Inilah hebatnya Einstein! Ia menelorkan teori tersebut murni dari hasil pemikiran otaknya saja, tanpa ada bantuan dari siapapun. Ia tidak pernah berdiskusi dengan siapapun dan tidak pernah menjalankan percobaan apapun untuk mendukung teori ini. Tetapi ternyata teori ini justru terbukti benar saat beberapa fisikawan mencobanya dalam berbagai eksperimen. Teori Einstein yang menelorkan konsep kecepatan cahaya inipun membuat heboh dunia karena bertentangan dengan teori Newton.

Menurut Newton, jika sebuah benda yang sedang bergerak akan terus bergerak pada kecepatan sama jika tidak ada gaya lain yang mempengaruhinya. Jika kita memberikan gaya tambahan (secara terus-menerus) pada benda yang bergerak itu, maka gerakannya akan terus dipercepat. Ini berarti kecepatannya terus bertambah sampai pada kecepatan tak hingga, asalkan kita terus memberikan gaya yang dibutuhkan untuk mempercepat benda itu. Einstein langsung menyatakan: “Newton, forgive me…” karena menurut Einstein ini tidak mungkin terjadi! Semakin besar kecepatan yang diinginkan semakin besar pula gaya yang harus diberikan. Untuk mencapai kecepatan cahaya, kita harus memberikan energi dalam jumlah yang tak hingga (infinite). Hal ini tidak mungkin bisa dilakukan karena energi hanya ada dalam jumlah tertentu (finite) sebagai akibat dari Hukum Kekekalan Energi (energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan). Jumlah energi yang tersedia tidak pernah bertambah sehingga kecepatan cahaya tidak mungkin bisa dicapai.

Disamping Teori Relativitas Khusus, Einstein juga mengembangkan Teori Relativitas
Umum (The General Theory of Relativity). Dalam teori ini Einstein memperhitungkan pengaruh gravitasi pada cahaya. Einstein menunjukkan bahwa lintasan cahaya akan mengalami pembelokan ketika berada dekat dengan benda-benda luar angkasa yang besar-besar itu. Tahu nggak, teori ini berhasil lolos ujian yang amat sulit, yaitu ketika menentukan gerakan presesi dari perihelion orbit planet Merkuri. Kemudian pada tahun 1919 ketika terjadi gerhana matahari total di teluk Guinea, Afrika sekelompok ilmuwan Inggris berusaha membuktikan adanya pembelokan cahaya bintang ketika berada dekat sekali dengan matahari seperti yang diramalkan oleh Teori Relativitas Umum Einstein. Para astronomer memfoto berbagai posisi suatu bintang tertentu ke arah matahari dan kemudian mengulangi 6 bulan kemudian. Ternyata ramalan Einstein benar! Saat itu Einstein menjadi sangat terkenal. (***)

(Yohanes Surya)

8 Pertanyaan Jebakan Saat Wawancara

Getty Images
Jawaban.com
Kamis, 24 April 2008 | 13:17 WIB

Sebagian besar pemburu pekerjaan mengakui mengalami perasaan yang beraneka ragam, mulai dari perasaan tidak tenang sampai rasa panik berlebihan. Supaya tidak panik, ikuti beberapa tip sederhana berikut ini.

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin. Persiapan yang baik akan memberikan rasa percaya diri dan mengurangi kegelisahan Anda. Tuliskan draft jawaban untuk pertanyaan yang paling sering diajukan wawancara dan praktikkan cara Anda menjawab dengan suara keras. Anda pun harus mengetahui mengenai latar belakang perusahaan tersebut.
Selain itu, siapkan juga beberapa pertanyaan untuk diajukan kepada pewawancara. Hal ini memperlihatkan kepada pewawancara bahwa Anda memang tertarik pada posisi yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut.
Ini mungkin remeh, tapi tak kalah penting; pastikan Anda mengetahui alamat dan lokasi perusahaan tersebut dengan baik, jangan sampai Anda terlambat karena tersesat.
Walau pertanyaan yang diajukan bervariasi, biasanya ada beberapa pertanyaan yang umum ditanyakan pada saat wawancara. Dengan membaca pertanyaan-pertanyaan berikut ini dan Anda mengembangkan jawabannya yang pas, maka Anda sudah memiliki permulaan yang baik.

1. Mengapa kami harus mempekerjakan Anda?
Ini peluang Anda untuk "menjual" diri Anda. Uraikan dengan singkat dan jelas kelebihan yang Anda miliki, kualifikasi Anda dan apa yang dapat Anda sumbangkan bagi perusahaan tersebut. Hati-hati, jangan memberikan jawaban yang terlalu umum. Hampir setiap orang mengatakan mereka merupakan seorang pekerja keras dan memiliki motivasi. Berikanlah jawaban yang memperlihatkan keunikan yang Anda miliki.

2. Mengapa tertarik bekerja di perusahaan ini?
Pertanyaan ini merupakan salah satu alat bagi si pewawancara untuk mengetahui apakah Anda mempersiapkan diri dengan baik. Jangan pernah datang untuk sebuah wawancara pekerjaan tanpa mengetahui latar belakang perusahaan. Dengan memiliki informasi yang cukup mengenai latar belakang perusahaan tersebut maka pertanyaan di atas memberikan kesempatan kepada Anda untuk memperlihatkan inisiatif, dan menunjukkan apakah pengalaman serta kualifikasi yang Anda miliki sepadan dengan posisi yang diperlukan.

3. Apa kelemahan utama Anda?
Rahasia dalam menjawab pertanyaan di atas adalah dengan berkata jujur mengenai kelemahan Anda, tapi jangan lupa menjelaskan bagaimana Anda mengubah kelemahan tersebut menjadi kelebihan. Misalnya, bila Anda memiliki masalah dengan perusahaan terdahulu, perlihatkan langkah yang Anda ambil. Hal ini memperlihatkan bahwa Anda memiliki kemampuan dalam mengenali aspek yang perlu diperbaiki dan inisiatif dalam memperbaiki diri Anda.

4. Mengapa berhenti dari perusahaan terdahulu?
Walaupun Anda berhenti dari pekerjaan terdahulu dengan cara yang tidak baik, Anda harus berhati-hati dalam memberikan jawaban. Usahakan untuk memberikan jawaban yang diplomatis. Bila Anda memberikan jawaban yang mengandung aspek negatif, kompensasikan jawaban tadi dengan jawaban yang positif. Bila Anda mengeluhkan tentang pekerjaan terdahulu, maka hal ini tidak memberi poin apa-apa buat Anda.

5. Bagaimana Anda mengatasi masalah?
Tidak mudah memberikan jawaban bila Anda mendapatkan pertanyaan seperti di atas, terutama bila Anda baru lulus dan tidak memiliki pengalaman kerja. Pewawancara ingin melihat apakah Anda dapat berpikir kritis dan mengembangkan solusi tanpa melihat jenis permasalahan yang Anda hadapi, bahkan walaupun Anda tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Gambarkan langkah-langkah yang Anda lakukan dalam memprioritaskan pekerjaan. Hal ini memperlihatkan bahwa Anda bertanggungjawab dan tetap dapat berpikir jernih walaupun sedang menghadapi masalah.

6. Prestasi apa yang dibanggakan?
Rahasia dari pertanyaan di atas adalah dengan menyeleksi dan memilih secara spesifik prestasi yang berhubungan dengan posisi yang sedang ditawarkan. Walaupun Anda pernah menjuarai bola basket pada waktu kuliah, tetapi ini bukan merupakan sebuah jawaban yang diharapkan. Berikan jawaban yang lebih profesional dan lebih relevan. Pikirkan kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut dan kembangkan contoh yang memperlihatkan bagaimana Anda dapat memenuhi kebutuhan perusahaan.

7. Berapa gaji yang Anda harapkan?
Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang tersulit terutama bagi mereka yang tidak memiliki pengalaman kerja yang cukup.Yang perlu Anda lakukan sebelum wawancara adalah mencari tahu pasaran gaji untuk posisi yang ditawarkan agar Anda dapat memberikan jawaban atas pertanyaan ini. Beritahu pewawancara bahwa Anda terbuka untuk membicarakan mengenai kompensasi bila saatnya tiba. Bila terpaksa, berikan jawaban yang berupa kisaran angka, bukan angka tertentu.

8. Bisa ceritakan mengenai diri Anda?
Mungkin pertanyaan di atas tampaknya mudah tetapi pada kenyataannya tidaklah semudah yang Anda bayangkan. Yang pasti Anda harus menyadari bahwa pewawancara tidak tertarik untuk mengetahui apa yang Anda lakukan di akhir pekan ataupun dari daerah mana Anda berasal. Pewawancara berusaha mengetahui Anda secara profesional. Siapkan dua atau tiga poin mengenai diri Anda, baik pengalaman kerja maupun sasaran karir Anda dan tetap konsisten. Rangkum jawaban Anda dengan mengungkapkan keinginan Anda sebagai bagian dari perusahaan tersebut. Bila memiliki jawaban yang mantap maka hal ini dapat membawa Anda pada pembicaraan yang memperlihatkan kualifikasi Anda.

