20080227

Poso, Enam Tahun Dirundung Duka

12 Mei 2004 from Tempointeraktif
Berdasarkan data demografi 1998, Poso mempunyai: luas wilayah (28 ribu kilometer persegi), jumlah penduduk (400.264 jiwa), pemeluk Islam (245.322), Protestan (143.249), Katolik (2.166), Hindu (8.030) dan Buddha (1.597). Awal terjadinya kerusuhan di Poso mempunyai beragam motif, mulai dari pemuda mabuk sampai politis. Tapi pada akhirnya, kerusuhan berujung pada konflik keagamaan. Sehingga beberapa daerah sudah bisa dikotak-kotakkan, seperti daerah basis Islam, Kelompok Putih (terutama pesisir): Toyado, Madale, Parigi, Bungku dan daerah basis Kristen, Kelompok Merah (terutama pedalaman): Lage, Tokorando, Tentena, Taripa, Pamona. Kita simak beberapa konflik di Poso: 25-28 Des 1998 (Kota Poso): Roy Runtu (Kristen) dalam kondisi mabuk membacok Ridwan (muslim) yang sedang berada di sebuah masjid. Keduanya mengadu ke kelompok masing-masing. Bentrokan pun terjadi. Korban atau kerugian yang terjadi adalah 100-an orang luka-luka, tiga sepeda motor dibakar dan sejumlah rumah penduduk rusak. Tersangka: 8 orang provokator ditangkap aparat 17-19 April 2000 (Kota Poso): Di Terminal Poso, dua pemuda pemabuk asal Desa Lambodia dan Lawanga (desa Islam dan Kristen) tanpa alasan yang jelas terlibat pertikaian. Warga kedua desa saling serang. Aksi bentrok massa meluas ke daerah sekitar Poso. Akibatnya, tiga orang tewas, empat orang luka-luka, 267 rumah terbakar, enam mobil terbakar, lima motor hangus, tiga gereja hancur, lima rumah asrama polisi hancur, ruang Bhayangkari Polda terbakar dan kerugian materiil ditaksir mencapai Rp. 10 miliar. Tersangka: 21 orang diperiksa sebagai saksi 24 Mei 2000 dinihari (Kota Poso): Penyerangan mendadak dari sekelompok orang berpakaian ala ninja ke beberapa pos pengaman-an di beberapa kantong muslim. Berikutnya, warga Kelurahan Kayamanya (Islam) hendak melakukan penyerangan ke warga Kelurahan Lombogia dan kantong-kantong permuki-man Kristen lainnya. Polisi menghalangi niat itu. Tapi kerusuhan tak bisa dibendung. Akibatnya, tiga orang tewas; salah satunya polisi dan 15 orang luka-luka. Tersangka: 3 orang anggota pasukan ninja menyerah kepada aparat (10 orang masih buron) 26-27 Mei 2000: Pertempuran terjadi lagi di Toyado dan merembet sampai ke perbatasan di Kecamatan Parigi, Kabupaten Donggala. Banyak rumah warga muslim di perbatasan kota dibakar. 28 Mei 2000 pagi hari: Massa Islam dan Kristen di Tokorando, bentrok. Sekitar 70 warga Kristen bersenjata api melawan 400 warga muslim bersenjata parang dan golok. Warga muslim terpukul mundur. 30 Mei 2000: Kerusuhan meledak di Kelurahan Gebangrejo, Lawengko, dan Sayo (dalam kota Poso).2-4 Juni 2000: Terjadi aksi balas dendam di Kota Poso dan sekitarnya (Kec. Lege dan Poso pesisir; Kec. Poso Kota, Kayamanya, Sayo, Lawanga, Sintu Temba, Tegalrejo). Akibatnya, sedikitnya 50 orang tewas, termasuk Lateka (otak kerusuhan), 14 orang tertembak dan 25 orang luka-luka.6 Juni 2000: Aksi balas dendam kembali terjadi di Pinggiran Poso (Desa Maleilegi dan Desa Dojo) yang mengakibatkan Desa Maleilegi hangus terbakar, 66 orang tewas, 92 orang luka-luka (warga memperkirakan ada 150 kepala keluarga). Tersangka: 9 orang provokator ditangkap aparat.16 Mei 2001: Kantor Camat Poso Pesisir dibakar kelompok tak dikenal dan menghanguskan seluruh bangunan serta isi kantor itu.21 Mei 2001: Aksi penyerangan sekelompok massa terjadi di Desa Kasiguncu Kecamatan Poso Pesisir yang mengakibatkan dua orang warga setempat tewas terkena senjata tajam dan lima orang lainnya menghilang.10 Juni 2001: Mobil box yang memuat alat-alat elektronik dan sejumlah uang hasil tagihan milik Toko Jaya Teknik Makassar yang diperkirakan ratusan juta rupiah dibakar massa tak dikenal. Akibatnya, Hendra (kernek) dan Ahmad (sales) tewas terpanggang. 