20080305

Tak Tersembunyi Kuasa Allah...

Tahukah anda dengan lagu ini?

Tak Tersembunyi Kuasa Allah Kalau lain ditolong saya juga
TanganNya terbuka menunggulah Tak tersembunyi kuasa Allah

Atau ...

Yesus.. Yesus.. Dengar doaku Janganlah Tuhan lalui brilah berkatMu

Tahukah anda siapa penciptanya?
Sumber GKI Samanhudi
Frances (Fanny) Jane Crosby, 1820-1915

Fanny Crosby mungkin adalah pengarang lagu yang paling produktif dalam sejarah. Walaupun ia buta karena kesalahan seorang dokter pada usia 6 tahun, sepanjang hidupnya, dia menuliskan lebih dari 9000 lagu pujian. Dia masuk ke sebuah institusi pendidikan untuk orang buta yang dikenal sebagai New York Institution for the Blind di usianya yang ke-15 dan kemudian mengajar Bahasa Inggris dan sejarah (1847–1858).

Tentang kebutaannya, dia menulis:
Sepertinya disengaja dalam anugerah providensia Allah, bahwa saya harus menjadi buta seumur hidup saya, dan saya berterima kasih kepada-Nya untuk pengecualian ini. Jika penglihatan fisik ditawarkan kepada saya besok, saya tidak akan menerimanya. Saya mungkin tidak dapat menyanyikan lagu-lagu pujian untuk memuliakan Allah, jika mata saya mengarahkan diri saya ke hal-hal menarik dan indah dari diri saya.
Sebagai murid sekaligus guru, Fanny menghabiskan 35 tahun masa hidupnya di sekolah. Dia sering diminta untuk menghibur pengunjung dengan puisi-puisi ciptaannya, dan dia beberapa kali bertemu dengan kepala negara,jenderal, atau orang-orang penting lainnya. Dia pernah diminta untuk bermain musik pada pemakaman President Grant. Buku puisinya yang pertama diterbitkanpada tahun 1844 dan diberi judul "Anak Perempuan Buta dan Puisi-puisi Lainnya".
Setelah meninggalkan sekolah, dia mendedikasikan seluruh hidupnya melayani yang membutuhkan dan yang di tengah kemiskinan. Dengan mengandalkan penghasilan dari tulisan-tulisannya, dia kemudian sangat terkenal karena lagu-lagu pujian ciptaannya. Dikatakan bahwa penerbit mendapatkan begitu banyak karya darinya, hingga mereka harus menerbitkannya dengan nama samaran. Tarif yang biasa diterimanya sekitar $2 seringkali dipergunakan untuk mendukung pekerjaannya pada yang berkekurangan. Pekerjaan misinya begitu melegenda, seperti pengabdiannya untuk melayani orang lain lebih dari dirinya sendiri.
Ketika dia meninggal, pada batu nisannya terukir kalimat, "Tante Fanny" dan "Anugerah yang Pasti, Yesus adalah Milikku - Blessed Assurance, Jesus Is Mine. Sebuah pengecapan awal anugerah sorgawi." Elisa Hewitt memperingati kematian Fanny dalam sebuah puisi:
Menuju sebuah tempat indah penuh cahaya Sang Surya dan pujian, Burung penyanyi kita telah melakukan perjalanannya, Dan dia yang telah menyanyikan pujian di tengah kegelapan sekian lama, Sekarang menyanyikannya dalam Terang yang indah.
Dalam kebaktian minggu kedua Bulan Musik ini, umat diajak untuk lebih mengenal dan meneladani sosok Fanny Crosby, seseorang yang buta dalam kelemahan dan kesulitan hidupnya dapat terus memuji dan memuliakan Tuhan, bahkan menjadi berkat bagi banyak orang.
Lagu – lagu ciptaan Fanny :
Terpujilah Allah (NKB 3), Puji Yesus (KJ 293), Pada Kaki Salib-Mu (KJ 368), Ku Berbahagia (KJ 392), Ambil Dunia Bri-Ku Yesus ( NKB 178 ) dan Kuperlukan Juruselamat (KJ 402).