HUMOR

TIDAK TAHAN ... BAU!
====================

Adalah seorang Austria, seorang Italia dan seorang Smogaria, semuanya
melamar pekerjaan yang sama. Pekerjaan itu adalah menjaga seribu domba
yang digembalakan di atas gunung yang tinggi. Pemilik peternakan domba
itu menguji kemampuan mereka bertiga, sebelum ia memutuskan yang mana
yang harus diterima sebagai pegawainya, sehingga ia menyuruh mereka
bertiga untuk pergi menggembalakan seribu domba itu ke atas gunung.

Hari kedua, orang Austria turun, karena tidak tahan dengan bau domba-
domba itu.

Hari ketiga, orang Italia turun, karena ia pun juga tidak tahan dengan
bau domba-domba itu.

Hari keempat, seribu domba itu yang turun.

e-Humor edisi (6-10-2004)


SALAH KIRIM
===========

Sebuah perusahaan telah berpindah lokasi yang baru. Salah satu mitra
perusahaan telah memesan bunga untuk dikirimkan ke lokasi tersebut. Ia
juga hadir dalam resepsi peresmian yang meriah tersebut, sambil ia
mencari bunga kirimannya di antara kiriman bunga yang ada.

Akhirnya, ia mendapati bunganya terkirim dengan ucapan "Rest In
Peace". Dengan kesal ia menelepon perusahaan bunga yang mengirimkannya
dan mengeluhkan apa yang dilihatnya.

Setelah ia puas marah-marah, ia menunggu jawaban dari petugas bunga
tersebut. Inilah jawabnya, "Tuan, kami minta maaf atas kesalahan kami
hari ini, tapi daripada Anda marah-marah terhadap yang sudah
terlanjur, sebaiknya anda berpikir positif. Bayangkanlah, ada sebuah
upacara penguburan hari ini yang menerima kiriman bunga indah dengan
kartu ucapan yang berbunyi: SELAMAT BAGI ANDA YANG MENEMPATI LOKASI
BARU."

SALESMAN ALKITAB

Sebuah perusahaan pemasar alkitab sedang membuka lowongan yg isinya mencari sales2 muda untuk mempromosikan alkitab nya....

Tidak lama kemudian dateng 3 orang pemuda....

Orang pertama : "saya telah berpengalaman menjadi sales executive selama 10 tahun !"

Bos pun dengan senang hati menerimanya dan mempersilakan orang kedua masuk....

Orang ke 2 : "Saya telah berpengalaman menjadi sales manager selama 25 tahun !"

Bos pun lebih terkejut lagi dan kembali menerima,lalu mempersilakan orang ke 3 masuk....

Orang ke 3 : "Ss...s.saa...sayaa ...bbb..bbeellll...uumm b..bb..bee..berpe...nga..ngalaam...ann ttee....tee..tetaappii....ss..ss..ayaa..aa..akaan...berrr...usaha...b..b..booss !!"

Sang bos pun bingung tetapi akhirnya ia kasihan dan menerimanya juga....

Seminggu berlalu...setelah para anak buahnya bekerja,maka bos pun memanggil mereka 1 per 1 untuk menanyakan hasil yg telah mereka jual

Orang 1 : "Lapor ! saya telah berhasil menjual 30 unit alkitab dalam 1 minggu !"

Bos : "Bagus......gaji mu akan kunaikkan 3 kali lipat untuk itu !" kata bos dengan bangga

Orang ke 2 : " Bos...saya juga telah menjual banyak....120 unit !!"

Bos : " (dengan terkejut) Wow...anda juga akan saya beri gaji 3 kali lipat !!!"

Orang ke 3 : "Bbb...bb..ooss....ss..ss.ssayaa...bbb...bbberrr..berrhaa..siiillll mee..meenjual 360 uuunn..unniitt...!!"

Bos : "(bertanya dengan tidak percaya) apaaa ???? bagaimana bisaa ?? coba jelaskan padaku caranya !!"

Orang ke 3 : "ss..ss.ssaayaa...hhaa..hanyaaa bb...bbb..bertanyaa....aa..aapaakahhh mmaaa..mmmau be..be..beliii....a...aa..atauuu....m..mmaauuu...ss..sssa..ssayaa....baa..bacakan...sa..sajaaa...."ujar si gagap dengan tenang....

8 Langkah Ajaib Menuju Ke Langit (SMART Test)

Jumat, 18-April-2008; 09:20:39 WIB
Oleh : Victor Asih

"Gantungkan Cita-Citamu Setinggi Langit", kata orang tua kita dahulu. Untuk memiliki hidup yang sukses, memang seseorang harus memiliki cita-cita atau impian terlebih dahulu. Karena impian adalah arah yang akan kita tempuh dalam perjalanan hidup kita. Tanpa impian, perjalanan hidup kita menjadi tak terarah. Sehingga segala tindakan yg kita lakukan dalam hidup menjadi tidak efektif dan efisien. Ibarat kapal yg berlayar tanpa tujuan akan berputar-putar di perairan yang sama, tidak jauh beranjak dari tempatnya semula walaupun sudah menempuh perjalanan panjang. Perjalanan hidup seperti kapal tadi adalah perjalanan hidup yang bergantung pada nasib, tergantung ke mana arah angin bertiup. Ini memang perjalanan hidup kebanyakan orang di dunia.

Banyak sumber mengatakan hampir 90% orang di dunia tidak dapat mencapai impiannya, sehingga impian hanya menjadi khayalan semata. (Bukan karena setinggi langit ? )
Tidak heran kalau hanya sedikit sekali orang yang bisa sukses, karena kebanyakan orang hidupnya memang pasrah pada nasib atau hanya dikendalikan orang lain. Tetapi, coba anda renungkan, "Apakah anda Benar-Benar Rela kalau hidup anda yang hanya 1 kali saja di dunia ini hanya dikendalikan oleh nasib atau dikendalikan orang lain ?"
Kalau jawabannya "TIDAK", mulai sekarang tentukanlah impian anda sendiri dan jadilah nakhoda kapal kehidupan anda sendiri. Arahkan kehidupan anda untuk mencapai berbagai impian anda (dilangit manapun anda menggantungnya) dan nikmatilah kehidupan sukses anda.

Mungkin impian seseorang adalah menjadi orang terkenal, memiliki uang banyak, rumah bagus, mobil bagus, liburan ke luar negeri, sekolah setinggi mungkin, dll. Apapun impian anda, yang penting adalah anda harus tahu bagaimana langkah praktis untuk meraih impian anda secara efisien dan efektif .

Ada 8 langkah langkah praktis yang ajaib untuk mewujudkan impian kita :

1. Berani membuat impian/cita-2

Banyak orang merasa "minder" untuk membuat impian yang besar karena merasa dirinya memiliki berbagai keterbatasan dibandingkan orang lain. Misalnya karena pendidikan rendah, miskin, tidak pandai, lingkungan buruk, dll. Napoleon Hill berkata bahwa "Apa yang anda pikirkan dan percaya, pasti akan anda dapatkan". Kalau anda pikir bahwa anda BISA maka anda pasti BISA, sekacau apapun kondisi anda saat ini. Jadi buatlah impian anda semenarik mungkin sehingga anda tergerak untuk mewujudkannya. Dan yakinlah bahwa Tuhan mengasihi anda sebagai umatnya dan akan memerintahkan segenap alam semesta akan membantu anda mewujudkan impian anda.

Tips : Kalau anda masih tidak berani membuat impian anda, cobalah dengan membaca buku atau artikel motivasi atau kisah sukses, mendengarkan kaset motivasi, mengikuti seminar dari para motivator, dan berteman dengan orang-2 yang berpikir positif. 2. Tentukan impian anda dengan jelas (tuliskan/visualisasikan)
Tuliskan impian anda sejelas-jelasnya di kertas dan bayangkan hal itu terjadi pada diri anda.

Bayangkan bagaimana nikmatnya mencapai impian tersebut. Kalau perlu dengan bantuan gambar/foto. Misalnya jika impian anda adalah memiliki mobil BMW 302i, miliki foto/gambar mobil tersebut dan bayangkan betapa nikmatnya saat anda mengendarainya. Kalau perlu anda pergi ke show room nya, melakukan test drive atau memiliki brosurnya terlebih dahulu.

langkah 2 Tentukan impian anda dengan jelas (Tuliskan/Visualisasikan)

Tuliskan impian anda sejelas-jelasnya di kertas dan bayangkan hal itu terjadi

Langkah 3. Uji impian anda, apakah sudah SMART ?