20 Juni 2001: H. Anto (39 tahun) dan Sudirman (35 tahun), dua warga Desa Tokorondo, Poso Pesisir, ditembak kelompok berpakaian ninja di Desa Pinedapa, Poso Pesisir.27 Juni 2001: Sedikitnya tiga orang tewas dan puluhan luka berat serta ringan, akibat kontak senjata yang terjadi di sekitar Desa Masani, Desa Tokorondo, Desa Sa’atu dan Desa Pinedapa, Kecamatan Poso Pesisir.2 Juli 2001: Bentrokan massa terjadi di Malei Lage, Kecamatan Lage, Poso. Akibatnya, 85 rumah dibakar dan satu warga tewas, serta satu rumah ibadah (gereja) terbakar. 18 Juli 2001: Sedikitnya dua orang tewas dan delapan luka-luka akibat kontak senjata antara kelompok putih dan kelompok merah di sekitar Desa Pendolo dan Uwelene, Kecamatan Pamona Selatan, daerah perbatasan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan.24 Juli 2001: Ratusan warga muslim Poso berunjuk rasa di Markas Polda Sulteng. Unjuk rasa berakhir kacau, setelah bom meledak di samping ruangan Kaditserse Polda. 3 September 2001: Rektor Universitas Sintuwu Maroso Poso, Drs Kogego ditembak oleh penembak misterius di Jembatan Poso. Korban mengalami pendarahan serius.17 September 2001: Dua warga Desa Betania, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, tertembak oleh kawanan penembak misterius: Matius Bejalemba (35), warga Desa Betania mengalami luka tembak di bagian kepala, pinggang sebelah kiri dan lengan sebelah kiri serta Kainuddin Lubangkila (45) yang hanya mengalami luka di bagian perut.14 Oktober 2001: Bus angkutan milik PO Antariksa jurusan Palu-Tentena diberondong tembakan oleh sekelompok orang di ruas jalan di Kecamatan Sausu, Kabupaten Donggala -150 kilometer arah timur Palu. Akibatnya, seorang perempuan berusia 24 tahun tewas dan sedikitnya enam orang lainnya mengalami luka tembak.18 Oktober 2001: Bus angkutan umum milik Perusahaan Otobus (PO) Primadona, dibakar sekolompok massa tak dikenal di sekitar Kelurahan Kayamanya, Kota Poso. Rompa (34), warga Bungku Barat tewas akibat dianiaya dan tertusuk senjata tajam di bagian perutnya. 23 Oktober 2001: Ratusan warga muslim dari Desa Mapane, Kecamatan Poso Pesisir, membakar puluhan pos-pos polisi. Aksi pembakaran itu dilatar-belakangi adanya penangkapan terhadap 42 warga Poso untuk menjalani pemeriksaan di Markas Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah.31 Oktober 2001: Puluhan rumah dan satu gereja di bakar kelompok tak dikenal di Desa Pinedapa dan Kasiguncu -sekitar 20 kilometer arah Barat Kota Poso. 1 November 2001: Warga Desa Malitu, Poso Pesisir, tiba-tiba diserang kelompok tak dikenal. Akibatnya, 129 rumah warga habis dibakar dan Nasa (45) terkena tembakan di bagian paha kiri. Selain ratusan rumah terbakar, fasilitas umum juga ikut dibakar, seperti kantor kepala desa, kantor koperasi, gedung taman kanak-kanak, rumah ibadah (gereja), kantor PKK, rumah dinas guru dan kepala sekolah.8 November 2001: Warga Sayo membakar truk bermuatan ikan cekalang basah. Belakangan diketahui mobil itu memang tujuan Tentena, dikawal seorang anggota Brimob. Di dalam mobil truk ditemukan bensin satu jirigen dan beberapa botol aqua berisi bensin. 9 November 2001: Kontak senjata terjadi di sekitar Jembatan Dua, perbatasanKelurahan Lembomawo dan Sayo, Kecamatan Poso Kota. Akibatnya, seorang warga tewas dan dua lainnya luka-luka. Bersamaan dengan itu, di Kelurahan Sayo juga terjadi pembakaran enam rumah dan barak. 10 November 2001: Terjadi baku tembak antara massa bertikai di dalam kota dan massa dari luar kota Poso. Bentrokan itu menewaskan Yazet (40), dari pihak penyerang dan orang lainnya terluka.26 November 2001: Gereja Betany -salah satu Gereja besar di Poso- hancur akibat ledakan bom. Walau ledakan dahsyat itu tidak menelan korban jiwa, kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.27 November 2001: Kontak senjata antara dua kelompok bertikai terjadi di Desa Betalemba, Kecamatan Poso pesisir, Kabupaten Poso. Walau tidak ada korban jiwa, kontak senjata itu menjadikan Poso kembali tegang.3 Desember 2001: Ratusan warga Kota Poso mendatangi Markas Kodim 1307, untuk meminta kejelasan keterlibatan anggota TNI dalam penculikan warga Toyado sehari sebelumnya. Menurut warga, anggota TNI menculik delapan warga yang sedang sahur di barak Toyado dan selanjutnya diserahkan ke kelompok merah. Sempat terjadi keributan dengan pihak kepolisian yang menjaga unjuk rasa itu, hingga kemudian terjadi penembakan yang menewaskan Sarifuddin (30), warga Kayamanya dan empat orang lainnya luka.19 Desember 2001: Delapan warga Buyung Katedo, Desa Sepe, Kecamatan Lage Poso, diserang orang tak dikenal. Untungnya, kedelapan petani yang sedang memetik buah coklat di kebunnya, itu berhasil menyelamatkan diri.4 April 2002: Dua bom rakitan meledak di daerah Desa Ratulene, Kecamatan Poso Pesisir, tepatnya di Kantor Perusahaan Daerah Air Minum.28 Mei 2002: Bom rakitan meledak di tiga lokasi berbeda: di pantaipenghibur di Jalan Ahmad Yani, dekat Hotel Wisata, di pasar sentral Poso yang mengakibatkan empat los terbakar dan di pertigaan bekas terminal Poso bom. 5 Juni 2002: Bom yang diletakan di dalam bus PO Antariksa jurusan Palu-Tentena meledak di sekitar Desa Toini, Kecamatan Poso Pesisir -sekitar 10 kilometer arah Barat jantung Kota Poso. Akibatnya, empat penumpang tewas dan 16 penumpang lainya mengalami luka. Korban tewas adalah Dedy Makawimbang (30) dan Edy Ulin (25) yang tewas di tempat kejadian, sementara Gande Alimbuto (76) dan anaknya, Lastri Oktaffin Alimbuto (19) tewas di RSU Poso.1 Juli 2002: Bom berkekuatan low explosif meledak di Desa Tagolu, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso. Tidak ada korban akibat ledakan bom itu.12 Juli 2003: Bom berdaya ledak cukup kuat menghantam bus Omega jurusan Palu-Tentena, di Desa Ronoruncu, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso dan menewaskan seorang remaja putri, Elfa Suwita Dolia (17), warga Desa Tokilo, KecamatanPamona Selatan. 19 Juli 2002: Nyoman Mandiri (26) dan Made Jabir (26), dua warga Kilo Trans, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, tewas ditembak penembak misterius saat melintas di jalan raya di Desa Masani. 