Tinjau apakah impian itu sudah memenuhi kriteria SMART, yaitu :
- Specific : dapat diuraikan secara terinci
- Measureable : bisa diukur dengan pasti, misalnya dengan waktu, uang, dll.
- Achievable : masih ada kemungkinan untuk dicapai
- Realistic : realistis, tidak mengada-2
- Timeable : bisa ditentukan berapa lama waktu pencapaiannya

Jika impian belum SMART, evaluasi lagi impian anda dan revisi dengan kembali ke langkah 2 (tentukan impian anda dengan jelas)
Jika impian sudah SMART, yakinkan pada pikiran bawah sadar anda, aliran darah anda, seluruh sel-sel di tubuh anda, bahwa anda pasti akan mendapatkannya. Anda bisa melakukan affirmasi atau kekuatan law of attraction.

4. Buat "peta perjalanan" menuju impian anda

Susun langkah-langkah kecil yang harus dilakukan dan target antara yang akan dicapai di tiap tahap yang dilalui. Jika semua langkah dan target antara itu disusun dengan jelas akan membentuk sebuah "peta perjalanan" menuju impian anda.

5. Tentukan "Alat/Sistem/Kendaraan" untuk mencapai impian anda

Pilih alat atau sistem atau cara dengan apa anda akan menempuh "peta perjalanan" anda. Pastikan bahwa dengan menggunakan alat/sistem/cara tersebut akan menjamin anda berhasil melangkah melalui setiap tahapan dalam "peta perjalanan" dan pada akhirnya menghantarkan anda mencapai impian.

6. Fokuskan semua pikiran dan tindakan nyata untuk mencapainya

Ubah sikap diri anda ! Mulai sekarang, semua sikap, tindakan dan pikiran di fokuskan pada skenario "peta perjalanan" mencapai impian anda. Evaluasi setiap tindakan yang akan anda lakukan, "Apakah sesuai dengan skenario tersebut ?" Jika tidak, jangan lakukan ! Jika ya, lakukan saat ini juga ! (action now !) Tidak ada kompromi penundaan waktu.

7. Selesaikan sesuai rencana

Mungkin dalam perjalanan mencapai impian anda akan mengalami banyak kegagalan dan kekecewaan. Tetapi apapun yang terjadi, anda harus selesaikan semua sesuai dengan rencana. Ingat, tidak perduli di langit ke berapa anda menggantungkan impian, pasti anda bisa mencapainya. Hal ini sudah dibuktikan oleh banyak sekali orang sukses di dunia. Tinggal diperlukan 1 orang lagi membuktikannya, yaitu Anda !

8. Jika impian telah tercapai, buat impian baru yang lebih besar
(kembali ke langkah 1)

Jika anda melakukan 8 langkah ajaib tersebut terus menerus dalam hidup anda, jangan kaget kalau pada suatu saat anda tersadar, anda sudah berada di langit kesuksesan di mana impian demi impian telah anda raih. (Victor Asih)
Penulis bisa dihubungi melalui email victorasih@yahoo.co.id

Biografi Prof. Yohanes Surya Ph.D

2008-04-24 10:53:37 from yohanessurya.com

Yohanes Surya lahir di Jakarta pada tanggal 6 November 1963. Ia mulai memperdalam fisika pada jurusan Fisika MIPA Universitas Indonesia hingga tahun 1986, mengajar di SMAK I Penabur Jakarta hingga tahun 1988 dan selanjutnya menempuh program master dan doktornya di College of William and Mary, Virginia, Amerika Serikat. Program masternya diselesaikan pada tahun 1990 dan program doktornya di tahun 1994 dengan predikat cum laude. Setelah mendapatkan gelar Ph.D., Yohanes Surya menjadi Consultant of Theoretical Physics di TJNAF/CEBAF (Continous Electron Beam Accelerator Facility) Virginia – Amerika Serikat (1994). Walaupun sudah punya Greencard(ijin tinggal dan bekerja di Amerika Serikat), Yohanes Surya pulang ke Indonesia dengan tujuan ingin mengharumkan nama Indonesia melalui olimpiade fisika (semboyannya waktu itu adalah “Go Get Gold”) serta mengembangkan fisika di Indonesia.

Pulang dari Amerika, disamping melatih dan memimpin Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI), Yohanes Surya menjadi pengajar dan peneliti pada program pasca sarjana UI untuk bidang fisika nuklir (tahun 1995 –1998). Dari tahun 1993 hingga 2007 siswa-siswa binaannya berhasil mengharumkan nama bangsa dengan menyabet 54 medali emas, 33 medali perak dan 42 medali perunggu dalam berbagai kompetisi Sains/Fisika Internasional. Pada tahun 2006, seorang siswa binaannya meraih predikat Absolute Winner (Juara Dunia) dalam International Physics Olympiad (IphO) XXXVII di Singapura.

Sejak 2000, Yohanes Surya banyak mengadakan pelatihan untuk guru-guru Fisika dan Matematika di hampir semua kota besar di Indonesia, di ibukota kabupaten/kotamadya, sampai ke desa-desa di seluruh pelosok Nusantara dari Sabang hingga Merauke, termasuk pesantren-pesantren. Untuk mewadahi pelatihan-pelatihan ini Yohanes Surya mendirikan Surya Institute. Surya Institute kini sedang membangun gedung TOFI center yang akan menjadi pusat pelatihan guru maupun siswa yang akan bertanding di berbagai kejuaraan sains/fisika.

Yohanes Surya merupakan penulis produktif untuk bidang Fisika/Matematika. Ada 68 buku sudah ditulis untuk siswa SD sampai SMA. Selain menulis buku, ia juga menulis ratusan artikel Fisika di jurnal ilmiah baik nasional maupun internasional, harian KOMPAS, TEMPO, Media Indonesia dan lain-lain. Ia juga pencetus istilah MESTAKUNG dan tiga hukum Mestakung, serta pencetus pembelajaran Gasing (Gampang, Asyik, Menyenangkan).

Selain sebagai penulis, Yohanes Surya juga sebagai narasumber berbagai program pengajaran Fisika melalui CD ROM untuk SD, SMP dan SMA. Ia juga ikut memproduksi berbagai program TV pendidikan diantaranya “Petualangan di Dunia Fantasi”, dan “Tralala-trilili” di RCTI.

Di luar aktifitasnya di atas, Yohanes Surya berkiprah dalam berbagai organisasi internasional sebagai Board member of the International Physics Olympiad, Vice President of The First step to Nobel Prize (1997-sekarang); Penggagas dan President Asian Physics Olympiad (2000-sekarang); Chairman of The first Asian Physics Olympiad, di Karawaci, Tangerang (2000); Executive member of the World Physics Federation Competition; Chairman of The International Econophysics Conference 2002; Chairman the World Conggress Physics Federation 2002; Board of Experts di majalah National Geographic Indonesia serta menjadi Chairman of Asian Science Camp 2008 di Denpasar, Bali. Selama berkarir di bidang pengembangan fisika, Yohanes Surya pernah mendapatkan berbagai award/fellowship antara lain CEBAF/SURA award AS ’92-93 (salah satu mahasiswa terbaik dalam bidang fisika nuklir pada wilayah tenggara Amerika), penghargaan kreativitas 2005 dari Yayasan Pengembangan Kreativitas, anugerah Lencana Satya Wira Karya (2006) dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Pada tahun yang sama, ia terpilih sebagai wakil Indonesia dalam bidang pendidikan untuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, George W. Bush. Pada tahun 2007, beliau menulis buku “Mestakung: Rahasia Sukses Juara Dunia” yang mendapatkan penghargaan sebagai penulis Best Seller tercepat di Indonesia.

Yohanes Surya adalah guru besar fisika dari Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga. Ia pernah menjadi Dekan Fakultas Sains dan Matematika Universitas Pelita Harapan; Kepala Promosi dan Kerjasama Himpunan Fisika Indonesia (2001-2004), juri berbagai lomba sains/matematika (XL-com, L’oreal, UKI dsb), anggota Dewan Kurator Museum Iptek Taman Mini Indonesia Indah, salah satu founder The Mochtar Riady Institute, anggota Dewan Wali Amanah Sekolah Tinggi Islam Assalamiyah Banten dan kini Prof. Yohanes Surya menjabat sebagai Rektor Universitas Multimedia Nusantara (Kompas Gramedia Group) serta aktif mengkampanyekan Cinta Fisika (Bali Cinta Fisika, Kalbar Cinta Fisika dsb) diseluruh Indonesia.(***)

Humor Mandarin

Aku tak bisa membayar (ganbei)

Ada kisah seorang Cina dengan seorang Inggris yang saling tak mengerti bahasa mereka masing-masing pergi ke restoran makan bersama.

Dengan bahasa Inggris seadanya mereka saling menyetujui makanan yang dipesan dan ketika makanan datang mereka mulai makan.

Setiap kali orang Cina tersebut mengangkat gelasnya, ia berkata kepada kawan Inggrisnya, "Gan bei!" (baca: kan pei ; artinya: "bersulang!" )

Orang Inggrisnya semula tertegun, namun ia kemudian melanjutkan makannya. Hal ini terulang lagi setiap kali orang Cina tersebut hendak minum, ia mengucapkan "Gan bei!" (baca: kan pei )

Si orang Inggris ini hanya mengangguk, diam sebentar kemudian melanjutkan makannya.