4 Agustus 2002: Kelompok tak dikenal menyerang Desa Matako, Kecamatan Tojo, Kabupaten Poso. Serangan mendadak itu menghanguskan 13 rumah penduduk, membakar dua rumah ibadah (gereja) dan melukai enam warga setempat.8 Agustus 2002: Warga negara Italia, Lorenzo Taddei (34), tewas ditembak orang tak dikenal dalam perjalanan dari Tanah Toraja, Sulawesi Selatan menuju Sulawesi Tengah, di sekitar Desa Mayoa, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso. Penembakan itu juga melukai Heronimus Banculu, 36 tahun yang tertembak di bagian paha kiri, Timotoius Kemba, 52 tahun yang tertembak di bagian lengan kanan, Karingan, 21 tahun, yang tertembak di bagian paha kanan dan Berting, 45 tahun, yang tertembak di bagian kepala bagian kiri. 12 Agustus 2002: Gerombolan bersenjata menyerang Desa Sepe Silanca dan Batu Gencu di Kecamatan Lage. Akibatnya, Sulaweno, Kania, Omritakada, Salangi dan satu orang lainnya yang belum teridentifikasi tewas dengan sekujur tubuh terbakar. Damai Pangkunah dan Simon Tangea mengalami luka berat tertembak di bagian dada dan paha. Selain itu, ratusan rumah hangus terbakar dan rata dengan tanah. 16 Agustus 2002: Kerusuhan Poso merambah ke Kabupaten Morowali. Terjadi aksi penyerangan oleh kelompok tak dikenal di Desa Mayumba, Kecamatan Mori atas Kabupaten Morowali -138 kilometer dari Poso. Aksi itu menyebabkan 43 rumah warga terbakar dan delapan kios jualan warga ikut musnah. Selain itu, L Petra (67) mengalami luka tembak di bagian paha dan seorang balita, Erik meninggal di pelukan ibunya.26 Agustus 2002: Terjadi hampir bersamaan, dua bom meledak di dua tempat dan mengakibatkan seorang polisi, Bripda Pitriadi (21) dan satu warga sipil, nyonya Zainun (22) mengalami luka serius. Bom pertama meledak di Jalan Morotai, Kelurahan Gebang Rejo dan bom kedua meledak di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Kasintuwu.4 Desember 2003: Agustinus Baco (57) warga Desa Kawende, Kecamatan Poso Pesisir, meninggal di tempat akibat diterjal peluru.5 Desember 2002: Toni Sango (23) -pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Poso- dan Oeter (23) tewas akibat ditembak orang tak dikenal. 26 Desember 2002: Kepala Desa Tokorondo, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, M Jabir (52), ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di Jalan Trans Sulawesimenghubungkan Gorontalo-Sulteng-Sulsel akibat tembakan.2 Juni 2003: Yefta Barumuju (37) Penduduk dusun Kapompa, Kelurahan Madale, Kecamatan Poso Kota tewas ditempat setelah ditembak orang tak dikenal. Ia diterjal peluru dibagian dada dan paha kanan. Kawan korban, Darma Kusuma (35) selamat walau rusuk dan lutut kanannya juga terkena timah panas.7 Agustus 2003: Bom rakitan meledak di rumah Aisyah Ali, warga Jalan Pulau Sabang Kelurahan Raya Manya, Kota Poso. Akibatnya, Bahtiar alias Manto, 20 tahun, yang bekerja sebagai nelayan, tewas.11 September 2003: Bom berkekuatan cukup besar meledak di tengah kerumunan massa persis di depan kantor Lurah Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir. Lima warga luka-luka.10 Oktober 2003: Bias rusuh Poso terjadi di Desa Beteleme, ibu kota Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali -sekitar 300 kilo meter dari Kota Poso. Puluhan orang tak dikenal menyerang desa itu dengan memakai penutup muka ala cadar. Akibatnya, tiga warga sipil: Derina Mbai (48 tahun), Hengky Malito (36 tahun) dan Oster Tarioko (47 tahun) tewas, sementara satu warga lainnya dilarikan ke rumah sakit setempat karena terkena tembakan di bagian kaki. Selain itu, 27 unit rumah terbakar , tiga mobil terbaka dan tujuh sepeda motor terbakar, serta satu unit sepeda motor hilang.11 Oktober 2003: Sekelompok orang tak dikenal menyerang empat desa: Pantangolemba, Saatu, Pinedapa di Kecamatan Poso Pesisir dan Madale di Kecamatan Poso Kota. Akibatnya, satu warga Desa Pinedapa, Ayub (26) tewas seketika, sementara tujuh korban lainnya belum teridentifikasi. Penyerangan itu juga melukai 14 warga di empat desa itu.14 Oktober 2003: Situasi Poso kembali tegang menyusul sebuah bom rakitan meledak Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir, sekitar 12 kilometer dari Kota Poso.17 Oktober 2003: Kelompok penyerang Poso kembali beraksi. Kawasan Tanah Runtuh, Kelurahan Gebang Rejo, Kecamatan Poso Kota diserang. Akibatnya, satu buah bangunan bengkel kerajinan souvenir kayu ebony ludes terbakar, dapur rumah milik Naufal dibakar, dan kaca depan rumah Anshori yang juga kantor Yayasan Amanah berhamburan di lantai. Tapi, kejadian itu tidak memakan korban jiwa.11 November 2003: Bom rakitan jenis low explosive meledak di Kota Tentena, ibukota Kecamatan Pamona Utara, wilayah basis pengungsi Kriten Poso. Bom itu meledak di kantor agen Pengangkutan Oto (PO) Bus Omega yang melayani penumpang jurusanPalu- Tentena.15 November 2003: polisi menyerbu sebuah rumah dimana diperkirakan para tersangka pelaku penyerangan tanggal 12 Oktober 2003 yang menewaskan Hamid.16 November 2003: Ribuan massa mengepung Markas Kepolisian Resor Poso lantaran tidak menerima kematian Hamid, 18 tahun, warga Tabalu, Kecamatan Poso Pesisir yang mati ditembak. Selain itu, polisi juga menangkap dua warga Tabalu dan Ratolene lainnya, yaitu Zukri yang kemudian dilepas dan Irwan Bin Rais yang masih ditahan. 17 November 2003: Tiga orang merusak bus dengan menggunakan linggis dan senjata api rakitan di Desa Kuku, Kecamatan Tamona Utara, Poso.19 November 2003: Belasan orang bersenjata menyerang pos penjagaan aparat di Dusun Taripa, Desa Toini, Kecamatan Poso Pesisir. 26 November 2003: Bom rakitan yang berkekuatan rendah meledak di Jalan Pulau Irian, Tanah Runtuh, Poso.29 November 2003: Empat nyawa melayang dalam dua kejadian serangan kelompok tidak dikenal berbeda, di Poso. I Made Simson dan I Ketut Sarmon tertembak di Desa Kilo Trans Poso Pesisir, sementara Ruslan Terampi dan Ritin Bodel tewas di Desa Rompi, Ulu Bongka Pesisir Utara.23 Desember 2003: Bom berdaya ledak rendah meledak di depan kantor Lurah Lembomawo, Kecamatan Poso Kota, Kabupaten Poso.26 Desember 2003: Terjadi ledakan yang diperkirakan berada diperbatasan Kelurahan Gebang Rejo dan Lembomawo, Kecamatan Poso Kota.4 Januari 2004: Kepolisian Resor Poso menemukan tiga bom aktif di Desa Tabalu, Kecamatan Poso Pesisir.18 Januari 2004: Satu bom aktif ditemukan diperbatasan Kelurahan Moengko Lama dan Kayamanya, pinggiran kota Poso.24 Januari 2004: Aparat Kepolisian Resor Poso, Bharada Azis mengalami luka tembak di bagian betis kaki kirinya setelah diberondong tiga orang bercadar di Desa Masani, Kecamatan Poso pesisir.27 Maret 2004: Christian Tanalida (37) tewas terkena aksi penembakan misterius di Kelurahan Kawua, Kota Poso.30 Maret 2004: Aksi penembakan misterius terjadi lagi terhadap Dekan Fakultas Hukum Universitas Sintuwu Maroso (Unsimar) Poso, Rosia Pilongo SH.MH, di Kampus Universitas Sintuwu Maroso Poso.17 April 2004: Polisi menemukan 21 bom rakitan di Poso, tersebar di tiga kecamatan, dua diantaranya di kecamatan Poso kota dan Poso pesisir. Bom ditemukan di ditimbun perkebunan coklat yang sekitar rumah pendudukLevi Silalahi, MBM TEMPO, TNR