Tak lama kemudian orang Cina itu kembali meneriakkan "Gan bei!" sambil mengangkat gelas. Kali ini orang Inggris itu meletakkan alat makannya lalu berkata lantang kepada kawan Cina nya, "It's all right if you CAN'T PAY! I will pay!"


Kanan ke Kiri

Seorang salesman Coca-Cola baru saja kembali dari tugasnya di Pedalaman Tembok China .

Dengan wajah yang sangat kecewa ia berhadapan dengan bossnya. Si Boss bertanya "Kenapa kamu gagal melakukan transaksi di China ?"

"Saat tiba di China saya begitu yakin bisa menjual produk kita..." kata si salesman. "Cuma, ada satu masalah, saya tidak mengerti bahasa China , jadi saya memutuskan untuk mempromosikan produk ini melalui poster bergambar... ."

Poster pertama gambarnya seorang pria yang sedang sekarat & kehausan di tengah perjalanannya di Tembok China , poster selanjutnya bergambar pria tersebut kemudian meminum Coca-Cola, dan poster terakhir bergambar pria tersebut akhirnya bangkit kembali dengan kondisi yang segar bugar. Kemudian 3 poster tersebut saya tempel di seluruh penjuru China ."

"Lho bukannya itu ide yang brilian? Tapi kenapa kamu masih gagal dalam menjual?" tanya si Boss.

Si Salesman menjawab "Saya tidak tahu kalo orang China membaca dari kanan ke kiri."

20080423

Lampu Lalu Lintas

Sumber : Team Andriewongso.com
Senin, 10-Maret-2008; 11:08:09 WIB

Apa jadinya jika di dunia ini tidak ada lampu lalu lintas tiga warna atau traffic light? Barangkali, risiko kecelakaan di jalan-terutama di persimpangan-akan sangat besar. Maka, berterima kasihlah pada penemu lampu lalu lintas, Garrett Augustus Morgan.

Suatu kali, ia melihat tabrakan antara mobil dengan kereta kuda. Kejadian itu membekas dalam pikirannya. Karena itu, ia berpikir serius untuk mencari solusi agar kejadian tersebut tak terulang. Maka, pria Amerika berkulit hitam ini segera memutar otak bagaimana membuat sistem lalu lintas lebih aman.

Sebenarnya, ketika itu sudah ada penemuan sistem pengaturan lalu lintas dua sinyal, merah dan hijau. Lampu tersebut pernah dipakai di London pada tahun 1863. Namun, sinyal itu dihentikan penggunaannya karena pada saat beroperasi lampunya meledak. Selain itu, pengaturan dua sinyal stop dan go memiliki kelemahan yaitu tidak adanya interval waktu bagi pengguna jalan sehingga masih banyak menimbulkan tabrakan.

Karena itu, penemuan Garrett dianggap menjadi solusi yang tepat untuk mengatur lalu lintas. Ia menemukan lampu lalu lintas yang berbentuk huruf T yang terdiri dari tiga sinyal stop (lampu merah), go (lampu hijau), dan posisi stop (lampu kuning). Lampu kuning membuat para pengguna jalan memiliki interval waktu untuk berjalan maupun berhenti. Sehingga pada saat lampu kuning, pengguna jalan dapat berjalan atau berhenti dengan perlahan-lahan.

Khusus di malam hari, lampu kuning yang berada di tengah dapat berkedip-kedip untuk memberikan tanda pada pengguna jalan agar lebih berhati-hati di persimpangan. Maklumlah, biasanya saat malam hari, persimpangan amat sepi sehingga bisa saja pengendara dari arah lain datang dengan tiba-tiba.

Penemuan Garrett ini merupakan sebuah penemuan yang sangat berharga. Sebab, manfaatnya mengatur lalu lintas sangat terasa. Tentu, dibutuhkan ketaatan bagi siapa saja untuk mematuhinya agar keselamatan di jalan raya tetap terjaga. Jadi, sudahkah Anda mematuhi lampu lalu lintas selama ini?

20080410

Maen gitar pake kaki ? Siapa Takut.....

Amazing...

20080327

FROM ZERO TO HERO

from : kickandy
Keterbatasan dalam bidang ekonomi dan pendidikan, sekali lagi bukan alasan untuk tidak bisa meraih kesuksesan. Setidaknya kedua hal tersebut berlaku bagi para tamu Kick Andy episode ini. Berbekal modal seadanya, namun didukung tekad kuat dan semangat kerja keras pantang menyerah, membuat mereka mampu menjadi "pahlawan" bagi diri sendiri dan keluarga, juga bagi orang lain.
Salah satunya adalah Susi Pudjiastuti, potret sukses pengusaha wanita tanpa jalur pendidikan formal. Merasa sekolah tidak bisa mengakomodasi keinginannya, Susi Pudjiastuti memilih drop out saat kelas dua SMA dan bekerja di pelelangan ikan di Pangandaran, Jawa Barat. Pilihan nekadnya ini, ternyata mampu mengantarkan nasibnya menjadi juragan ekspor ikan beromzet milyaran rupiah per bulan dan pemilik dari maskapai penerbangan Susi Air dengan 12 pesawat Cessna Grand Caravan, hanya dengan modal awal 750 ribu rupiah.
Pada tahun 2000, Susi membuat terobosan baru bidang pengangkutan ikan, yaitu dengan pesawat terbang untuk mempercepat pengangkutan ikan segar.
Tekad yang keras untuk menjadi pengusaha juga menghinggapi benak Budiyanto Darmastono. Lulusan D3 Akuntansi UGM yang berasal dari keluarga guru ini, tak puas bekerja sebagai pegawai bidang akuntansi, dengan penghasilan yang menurutnya "hanya begitu-begitu saja".
Bersama istrinya, Budiyanto terus berpikir keras mencari-cari bidang usaha yang cocok dan bisa dikerjakan berdua. Ide bernas pun mampir di pikirannya saat menyadari, bahwa bisnis kurir sangat potensial. Perusahaan di bidang usaha courier service juga masih sedikit dan sebagian besar dikerjakan secara manual.
Bermodalkan uang 24 juta hasil meminjam saudara dan temannya, Budiyanto menyewa sebuah rumah kontrakan untuk dijadikan kantor bernama PT. NCS. Gagasan briliannya saat itu adalah mengandalkan 2 komputer untuk mempercepat sistem database dan pelaporan. "Saat itu saya lihat dari sejumlah perusahaan kurir, masih memakai sistem manual. Maka saya berpikir bahwa sistem computerized pasti akan lebih cepat, tepat dan dipercaya klien" ujar Budiyanto.
Saat ini, berkat kerja keras dan komitmen menjaga kepercayaan para klien, PT. NCS telah memiliki 3000 karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia dengan omzet sekitar 9 miliar rupiah per bulan.
Sementara keputusan untuk tidak mengikuti jalur "mainstream" sarjana saat ini, yaitu menjadi karyawan selulus kuliah, mendorong empat sekawan dari Yogyakarta memilih berwiraswasta. Eko Yulianto, Fath Aulia Muhammad, Asyari Tamimi dan Febri Triyanto tak malu-malu memulai usaha berjualan stick singkong goreng. Bermodalkan sebuah gerobak berwarna merah kuning bermerk Tela-tela, mereka berempat mampu menarik konsumen penyuka cemilan gorengan.
Obsesi mereka mengangkat derajat singkong supaya "selevel" dengan cemilan impor, juga didorong alasan untuk memberdayakan para petani singkong. Pengalaman berlari-lari mendorong gerobak sambil menenteng wajan berisi minyak goreng karena dikejar-kejar Satpol PP saat pertama kali berjualan, tak mematahkan semangat mereka. Hanya dalam waktu 2 tahun, sekitar 1200 outlet Tela-tela di seluruh Indonesia, telah memberikan omzet bagi 4 sekawan ini 2-3 Miliar per bulan.
Berawal pada hobi bermain skateboard, mendorong Rizky Yanuar dan 2 temannya membuat sendiri kaos, jaket dan aksesoris bernuansa komunitas skateboard pada 1998. Bermodalkan uang patungan sebesar 200 ribu rupiah, mereka bertiga memproduksi sendiri jaket dan kaos bermotif skateboard.
Kegiatan yang awalnya hanya sebagai hobi itu, ternyata terus berlanjut hingga mereka lulus kuliah. Promosi lewat mulut ke mulut kepada sesama komunitas skateboard, berkembang ke jalur distro dan akhirnya memiliki sebuah toko showroom khusus berbendera Ouval Research. Ketekunannya untuk bertahan di segmen khusus anak muda, dibarengi inovasi dalam segi desain secara terus menerus, membuahkan 4 outlet di Bandung dan Jakarta, serta 100 distributor di seluruh Indonesia yang mengalirkan omzet 1-2 miliar per bulan.

20080319

The Jukes-Edwards Story

This website describes what is actually known about Max Jukes and the Jukes family, based on Richard Dugdale's actual book on them. There was a disreputable family called the Jukes, but the Jukes family has become an urban myth and none of the information you read about them is likely to be true.
The Jukes-Edwards Story: Truth and Myth of Max Jukes
This is a common version of the Jukes-Edwards story.
"Max Jukes, the atheist, lived a godless life. He married an ungodly girl, and from the union there were 310 who died as paupers, 150 were criminals, 7 were murderers, 100 were drunkards, and more than half of the women were prostitutes. His 540 descendants cost the State one and a quarter million dollars."
"But, praise the Lord, it works both ways!...[description of Jonathan Edwards family]."
The Jonathan Edwards half of the story is discussed below. It is reasonably correct. The Max Jukes half of the story is mostly wrong.
The Jukes family was first studied by Richard Dugdale and reported in a book published in 1877. The study of the Jukes was later extended by Estabrook, but this extension apparently has not influenced any of the stories. I used the 4th edition of Dugdale's book.
Details about Max
"Max Jukes.." Dugdale gave the family he studied the last name of Juke. Therefore, proper terminology is Max Juke. This is an irrelevant point, but it is a bad sign that everyone makes the same mistake.
From other stories:
"Max Jukes and Jonathan Edwards lived in the same state"Max Jukes lived in New York. Jonathan Edwards was raised in Connecticut and spent most of his working life in Massachusetts.
Atheism
"..the atheist, lived a godless life. He married an ungodly girl.."The idea that Max was an atheist is a fabrication. This is everything Dugdale said about Max: "He lived much as the backwoodsmen upon our frontiers [in 1877] now do. He is described as 'a hunter and fisher, a hard drinker, jolly and companionable, averse to steady toil,' working hard by spurts and idling by turns, becoming blind in his old age. He had a numerous progeny, some of them almost certainly illegitimate."
This does not say Max was an atheist. It gives the impression, to me, of a person who did not think about such issues. Obviously, he had his faults and did not live a particularly admirable life, but I do not see how one could then conclude he was an atheist. And even if he was an atheist, the point is that we don't know that. Nothing is known about Max's wife or family life.
The following stories enhance his atheism. Again, these are fabrications.
"Max Jukes, on the other hand, was a man who didn't give God the time of day. He had no use for faith in God and he married a woman just like him."
"Max Jukes did not believe in Christ or in Christian training. He refused to take his children to church, even when they asked to go."
"Max Jukes was an Atheist that believed in the abolition of laws and rules. Mr. Jukes formed an organization called the Freedom Movement that preached free sex, no laws, no formal education and no responsibilities."
To me, the final quote gives the impression that Max Jukes, like Jonathan Edwards, was an intellectual, which apparently is the opposite from the truth.
The Patriarch?
Richard Dugdale defined the Juke family as the descendants of five sisters. These sisters were called the second generation. Max Jukes is the only member of the first generation. From this, you might reasonable think that Max was the father of these sisters, hence the patriarch of the Juke family.
But he was not. Two of Max's sons married two of the Juke sisters. There was intermarrying, so we cannot know exactly what proportion of the Jukes were related by blood to Max. But, the worst of the Juke line was from the sister code-named Ada, and her husband was not one of Max Juke's sons.
Nothing is know about the parents of these sisters.
Curiously, in his book, Dugdale at one point refers to the Jukes as Max Juke's descendants. I would guess that Dugdale initially thought Max was the patriarch and later learned otherwise.
Number of Jukes
"His 540 descendants"
Dugdale studied 540 blood descendants of the original five sisters. Dugdale also studied 169 people who married into the family, so 709 is the total number of Jukes who were studied. Not all the Jukes could be traced, because some moved out of the county and their fate was unknown. Dugdale estimated a total of 1200 Jukes, counting the ones who could not be traced. It is very common to say that Jukes had 1,026 descendants. I do not know where this number came from.
The Numbers
There were 310 who died as paupers, 150 were criminals, 7 were murderers, 100 were drunkards From the estimated cost of all (estimated) 1200 Jukes, Dugdale reports 280 pauperized adults and 140 criminals. Either 310 and 150 are slight exaggerations, or Dugdale reported larger numbers in an earlier edition of his report. I doubt that it is accurate to say that they died as paupers, but this is difficult to check.
I do not know where the figure of 100 drunkards comes from. 7 muderers is essentially accurate, but again it applies to all 1200 Jukes; only 2 of the 540 blood Jukes were murderers, and four of the 169 Jukes who married into the family were murderers.
"and more than half of the women were prostitutes"A reasonable error, but wrong. Dugdale used "prostitute" to mean women who were paid for sex and "harlot" for women who were merely "impudent" but not paid. Of the 540 blood descendants of the Juke sisters, 52.4% of the female were "harlots", in Dugdale's terminology. Given the normal meaning of "harlot", it is reasonable but wrong to read this and conclude that 52.4% were prostitutes.
The number of estimated common prostitutes in all 1200 Jukes was 50. However, from another table, 128 of the 709 studied Jukes were prostitutes. The 50 common prostitutes averaged 15 years of prostitution, so I suspect the 128 Jukes who prostituted themselves includes Jukes who were prostitutes for a short period of time. These are large percentages, to be sure, but not 50%.
From other stories: "310 became professional vagrants."The statistical summary of 709 Jukes lists 64 Jukes in the poorhouse for an average of about 1.5 years, and 142 Jukes receiving state aid for an average of about 5 years. These are not all professional vagrants.
"440 physically wrecked their lives by living a drunken existence."Various numbers are given for the number of alcoholics in the Jukes. Again, I have no idea of the source of any of these numbers. (The report of 1146 confirmed alcoholics in 903 descendants is surely wrong.) The number 440 is mentioned in one table, but this was a count of non-Jukes who were given diseases by the prostitutes in the Juke family.
"130 were sent to jail for an average of 13 years apiece"I do not know why 140 or 150 was changed to 130 criminals. The average jail time was 1 year, not 10.
"60 became thieves"Correct.
"190 became prostitutes."I do not know where the number of 190 came from.
"Of the 20 who learned a trade, 10 learned it in a state prison."
This is a fairly accurate quote from Dugdale's book.
"300 of whom died early in life"This is a correct number. It applies to the estimated 1200 Jukes.
"285 Evil disease"67 of the 709 Jukes were reported to have syphilis. I do not know where the number 285 comes from except that it seems to be an extreme exaggeration.
The Cost
"His 540 descendants cost the State one and a quarter million dollars."The cost of the Jukes family was based on projections to all 1200 members, so the number 540 is not correct here. But what about the total cost? The exact number was $1,308,000, which Dugdale paraphrases as "Over a million and a quarter dollars".
However, this number is not an estimate of how much it cost the State of New York. Instead, it is an estimate of the total cost of the Juke family. You might think that this cost is primarily supporting the paupers and criminals. It is not. Over one million dollars of this money was an estimated cost of prostitution (most of which was the cost of venereal disease passed through prostitution). The total cost for crime and pauperism, including the cost of trials and money given to the Jukes by the church and from begging, was about $126,000.
The origin of all the numbers below is unknown.
"His family, thus far, has cost the state in excess of $420,000."
"It cost the state of New York $1,500,000 to pay for their incarcerations"
Causality
The Jukes family was, at one time, used to illustrate the effect of heridity. It is reasonable to suspect heridity as having some influence though there is no solid evidence for this. The Jukes usually did not marry well, so the incoming genes were probably not very good. Parental upbringing was no doubt a factor too.
Dugdale stresses environmental factors (and Dugdale notes that other families of crime came from that area). Again, these would be just contributing factors, but they may have made the largest contribution.
When the father goes to prison, the wife is likely to take up prositution or the family is likely to be sent to the poor house.
There was a pattern of state aid to the poor in that county, in an effort to entice votes.
The work in the area was primarily simple labor, and there was less work in the winter, leaving time for debauchery and creating more need for public assistance.
The Jukes reputation did not help either -- people were probably reluctant to hire the Jukes. Estabrook says that one factory manager kept a list of all the last names of the Jukes and automatically rejected any job applicant with one of those last names.
Disease, especially syphilis, was another important factor.
How Did We Get Here
How can we have such extensive reproduction of a story that is essentially wrong? Part of the problem is that Dugdale's original report is confusing and difficult to understand. He uses words in unfamiliar ways ("descendants", "harlot"). He has three different counts for the total number of Jukes. He includes Max even though Max is not the patriarch.
We are all familiar with the game where a message is passed down the line and becomes distorted. IO expected the find this for the Jukes story. But I did not. For the most part, when someone reproduces this story as a reliable source (for example, as part of a book), they try to be accurate. And, for the most part, people seem not to replicate unreliable sources.
Instead, what seems to happen is intentional fabrication. Consider this version of the story: "Around 40 years ago, Yale University conducted an extensive seven-year study on how a persons actions in life effects the lives of his or her children. This study was focused around the lives of two men: Max Jukes and Jonathan Edwards. Max Jukes was an Atheist that believed in the abolition of laws and rules. Mr. Jukes formed an organization called the Freedom Movement that preached free sex, no laws, no formal education and no responsibilities. Both of these men ... fathered 13 children. Max Jukes: 1026 descendants, 300 convicts, 27 murderers, 190 prostitutes, 509 alcoholics & drug addicts "
This story contains at least 7 details that are not found in any other stories: "40 years ago" is wrong and unique. (The original study of Edwards was reported by Winship in 1900.) Yale is the second unique fabrication. As already noted, the Freedom Movement is a fabrication. We do not know how many children Max Jukes had, and I know of no study mentioning this detail. 27 muderers is unique, as is 509 alcoholics. Drug addiction presumably was minor in the Jukes family, given the times and their financial situation and I know of no other story mentioning this detail.
This story fits a model of one person fabricating several details. Other people then replicate this story. Of course, the more powerful the story, the more likely it is to be replicated. So, it seems that there are a lot of good people accurately retelling a story they believe to be true, and a few "bad apples" fabricating details of the story.
What Can You Do?
Of course, don't tell the Jukes story. If you link to this page, it is more likely to show up in a Google search if someone is checking the veracity of this story.
What about other stories? It is impractical to research every story to its original source, so you usually have to trust a story. However, if a story seems suspicious, you can check the internet. Also, it is a good sign when an author mentions the source of the story -- I think an author will not list a source and then intentionally fabricate details.
Jonathan Edwards
I have read the 1925 reprint of Winship's 1900 report on the descendants of Jonathan Edwards. It is an interesting book -- Jonathan Edwards was an interesting man, he had an interesting wife, and his descendants included an amazing number of successful people. (These successful descendants however include people who married into the family.)
Of course, not all descendants could be found, and I think there was no effort to detail the lives of all of the descendants. Therefore, the claim that the descendants never cost the state one penny is probably a fabrication. Winship almost invariable reports that there were more than 1400 descendants. The exception is that he once reported 1394 descendants (other than the 2 under discussion). Therefore, the number 1,394 is at least a true number from the book, and it might correspond to earlier reports by Winship. I do not know the origin of the number 729 in the claim that Edwards had 729 descendants.
The contrast to Jukes is stunning. The successful Jukes were farmers or tradesmen, and they were not that easy to find; the farmers and tradesmen almost count as failures among the Edwards descendants. The true numbers:
"practically no lawbreakers"
more than 100 lawyers, 30 judges
13 college presidents, and hundred and more professors
sixty physicians
100 clergymen, missionaries, and theological professors
80 elected to public office, including 3 mayors, 3 governors, several members of congress, 3 senators, and 1 vice president (Aaron Burr)
60 have attained prominance in authorship or editorial life, with 135 books of merit
75 army or navy officers
An addendum of a family found after the book was in type reports 2 more physicians and a comptroller of the U.S. treasury.
How to explain this? Yes, Jonathan Edwards was very godly. But he was also uncommonly hard-working, intelligent, and moral. And Winship says about his wife, "Much of the capacity and talent, intensity and character of the more than 1,400 of the Edwards family is due to Mrs. Edwards." From his description of her, I suspect this is true.
Final Word
If you are planning on fabricating a detail of a story or reporting a story you know not to be true, remember that Jonathan Edwards would not have done that. Robert Frick (Ph.D.) rfmail1@rfrick.info
My best website: Focusing: An essential tool for understanding your thoughts/feelings.

Li Ka Shing

Selasa, 04-Maret-2008; 10:54:19WIB
Oleh : Team Andriewongso

Apapun bisnis yang Anda tekuni hari ini, jika melakukan dengan penuh ketekunan dan kesabaran, plus daya juang luar biasa, apapun pasti bisa dicapai. Banyak orang yang sudah membuktikan hal ini. Termasuk orang-orang yang kemudian dicap "beruntung". Karena, sebenarnya, keberuntungan itu pastilah didapat oleh suatu sebab. Hal ini jugalah yang terjadi pada sosok konglomerat Hong Kong bernama Li Ka Shing. Pria-yang dalam daftar orang terkaya versi majalah Forbes Amerika tahun 2007 menduduki posisi ke-9 dengan kekayaan diperkirakan mencapai US$ 32 miliar-ini di masa awal kejayaannya merintis usaha, sering disebut sebagai orang yang beruntung. Pasalnya, usaha Li kala itu adalah usaha bunga plastik yang bagi sebagian orang dianggap remeh. Namun, dengan kejeliannya, ia melihat peluang bahwa di negara barat banyak membutuhkan bunga plastik. Dari sanalah, bisnis yang dianggap remeh itu justru menjulangkan namanya.


Li Ka Shing sebenarnya memulai semuanya dari sebuah "keterpaksaan". Ia berasal dari sebuah keluarga miskin yang oleh karena perang, harus pindah dari China ke Hong Kong. Saat itu, ia tinggal di rumah pamannya yang lebih kaya. Karena dianggap remeh oleh keluarga pamannya, kelahiran Chaozhou, China 29 Juli 1928 ini bertekad kuat untuk bisa mandiri. Tekad itu menjadi kenyataan setelah ayah Li meninggal dunia. Sebagai anak tertua, Li kemudian memikul tanggung jawab dengan menjadi tulang punggung keluarga. Padahal, saat itu Li baru menginjak usia 15 tahun. Pada usia yang sangat belia, Li kemudian mendapat pekerjaan sebagai buruh di sebuah pabrik plastik. Tekad kuat, semangat baja, dan kemauan keras untuk merubah nasib membuat Li-yang harus bekerja 16 jam sehari kala itu- mampu berkembang pesat. Maka, pada tahun 1950-an, ia memberanikan diri membuka usaha sendiri-setelah meminjam modal ke sejumlah relasi-di bisnis plastik dengan nama Cheung Kong Industries. Pelan tapi pasti, berkat kejelian mengamati tren, ia berhasil mendapat banyak keuntungan di bisnis bunga plastik yang diekspor ke negara barat. Dari pabrik plastik, sayap bisnis


Li makin berkembang. Kejeliannya menangkap peluang membuahkan ekspansi ke berbagai bidang. Dimulai dari bisnis real estat hingga mencakup bisnis telekomunikasi. Perusahaannya bahkan kemudian mencatatkan diri masuk bursa Hong Kong Stock Exchange pada 1972. Ia juga mengakuisisi Hutchison Whampoa pada 1975 dan Hong Kong Electric Holdings Limited pada 1985. Kesuksesan itu tak membuat Li besar kepala. Ia mengaku semua itu bisa didapat karena adanya sinergi dan kerja sama dari berbagai unsur."Idealitas masyarakat hanya dapat diperoleh jika setiap anggotanya siap dan mau mengemban tugas masing-masing," katanya. Dengan prinsip tersebut, Cheung Kong Group kini memiliki operasi bisnis di 55 negara di dunia dan mempekerjakan sekitar 260 ribu staf. Dengan kesuksesan tersebut, Li kini ingin berbagi. Sebab, ia terinspirasi betapa sulitnya masa hidupnya ketika masih kecil.


Untuk itu ia mendirikan The Li Ka Shing Foundation, sebuah yayasan sosial yang bergerak dalam berbagai bidang, terutama pendidikan. Di antaranya ia mendonasikan dana sebesar US$11,5 juta untuk pengembangan pendidikan tinggi di Universitas Manajemen Singapura. Ia juga mendirikan Shantou University di Shantou China yang hingga kini telah meluluskan ribuan orang yang bekerja di berbagai bidang serta membantu dana pendidikan untuk Universitas Hong Kong.

Chairul Tanjung

Senin, 17-Desember-2007; 11:36:
Oleh : Team Andriewongso


Apa jadinya jika seorang calon dokter gigi justru merambah bisnis televisi? Jika ingin tahu jawabannya, lihatlah sosok Chairul Tanjung, pebisnis asli pribumi yang kini namanya berkibar dengan Grup TransTV dan Trans7. Berkat kesulitan ekonomi yang menderanya, ternyata hal tersebut justru menjadi bekal mengasah ketajaman insting bisnisnya. Saat kuliah di Fakultas Kedokteran gigi Universitas Indonesia, pada periode tahun 1980-an, ia memang harus memenuhi kebutuhan kuliahnya sendiri.
Meski terlahir dari keluarga yang cukup berada, karena perubahan keadaan politik, keluarganya terpaksa menjalani kehidupan seadanya. Dari rumah yang tergolong besar, mereka harus menjualnya, dan menyewa sebuah losmen sempit.Namun, ternyata, kesulitan ini justru membuat Chairul membulatkan tekadnya untuk kembali berjuang meraih kesuksesan," Saya bercita-cita jadi orang besar." Maka, lepas dari SMA Boedi Utomo Jakarta, ia pun masuk ke Fakultas Kedokteran Gigi UI. Kesulitan biaya kuliah membuatnya harus kreatif mencari dana untuk meneruskan sekolahnya. Maka, kelahiran Jakarta, 18 Juni 1962 ini pun lantas memulai bisnis kecil-kecilan. Mulai dari berjualan buku kuliah stensilan, kaos, sepatu, dan aneka barang lain di kampus dan kepada teman-temannya.
Dari modal usaha itu, ia berhasil membuka sebuah toko peralatan kedokteran dan laboratorium di daerah Senen Raya, Jakarta. Sayang, karena sifat sosialnya - yang sering memberi fasilitas kepada rekan kuliah, serta sering menraktir teman - usaha itu bangkrut.Namun, rupanya, menjadi pebisnis telah memikat hatinya. Walau bangkrut, ia justru langsung mencoba usaha lain, kali ini di bidang kontraktor. Meski juga kurang berhasil, ia merasa mendapat pelajaran banyak hal dari bisnis-bisnis yang pernah ditanganinya. Dari bekal pengetahuan itu, ia memberanikan mendirikan CV pertamanya pada tahun 1984 dan menjadikannya PT pada tahun 1987. Dari PT bernama Pariarti Shindutama itu, ia berkongsi dengan dua rekannya mendirikan pabrik sepatu. Kepiawaiannya menjaring hubungan bisnis langsung membuat sepatu produksinya mendapat pesanan sebanyak 160 ribu pasang dari pengusaha Italia. Dari kesuksesan ini, bisnisnya merambah ke industri genting, sandal, dan properti.
Namun, di tengah kesuksesan itu, rupanya ia mengalami perbedaan visi dengan kedua rekannya. Maka, ia pun memilih menjalankan sendiri usahanya. Ternyata, ia justru bisa makin berkembang dengan berbagai usahanya. Ia pun lantas memfokuskan usahanya ke tiga bisnis inti, yakni: keuangan, properti, dan multimedia. Melalui tangan dinginnya, ia mengakuisisi sebuah bank kecil yang nyaris bangkrut, Bank Tugu. Keputusan yang dianggap kontoversial saat itu oleh orang dekatnya. Namun, pengalaman bangkit dari kegagalan rupanya mengajarkannya banyak hal. Ia justru berhasil mengangkat bank itu, - setelah mengubah namanya menjadi Bank Mega - menjadi bank papan atas dengan omset di atas Rp1 triliun saat ini.Selain itu, suami dari dokter gigi Ratna Anitasari ini juga merambah bisnis sekuritas, asuransi jiwa dan asuransi kerugian. Kemudian, di bisnis properti, ia juga telah membuat sebuah proyek prestisius di Kota Bandung, yang dikenal dengan Bandung Supermall.
Dan, salah satu usaha yang paling melambungkan namanya yaitu bisnis televisi, TransTV. Pada bisnis pertelevisian ini, ia juga dikenal berhasil mengakuisisi televisi yang nyaris bangkrut TV7, dan kini berhasil mengubahnya jadi Trans7 yang juga cukup sukses.Tak heran, dengan semua prestasinya, ia layak disebut sebagai "The Rising Star". Bahkan, baru-baru ini, ia dinobatkan sebagai orang terkaya Indonesia, di posisi ke-18, dengan total kekayaan mencapai 450 juta dolar AS. Sebuah prestasi yang mungkin tak pernah dibayangkannya saat memulai usaha kecil-kecilan, demi mendapat biaya kuliah, ketika masih kuliah di UI dulu.Hal itulah yang barangkali membuat Chairul Tanjung selalu tampil apa adanya, tanpa kesan ingin memamerkan kesuksesannya. Selain itu, rupanya ia pun tak lupa pada masa lalunya. Karenanya, ia pun kini getol menjalankan berbagai kegiatan sosial. Mulai dari PMI, Komite Kemanusiaan Indonesia, anggota Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia dan sebagainya.
"Kini waktu saya lebih dari 50% saya curahkan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan," ungkapnya.

20080313

Doa Seorang Ayah

Senin, 10-Maret-2008; 08:36:24WIB
Oleh : Andrie Wongso

Pada masa perang dunia kedua, tepatnya bulan Mei Tahun 1952, seorang jenderal kenamaan, Douglas Mac Arthur, menullis sebuah puisi untuk putra tercintanya yang saat itu baru berusia 14 tahun. Puisi tersebut mencerminkan harapan seorang ayah kepada anaknya. Ia memberi sang anak puisi indah yang berjudul

"Doa untuk Putraku" Inilah isi puisi tersebut:

Doa untuk Putraku
Tuhanku...Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat
untuk mengetahui kelemahannya.
Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan.
Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan.
Tetap Jujur dan rendah hati dalam kemenangan.
Bentuklah puteraku menjadi manusia yang berhasrat
mewujudkan cita-citanya dan tidak hanya
tenggelam dalam angan-angannya saja.
Seorang Putera yang sadar bahwa
mengenal Engkau dan dirinya sendiri
adalah landasan segala ilmu pengetahuan.
Tuhanku...Aku mohon,
janganlah pimpin puteraku di jalan
yang mudah dan lunak.
Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan,
kesulitan dan tantangan.
Biarkan puteraku belajar
untuk tetap berdiri di tengah badai
dan senantiasa belajar untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya.
Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi,
sanggup memimpin dirinya sendiri,
sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain.
Berikanlah hamba seorang putra yang mengerti makna tawa ceria
tanpa melupakan makna tangis duka.
Putera yang berhasrat untuk menggapai masa depan yang cerah
namun tak pernah melupakan masa lampau.
Dan, setelah semua menjadi miliknya...
Berikan dia cukup rasa humor
sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh
namun tetap mampu menikmati hidupnya.
Tuhanku...Berilah ia kerendahan hati...
Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki...
Pada sumber kearifan, kelemahlembutan,
dan kekuatan yang sempurna...
Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud,
hamba, ayahnya, dengan berani berkata
"hidupku tidaklah sia-sia"
Pembaca yang budiman, Puisi yang ditulis oleh Jenderal Douglas MacArthur tersebut merupakan sebuah puisi yang luar biasa. Puisi itu adalah sebuah cermin seorang ayah yang mengharapkan anaknya kelak mampu menjadi manusia yang ber-Tuhan sekaligus mampu menjadi manusia yang tegar, tidak cengeng, tidak manja, dan bertanggung jawab atas kehidupannya sendiri.Seperti contoh sepenggal puisi di atas yg berbunyi: "Janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan." Puisi ini menunjukkan bahwa sang jenderal sadar tidak ada jalan yang rata untuk kehidupan sukses yang berkualitas.
Seperti kata mutiara yang tidak bosan saya ucapkan:
"Kalau Anda lunak pada diri sendiri,
kehidupan akan keras terhadap Anda.
Namun, kalau Anda keras pada diri sendiri,
maka kehidupan akan lunak terhadap Anda.
"Untuk itu, jangan kompromi atau lunak pada sikap kita
yang destruktif, merusak, dan cenderung melemahkan.
Maka, senantiasalah belajar bersikap tegas dan keras
dalam membangun karakter yang konstruktif, membangun, demi menciptakan
kehidupan sukses yang gemilang,, hidup penuh kebahagiaan !!!

20080312

Time Management By Jim Rohn

Something will master and something will serve. Either you run the day or the day runs you; either you run the business or the business runs you.
Learn how to separate the majors and the minors. A lot of people don't do well simply
because they major in minor things.
Don't mistake movement for achievement.
It's easy to get faked out by being busy. The question is:
Busy doing what?
Days are expensive.
When you spend a day you have one less day to spend.
So make sure you spend each one wisely.
Sometimes you need to stay in touch but be out of reach.
Time is our most valuable asset, yet we tend to waste it, kill it,
and spend it rather than invest it.
We can no more afford to spend major time on minor things
than we can to spend minor time on major things.
Time is more valuable than money.
You can get more money, but you cannot get more time.
Never begin the day until it is finished on paper.
Learn how to say no. Don't let your mouth overload your back.
Time is the best-kept secret of the rich.
JANGAN BUANG WAKTU LAGI, BERTINDAKLAH SEKARANG!

20080225

Perubahan

Elidjen - Student Affair Manager Universitas Bina Nusantara

Saya rasa semua orang sangat memahami bahwa untuk mencapai sukses mereka harus berubah. Tetapi mengapa cukup banyak orang yang begitu takut untuk berubah? Manusia adalah makhluk dengan kebiasaan.
Kebiasaan inilah yang akhirnya membentuk diri Anda sekarang ini walaupun seringkali Anda tidak benar-benar bahagia dengan apa yang Anda dapatkan. Hukum Kebiasaan mengatakan bahwa perilaku Anda diatur oleh kebiasaan Anda dan jika tidak ada keputusan yang jelas dari Anda atau rangsangan dari luar, maka Anda akan terus berperilaku sama.
Kebiasaan inilah yang menyebabkan banyak orang tidak ingin berubah. Mereka cenderung melakukan hal yang sama berulang-ulang bahkan ketika metode, strategi, atau prosedur yang digunakan tidak juga memberikan hasil yang didambakan. Mereka tidak ingin berubah karena perubahan dianggap menimbulkan ketidakpastian. Mereka memilih tidak berubah karena perubahan tidak selalu mengenakkan. Hal-hal inilah yang menyebabkan banyak orang yang tidak ingin berubah dan lebih memilih hidup dalam zona nyaman (comfort zone). Mereka memilih untuk tidak berubah atau tetap melakukan hal yang sama karena berpendapat bahwa lebih aman tidak berubah dan hasil yang akan didapatkan sudah pasti.
Pendapat ini sangat keliru karena tidak berubah sama tidak pastinya dengan kondisi bila perubahan dilakukan. Jika Anda tidak berubah atau terus saja melakukan apa yang selama ini Anda lakukan, sudah dapat dipastikan Anda akan selalu mendapatkan apa yang selama ini Anda dapatkan atau bahkan Anda tidak akan mendapatkan apa yang selama ini Anda dapatkan. Sangat tidak realistis jika Anda mengharapkan hasil yang berbeda sementara Anda tetap saja melakukan hal yang sama. Alasan yang terakhir inilah yang membuat orang-orang sukses dan perusahaan-perusahaan yang berkembang selalu berupaya untuk melakukan perbaikan terus-menerus atau yang berkelanjutan dan tidak pernah berakhir (continuous improvement and never ending improvement).
Perbaikan terus-menerus ini oleh bangsa Jepang disebut dengan istilah kaizen. Kata Kaizen dalam bahasa Jepang berarti “perbaikan terus-menerus.” Prinsip perubahan dengan perbaikan bertahap inilah yang menjadikan bangsa Jepang maju pesat terutama dalam perkembangan teknologinya. Milikilah hasrat untuk memperbaiki diri Anda terus-menerus yang akan membuat Anda terus bertumbuh dan berkembang mencapai potensi maksimal Anda. Prinsip perbaikan bertahap merupakan faktor keberuntungan kunci yang dapat Anda gunakan dalam pekerjaan. Mari kita simak kata-kata yang ditulis di atas batu nisan seorang Uskup Anglikan (1100 sebelum Masehi) dalam Kuburan Bawah Tanah Gereja Westminister Abbey yang juga dikutip oleh Soemarsono Soedarsono dalam bukunya Character Building Membentuk Watak.
THE WILLINGNESS TO CHANGE When I was young and free, And my imagination has no limits, I dreamed of changing the world, As I grew older and wiser, I discovered the world would not change, So I shortened my sights somewhat And decided to change only my country but it too seemed imovable, As I grew into my twilight years, In one last desperate attempt, I settled for changing only my family, Those closest to me, but alas, They would have none of it. And now as I lay on my deathbed, I suddenly realize If I had only change myself first, Then by example I might have changed my family From their inspiration and encouragement, I would then have been able to better my country, And who knows, I may have even change the world. (An Anglian Bishop, 1100 AD, as written in the Crypts of Westminster Abbey)
HASRAT UNTUK BERUBAH Ketika aku masih muda dan bebas berkhayal, Aku bermimpi ingin mengubah dunia, Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku, kudapati bahwa dunia tidak kunjung berubah, Maka cita-cita itupun agak kepersempit, lalu kuputuskan untuk hanya mengubah negeriku Namun tampaknya, Hasrat itu pun tiada hasil Ketika usiaku semakin senja, Dengan semangatku yang masih tersisa kuputuskan untuk mengubah keluargaku, Orang-orang yang paling dekat denganku Tetapi celakanya, mereka pun tidak mau diubah Dan kini, sementara aku berbaring saat ajal menjelang, tiba-tiba kusadari “Andaikan yang pertama-tama kuubah adalah diriku” Maka dengan menjadikan diriku sebagai teladan, mungkin aku bisa mengubah keluargaku, Lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka, Bisa jadi aku pun mampu memperbaiki negaraku, Kemudian siapa tahu, aku bisa mengubah dunia James Redfille menegaskan, “If you want to change the world, you first have to change yourself.” Demikian juga novelis Leo Tolstoy menegaskan ,”Semua orang berpikir mengubah dunia, tetapi tidak seorang pun berpikir mengubah dirinya sendiri.” Ya, jika Anda ingin mengubah dunia, pertama-tama Anda harus mengubah diri Anda sendiri. Jangan pernah berpikir bahwa orang lain yang harus berubah tetapi Andalah yang harus berubah jika Anda ingin berhasil atau sukses. Tidak akan ada perubahan sampai Anda berubah.
Tidak mungkin ada sukses tanpa perubahan. Buatlah keputusan yang jelas untuk berubah sehingga sukses akan memihak Anda. Jangan menunggu situasi yang begitu buruk yang memaksa Anda untuk berubah. Memang betul perubahan dapat menimbulkan ketidakpastian. Perubahan dapat beresiko. Selalu ada kemungkinan bahwa suatu perubahan yang dilakukan tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Namun, jika kita tidak pernah mencoba sesuatu yang baru, maka sudah dapat dipastikan kita tidak akan pernah maju. Orang-orang yang sukses adalah orang-orang yang berani mengambil resiko yang telah diperhitungkan (calculated risk). Jika Anda ingin sukses, maka Anda pun harus berani mengambil resiko seperti orang-orang sukses. Ann Landers menegaskan bahwa resiko tetap harus diambil karena bahaya terbesar dalam kehidupan adalah tidak berani mengambil resiko. “Orang yang tidak berani mengambil resiko tidak melakukan apa pun, tidak punya apa pun, dan bukan apa-apa. Mungkin ia menghindari penderitaan dan kesedihan, tetapi ia tidak bisa belajar, merasakan, berubah, bertumbuh, dan mencintai. Oleh karena dirantai oleh kepastiannya, berarti ia adalah budak. Hanya orang yang berani mengambil resiko sejalah yang merdeka!” kata Landers. Ya, resiko tidak pernah mau berubah sebenarnya lebih beresiko. Mereka yang menolak untuk menempuh resiko dan untuk berkembang akan “ditelan” oleh kehidupan. Jadi, keluarlah dari zona nyaman Anda dan beranilah mengambil resiko yang telah diperhitungkan yang diimbangi dengan kemampuan Anda mengelolah resiko dengan baik dan bertindaklah untuk membuat suatu yang bernilai dalam kehidupan Anda.
Paulus Winarto dalam bukunya Reach Your Maximum Potential, menegaskan bahwa “Orang-orang yang tidak berani mengambil resiko ibarat mereka yang hanya mampu melihat bunga mawar sebagai bunga berduri. Mereka tidak berani mendekat karena selalu takut tertusuk duri. Sebaliknya, mereka yang berani mengambil resiko mampu melihat keindahan mawar di balik durinya yang tajam. Mungkin pada tahap awal mereka akan tertusuk duri, namun lambat laun mereka semakin ahli untuk menghindarinya dan semakin dapat menikmati keindahan bunga berduri ini.” Memang betul bahwa berubah tidak selalu menyenangkan. Kalaupun dalam proses perubahan tersebut berjalan mulus tanpa terasa ada rintangan yang berarti, mungkin itu bukan perubahan. Perubahan selalu menuntut pengorbanan, namun perubahanlah satu-satunya sarana efektif untuk kehidupan yang lebih baik dan untuk mencapai kesuksesan. Dalam bukunya Thinking for A Change, Motivator sekaligus pakar kepemimpinan, Dr. John C. Maxwell menyatakan bahwa ada 6 langkah yang dapat mengubah hidup kita.
Pertama, kita harus mengubah cara berpikir kita. Mengubah cara berpikir akan mengubah keyakinan kita.
Kedua, jika keyakinan kita berubah, harapan kita berubah.
Ketiga, jika harapan kita berubah sikap kita berubah.
Keempat, jika sikap kita berubah, perilaku kita berubah.
Kelima, jika perilaku kita berubah, kinerja kita berubah.
Dan keenam, jika kinerja kita berubah, hidup kita berubah.
Sejak 450 tahun Sebelum Masehi, seorang bijak bernama Heraclitus telah mengingatkan kita, “Tidak ada yang permanen, kecuali perubahan!” Ya, perubahan akan terus terjadi baik diharapkan atau tidak diharapkan karena tidak ada yang abadi kecuali perubahan itu sendiri. Beradaptasilah terhadap perubahan dibutuhkan sehingga perubahan yang akan terjadi tidak mengagetkan Anda atau bahkan memaksa Anda untuk berubah. Victor Chasles bahkan pernah mengatakan, “the sure way to miss success is to miss the opportunity". Ya, cara pasti untuk melewatkan kesuksesan adalah dengan melewatkan kesempatan yang ada termasuk kesempatan untuk berubah. Oleh karena itu jangan lewatkan kesempatan yang terlalu amat sangat berharga berharga untuk berubah sebelum semuanya terlambat.